“Landmark Menara Jam Peringatan Vietnam adalah bangunan arsitektur kuno klasik di sepanjang Sungai Mekong. Nikmati udara segar, pemandangan menakjubkan sisi Laos, dan berikan penghormatan kepada patung suci Phaya Sri Sattanakarat untuk keberuntungan—semua di satu tempat.”
Jalan Pejalan Kaki Nakhon Phanom (Nakhon Phanom Walking Street) jauh lebih dari sekadar pasar malam; itu adalah lanskap budaya hidup yang berfungsi sebagai jantung sejarah dan sosial provinsi. Membentang di sepanjang Jalan Sunthon Wichit, yang sejajar dengan Sungai Mekong yang perkasa, pasar dimulai dari Menara Jam Peringatan Vietnam yang ikonik. Landmark ini dibangun pada tahun 1960 oleh komunitas Vietnam sebagai tanda terima kasih kepada masyarakat Nakhon Phanom sebelum repatriasi mereka. Jalan ini dipenuhi dengan bangunan bergaya kolonial bersejarah, sisa-sisa era Indochina yang memadukan estetika Barat dengan pesona Timur. Struktur-struktur yang terawat dengan baik ini, yang sekarang menjadi rumah bagi kafe butik dan wisma, mempertahankan penutup kayu asli dan fasad klasik mereka, menawarkan sekilas nostalgia ke masa lalu kota yang makmur.
Daya tarik sebenarnya bagi wisatawan terletak pada pengalaman multikultural Thai-Lao-Vietnam, yang paling menonjol diekspresikan melalui keragaman kulinernya. Pasar ini adalah pusat gastronomi untuk cita rasa lokal yang otentik, terutama masakan yang dipengaruhi Vietnam yang halus. Hidangan yang wajib dicoba termasuk crepes nasi kukus Vietnam yang baru dibuat, sandwich baguette pate renyah, dan sosis babi Nakhon Phanom yang terkenal. Selain itu, pasar menawarkan hidangan lezat segar dari Sungai Mekong dan hidangan Isan tradisional dengan bumbu lokal yang unik. Bagi pembeli, jalan ini menampilkan produk-produk berbasis komunitas premium (OTOP), terutama kain-kain celup nila yang indah dan sutra tenun tangan yang terkenal dengan pola-pola rumitnya, di samping kerajinan tangan kontemporer oleh seniman dan pemuda lokal.
Dalam hal pemandangan, jalan pejalan kaki ini secara luas dianggap menawarkan salah satu pemandangan tepi sungai yang paling menakjubkan di Thailand Timur Laut. Ia menyediakan pemandangan panorama tanpa halangan dari jajaran pegunungan batu kapur di Thakhek, Laos, di seberang sungai. Saat senja memudar, cahaya hangat dari lampu jalan menciptakan suasana romantis dan ramah. Jalur ini terhubung mulus ke Landmark Phaya Sri Sattanakarat, tempat pengunjung dapat menyaksikan tarian tradisional atau mengagumi replika perahu yang diterangi. Perpaduan antara kesederhanaan dan warisan mendalam ini memastikan bahwa Jalan Pejalan Kaki Nakhon Phanom bukan hanya tempat untuk berbelanja, tetapi tujuan untuk membenamkan diri dalam jiwa otentik kota perbatasan.
Cara Menuju ke Sana
- Jika Anda berada di pusat kota Nakhon Phanom, Anda dapat dengan mudah mencapai Jalan Sunthorn Vichit dengan becak bermotor (Skylab). Jika Anda mengemudi mobil pribadi, Anda dapat parkir di berbagai jalan samping yang sejajar dengan jalan pejalan kaki atau di dekat menara jam dan Alun-alun Phaya Sri Sattanakarat.
Perjalanan
-
Yang terbaik adalah tiba di area jalan pejalan kaki antara pukul 16:30 dan 17:00 untuk mendapatkan tempat duduk di tepi Sungai Mekong dan menikmati matahari terbenam yang paling indah di atas pegunungan di sisi Laos.
-
Banyak warung makanan Vietnam dan lokal cenderung memiliki antrean panjang, terutama warung Banh Mi (lumpia nasi kukus Vietnam) yang terkenal. Disarankan untuk memesan terlebih dahulu atau mengambil nomor antrean dan kemudian berjalan-jalan sambil menunggu untuk menghemat waktu.
-
Kenakan sepatu berjalan yang nyaman dan pakaian yang dapat bernapas, karena jalan pejalan kaki cukup panjang dan bisa menjadi panas dan lembab di awal malam.
-
Jika Anda mengemudi, disarankan untuk parkir di dekat patung Phaya Sri Sattanakarat atau di gang-gang yang sejajar dengan Jalan Sunthorn Vichit untuk akses mudah kembali ke mobil Anda dengan rute melingkar.
-
Jangan lewatkan kesempatan untuk berjalan ke ujung jalan pejalan kaki untuk memberikan penghormatan kepada patung Phaya Sri Sattanakarat, landmark penting, dan pada beberapa hari, ada pertunjukan tari tradisional langka untuk menghormati almarhum.
-
Siapkan uang tunai atau aplikasi perbankan untuk pembayaran, karena sebagian besar toko adalah warung pinggir jalan kecil. Meskipun sebagian besar sekarang menerima kode QR, memiliki uang tunai akan lebih nyaman.
-
Bawa tas kain yang dapat digunakan kembali sendiri untuk membantu mengurangi penggunaan kantong plastik saat membeli suvenir dan produk OTOP, mempromosikan ekowisata sejalan dengan tradisi masyarakat.
-
Periksa perkiraan cuaca sebelum bepergian. Jika musim hujan, bawalah payung atau jas hujan, karena ini adalah area terbuka di tepi sungai tempat angin bisa bertiup kencang dan hujan bisa turun tiba-tiba.
Biaya Masuk:
- Gratis (Tidak ada biaya masuk)
Jam Buka:
- Buka setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu dari pukul 17:00 – 21:00