Kuil Yannawa (Yannawa Temple) adalah biara kerajaan kelas tiga (worawihan) yang terletak di sepanjang Sungai Chao Phraya di kawasan Charoen Krung–Sathorn, Bangkok. Awalnya dikenal sebagai “Wat Khok Khwai,” kuil ini berasal dari periode Ayutthaya. Keunggulan sejarahnya meningkat secara signifikan selama era Rattanakosin awal.
Transformasi kuil yang paling luar biasa terjadi pada masa pemerintahan Raja Rama III. Menyadari pentingnya perdagangan maritim, raja memerintahkan renovasi besar-besaran kuil dan menugaskan pembangunan struktur kapal junk Cina (sampan) skala penuh untuk menggantikan stupa tradisional. Keputusan arsitektur inovatif ini mencerminkan kesadaran sejarah dan wawasan visioner.
Struktur berbentuk kapal junk berukuran sekitar 44 meter dan dibangun dari batu bata dan plester. Dirancang menyerupai kapal dagang Cina yang pernah mendominasi perdagangan regional, di dalamnya terdapat dua chedi (stupa) di area deknya. Chedi yang lebih besar memiliki dasar berlekuk dua belas sudut, sedangkan yang lebih kecil mengikuti bentuk lingkaran yang lebih konvensional.
Secara simbolis, kapal junk berfungsi sebagai monumen bagi era ketika Siam makmur melalui perdagangan maritim, khususnya dengan Cina. Raja Rama III juga meramalkan bahwa kapal junk tradisional Cina pada akhirnya akan digantikan oleh kapal uap bergaya Barat—sebuah prediksi yang kemudian menjadi kenyataan seiring dengan modernisasi perdagangan global.
Selain chedi kapal junk, kompleks kuil mencakup aula penahbisan yang dirancang dengan indah yang mengabadikan gambar Buddha utama dalam posisi Mara-Vijaya (menaklukkan Mara). Kuil ini juga menampilkan Gedung Maha Chedsadabodin, aula serbaguna bergaya Thailand yang digunakan untuk retret meditasi, upacara keagamaan, dan kegiatan masyarakat.
Terletak di sepanjang sungai dan dekat distrik bisnis modern Bangkok, Kuil Yannawa berfungsi sebagai tempat perlindungan spiritual dan landmark bersejarah. Kuil ini menawarkan wawasan kepada pengunjung tentang warisan maritim Thailand dan hubungan budaya Thailand–Cina yang berakar kuat yang membentuk perkembangan bangsa.