“Saksikan kapel Kristen pertama di dunia yang didekorasi dengan motif arsitektur Buddha (lengkungan atap bergaya Thailand dan ibu kota teratai) dan jelajahi rumah megah yang pernah dihuni oleh diplomat Prancis dan Constantine Phaulkon yang legendaris.”
Ban Luang Rap Ratchathut (Ban Luang Rap Ratchathut) , yang umumnya dikenal sebagai Ban Wichayen, adalah situs kuno yang memiliki signifikansi sejarah internasional yang terletak di utara Istana Raja Narai di Provinsi Lopburi. Dibangun pada masa pemerintahan Raja Narai yang Agung sekitar tahun 1685 M untuk berfungsi sebagai tempat tinggal dan aula resepsi bagi misi diplomatik Prancis pertama ke Siam, yang dipimpin oleh Chevalier de Chaumont, selama periode ketika diplomasi internasional berada pada puncaknya.
Kemudian, kompleks ini menjadi kediaman Constantine Phaulkon, juga dikenal sebagai Chao Phraya Wichayen, seorang bangsawan Yunani yang memiliki pengaruh besar di istana kerajaan Lopburi. Akibatnya, situs ini bukan hanya sekadar kediaman diplomatik tetapi juga pusat kekuatan politik, diplomasi, dan pertukaran budaya antara Siam dan dunia Barat selama periode Ayutthaya akhir.
Signifikansi arsitektur Ban Wichayen terletak pada perpaduan gaya Barat dan Timur yang harmonis. Bangunan utama dibangun dari batu bata dan mortar, menjulang dua lantai tinggi dalam gaya Renaisans Eropa, dengan pintu dan jendela melengkung yang elegan. Kompleks yang luas ini jelas dibagi menjadi tiga bagian utama.
Bagian timur terdiri dari bangunan tempat tinggal besar untuk delegasi diplomatik dan para pengikutnya, menampilkan tangga melengkung setengah lingkaran yang khas yang mencerminkan estetika Barat yang halus pada era tersebut.
Bagian tengah menampung sebuah gereja Kristen dan menara lonceng, yang dianggap sebagai fitur paling luar biasa dari situs ini. Sementara gereja mengikuti tata letak arsitektur Eropa, jendelanya dihiasi dengan lengkungan “ruan kaew” bergaya Thailand dan kolom kuncup teratai, melambangkan perpaduan budaya dan tradisi agama yang langka dan bermakna.
Bagian barat diyakini sebagai kediaman Chao Phraya Wichayen dan istrinya, Thao Thong Kip Ma, yang terkenal karena memperkenalkan makanan penutup dan teknik kuliner bergaya Barat ke istana kerajaan Siam.
Meskipun Ban Wichayen sekarang berdiri dalam reruntuhan, struktur yang tersisa masih menyampaikan kemegahan dan standar hidup canggih di masa lalu. Fitur-fitur seperti sistem penyimpanan air yang besar dan ruang bawah tanah—yang diyakini telah digunakan untuk menyimpan anggur atau barang-barang berharga—menyoroti pengaruh peradaban Barat. Situs ini berfungsi sebagai bukti penting tentang bagaimana pengetahuan dan budaya asing mengubah kota Lavo menjadi “ibukota kerajaan kedua,” salah satu pusat paling makmur dan kosmopolitan dalam sejarah Thailand.
Cara Menuju ke Sana
Mobil Pribadi:
- Terletak di Jalan Wichayen di kota tua Lopburi, sekitar 300 meter dari Prang Khaek.
Kereta Api:
- Berjalan kaki 10-15 menit (sekitar 700-800 meter) ke arah utara dari Stasiun Kereta Api Lopburi, melewati Istana Raja Narai.
Transportasi Umum:
- Songthaew lokal beroperasi di sepanjang jalan utama tepat di depan situs.
Perjalanan
Waktu yang Disarankan:
- Sore hari (3:30 - 4:30 sore) memberikan pencahayaan terbaik karena sinar matahari menembus lengkungan bata, menciptakan suasana dramatis dan nostalgia untuk foto.
Tempat Foto yang Wajib Dikunjungi:
- Pintu lengkung timur dan bagian depan kapel Katolik Roma menawarkan detail batu bata yang paling rumit.
Pakaian:
- Mengenakan kostum tradisional Thailand sangat populer di sini, menambah imersi sejarah.
Kegiatan Terdekat:
- Hanya berjalan kaki singkat ke Prang Khaek atau Museum Phra Narai Ratchaniwet (Istana Raja Narai).
Peringatan Monyet:
- Berhati-hatilah dengan barang-barang Anda dan hindari membawa makanan, karena monyet aktif di daerah perkotaan ini.
Biaya Masuk
-
Warga Negara Thailand: 10 THB
-
Warga Negara Asing: 50 THB
-
(Tiket gabungan untuk beberapa situs bersejarah di Lopburi mungkin tersedia)
Jam Buka
-
Buka Rabu – Minggu: 8:30 AM – 4:30 PM
-
Tutup pada hari Senin dan Selasa (Harap rencanakan dengan sesuai)