Patung itu digambarkan mengenakan baju zirah pertempuran tradisional, memegang pedang atau senjata kuno, yang melambangkan statusnya sebagai gubernur tertinggi Kota Chod (yang diyakini sebagai Mae Sot saat ini). Kesan artistiknya menekankan kehadiran yang berwibawa, memungkinkan pengunjung untuk merasakan otoritas penguasa kuno ini.