Gerbang Torii kayu ini berdiri di antara Haiden (Aula Pemujaan) dan Honden (Aula Utama). Ini berfungsi sebagai batas suci yang menandai transisi ke tempat suci batin dewa. Arsitekturnya yang sederhana namun kokoh melengkapi struktur periode Kamakura di sekitarnya, menciptakan suasana spiritual yang mendalam di dalam kompleks kuil.