Kuil Arun (Arun Temple), yang umumnya dikenal sebagai Kuil Fajar, adalah kuil kerajaan kelas satu dengan asal-usul yang berasal dari periode Ayutthaya. Awalnya bernama Wat Makok, kemudian dipugar dan diganti namanya oleh Raja Taksin, yang tiba di situs ini saat fajar setelah mendirikan Thonburi sebagai ibu kota baru. Sejak saat itu, kuil ini telah menjadi salah satu landmark paling ikonik di Bangkok dan tujuan yang wajib dikunjungi bagi wisatawan di seluruh dunia.
Fiturnya yang paling luar biasa adalah prang pusat (menara bergaya Khmer), yang dihiasi dengan megah dengan porselen berlapis warna-warni dan keramik Cina yang disusun menjadi pola bunga dan mitologi yang rumit. Pengunjung dapat memanjat sebagian prang untuk menikmati pemandangan panorama Sungai Chao Phraya dan Istana Agung di seberang sungai.
Menjaga pintu masuk adalah patung penjaga raksasa yang terkenal (Yak dari Kuil Arun), yang sering disebutkan bersama dengan raksasa Kuil Pho, melambangkan kemegahan seni religius Thailand selama periode Rattanakosin.
Di dalam aula penahbisan berdiri patung Buddha utama, Phra Buddha Dhammamisrarachalokathat Dilok, yang desain wajahnya dimodelkan oleh Raja Rama II sendiri. Biara yang mengelilingi aula menampilkan barisan patung batu Cina, yang mencerminkan hubungan perdagangan historis antara Siam dan Cina.
Saat matahari terbenam, prang bersinar hangat di bawah cahaya keemasan, dan setelah gelap, lampu sorot yang diterangi mengubah kuil menjadi pemandangan yang mengingatkan pada istana dongeng.
Saat ini, kegiatan populer di kalangan pengunjung adalah menyewa kostum tradisional Thailand untuk fotografi di dalam kompleks kuil, menciptakan gambar yang elegan dan kaya budaya. Mengambil perjalanan feri singkat ke dermaga Tha Tien untuk pemandangan panorama Kuil Arun dari restoran tepi sungai menawarkan perspektif tak terlupakan lainnya dari kuil tepi sungai yang megah ini.