Tangga berputar 344 anak tangga yang menuju ke puncak Gunung Emas dirancang dengan kemiringan yang lembut untuk pendakian yang nyaman. Di sepanjang kedua sisi, deretan lonceng ditempatkan agar pengunjung dapat memukulnya, menciptakan suara resonansi yang diyakini membawa keberuntungan. Jalan setapak itu dikelilingi oleh tanaman hijau subur, air terjun buatan, dan patung-patung yang menggambarkan sejarah Buddha, menawarkan suasana yang menyegarkan. Setiap langkah terasa seperti perjalanan spiritual untuk menenangkan pikiran sebelum mencapai pagoda emas untuk menyembah relik Buddha yang suci.