Arsitektur di Lopburi adalah perpaduan unik antara seni Khmer kuno, gaya Ayutthaya, dan pengaruh Barat yang diperkenalkan pada masa pemerintahan Raja Narai Yang Agung. Kita melihat penggunaan prang batu dan bata, simbol budaya Khmer, di samping bangunan yang menampilkan lengkungan runcing Gotik dan jendela bundar Renaissance. Penggunaan dinding tebal dan tinggi untuk menahan beban alih-alih kolom adalah teknik Eropa yang diadaptasi dengan bahan-bahan lokal seperti laterit dan batu bata yang diplester putih. Selain itu, arsitektur tradisional Thailand muncul di struktur atap dan pekerjaan plesteran yang menghiasi pedimen berbagai vihara dan balai tahta. Keanekaragaman ini membuat Lopburi terasa seperti museum terbuka, yang menampilkan evolusi pengerjaan dan pertukaran budaya global.