“Terpesona oleh arsitektur perpaduan Thai-Barat di dalam halaman kerajaan tengah dan dalam, sambil melihat artefak mahakarya mulai dari periode Dvaravati hingga Rattanakosin dalam tampilan modern.”
Museum Nasional Raja Narai (King Narai National Museum) terletak di dalam Phra Narai Ratchaniwet, yang umumnya dikenal sebagai Istana Narai, sebuah kediaman kerajaan yang diprakarsai oleh Raja Narai Agung di kota Lopburi. Selama masa pemerintahannya, Lopburi diangkat menjadi ibu kota kerajaan kedua setelah Ayutthaya, menjadikan istana ini sebagai pusat utama politik, diplomasi, dan budaya di Siam abad ke-17.
Salah satu fitur paling khas dari Phra Narai Ratchaniwet adalah tata letak istana yang sistematis, yang dipengaruhi oleh arsitek Prancis dan Italia. Akibatnya, arsitektur ini menampilkan perpaduan harmonis antara gaya Barat dan tradisional Thai. Hal ini terutama terlihat pada pintu dan jendela dengan lengkungan runcing bergaya Gothic, fitur langka di antara situs bersejarah Thailand, yang mencerminkan periode ketika Siam secara aktif merangkul pengetahuan dan budaya Barat.
Kompleks museum dibagi menjadi beberapa bangunan pameran atau aula kerajaan. Yang paling signifikan adalah Aula Phiman Mongkut, yang menyimpan artefak arkeologi yang digali di Lopburi dan daerah sekitarnya. Koleksinya mencakup berbagai periode, termasuk zaman prasejarah, periode Dvaravati, periode Lopburi (Khmer), dan periode Ayutthaya. Sorotan termasuk gambar Buddha gaya Lopburi yang dihiasi dengan ornamen kerajaan, patung dewa Wisnu (Narai), keramik kuno, dan benda seni yang menggambarkan peran Lopburi yang telah lama menjadi pusat budaya dan perdagangan penting di wilayah tersebut.
Selain bangunan museum, pengunjung dapat menjelajahi Aula Chanthara Phisan, sebuah bangunan yang dibangun dengan gaya arsitektur tradisional Thai yang dulunya berfungsi sebagai aula audiensi kerajaan. Daerah sekitarnya juga menampilkan tembok kota kuno, benteng, dan bangunan pengadilan lainnya yang masih menyampaikan kemegahan bekas ibu kota kerajaan. Suasana di seluruh area istana terasa khusyuk, bermartabat, dan dinaungi oleh pepohonan besar, menciptakan lingkungan yang menyenangkan untuk dijelajahi.
Museum Nasional Raja Narai dapat dianggap sebagai perpustakaan sejarah yang hidup, yang menyatukan mahakarya seni dan arkeologi dalam satu kompleks. Ini adalah tujuan ideal untuk keluarga, siswa, dan wisatawan yang ingin mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah Thailand sambil menikmati arsitektur yang elegan dan lingkungan hijau yang tenang.
Pengunjung diundang dengan hangat untuk merasakan semangat bekas ibu kota kerajaan dan menghargai warisan budaya tak ternilai yang dilestarikan di Museum Nasional Raja Narai di Lopburi.
Cara Menuju ke Sana
Mobil Pribadi:
- Perjalanan ke pusat kota Lopburi; museum ini terletak di dekat Lingkaran Sa Kaeo dan stasiun kereta api. Parkir tersedia di depan dan samping istana.
Kereta Api:
- Turun di Stasiun Kereta Api Lopburi dan berjalan kaki sekitar 500 meter di sepanjang Jalan Sorasak untuk mencapai pintu masuk utama.
Van Umum:
- Naik van ke terminal Lopburi (dekat Lingkaran Sa Kaeo) dan lanjutkan dengan songthaew atau ojek ke depan istana.
Perjalanan
Musim Berkunjung Terbaik:
- Februari setiap tahunnya menampilkan "Pameran Raja Narai Agung," di mana pengunjung mengenakan kostum tradisional Thailand dan seluruh istana diterangi dengan indah.
Pakaian:
- Karena ini adalah situs kerajaan dan kantor pemerintahan, pengunjung harus berpakaian sopan (tidak memakai celana pendek atau atasan tanpa lengan). Mengenakan pakaian tradisional Thailand untuk foto sangat cocok dengan suasana.
Fotografi:
- Direkomendasikan pada sore hari (mulai pukul 15:30) ketika sinar matahari menyinari bangunan putih dan dinding bata tua, memberikan nada foto yang hangat dan lembut.
Aktivitas Khusus:
- Anda dapat meminta layanan pemandu sukarelawan untuk kuliah sejarah mendalam, yang membuat melihat artefak menjadi lebih bermakna dan menyenangkan.
Perencanaan:
- Alokasikan setidaknya 2-3 jam untuk melihat semua paviliun. Anda juga dapat berjalan ke situs terdekat seperti Wat Puen atau Wat Phra Si Rattana Mahathat karena sangat dekat.
Biaya Masuk
-
Pengunjung Thailand: 30 THB
-
Pengunjung Asing: 150 THB
Jam Buka
-
Buka: Rabu – Minggu (Tutup pada Senin, Selasa, dan Hari Libur Nasional)
-
Jam: 09:00 – 16:00 (Area istana/situs bersejarah tetap buka hingga 16:30)