Barisan lonceng yang berjejer di sepanjang jalan menuju puncak Gunung Emas merupakan fitur unik yang menciptakan gema keberuntungan. Pengunjung sering membunyikan lonceng satu per satu saat mereka mendaki, menandakan perbuatan baik mereka dan secara simbolis menangkal hal-hal negatif. Suara lonceng yang stabil dan beresonansi membantu menumbuhkan kesadaran dan meningkatkan suasana sakral dan megah di kuil. Selain itu, ada "Lonceng Raksasa" dan gong besar untuk dipukul oleh para pemuja, yang dipercaya membawa kemakmuran dan kemajuan dalam hidup mereka.