“Kuil kayu megah berusia lebih dari 800 tahun, damai, tidak ramai, dan gratis untuk dikunjungi — hanya beberapa langkah dari Stasiun Kyoto.”
Kōshō-ji didirikan pada tahun 1212 oleh Shinran Shonin, pendiri Jodo Shinshu (Buddhisme Tanah Murni), setelah ia diampuni dari pengasingan. Kuil ini awalnya didirikan di daerah Yamashina dan kemudian dipindahkan ke lokasi saat ini pada tahun 1591, di atas tanah yang diberikan oleh Toyotomi Hideyoshi.
Nama “Kōshō-ji” berarti “Memakmurkan Dharma yang Benar”, sebuah gelar yang diberikan oleh Kaisar Juntoku untuk menghormati Pangeran Shotoku, pelopor Buddhisme di Jepang.
Meskipun kuil ini secara historis bergerak bersama Hongan-ji, ia secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan pada tahun 1876, mendirikan sekte sendiri yang dikenal sebagai Shinshu Kosho-ha, yang melambangkan komitmennya yang lama terhadap integritas doktrinal.
Meskipun berbagi batas dengan Nishi Hongan-ji, Kōshō-ji mudah dibedakan. Kuil ini memiliki Gerbang Sanmon yang halus dengan ukiran kayu yang elegan, dinding plester putih, dan parit di sekitarnya — ciri khas kuil peringkat tinggi. Hubungan dekatnya dengan keluarga aristokrat Takatsukasa memberi Kōshō-ji status Monzeki, yang berarti didukung oleh keluarga kekaisaran dan bangsawan, yang menjelaskan gaya arsitekturnya yang bermartabat dan halus.
Lahan kuil didominasi oleh dua aula kayu besar yang dibangun kembali setelah kebakaran besar pada tahun 1902:
-
Goei-do (Aula Pendiri), selesai pada 1912, mengabadikan Shinran Shonin
-
Amida-do (Aula Buddha Amida), selesai pada 1915, berfungsi sebagai aula utama untuk upacara keagamaan
Dua struktur bersejarah selamat dari kebakaran dan tetap ada hingga saat ini: Belfry (1774) dan Repositori Sutra (Kyozo, 1848), keduanya merupakan contoh arsitektur kuil tradisional yang tak ternilai harganya.
Cara Menuju ke Sana
-
Dengan berjalan kaki: Sekitar 10–15 menit dari Stasiun Kyoto
-
Bus Kota Kyoto:
Turun di Nishi Honganji-mae atau Horikawa-Shichijo, lalu berjalan kaki 3–5 menit
Perjalanan
-
Pasar Loak: Diadakan pada tanggal 28 setiap bulan, menampilkan barang antik, barang buatan tangan, dan makanan lokal
-
Musim terbaik: Akhir Februari hingga awal Maret, saat bunga plum mekar dengan indah
-
Fotografi: Jauh lebih sepi daripada kuil-kuil terdekat — ideal untuk mengabadikan arsitektur kayu
-
Pelarian yang tenang: Tempat yang sempurna untuk bersantai setelah mengunjungi tempat-tempat wisata yang ramai
Biaya Masuk:
- Gratis
Jam Buka:
- Buka setiap hari, kira-kira pukul 06:00 – 17:00