Gambar Buddha yang diukir di tebing Khao Chi Chan diciptakan dari visi untuk mengubah bekas tambang batu kapur menjadi tempat suci yang mencerminkan nilai-nilai spiritual dan budaya. Alih-alih hanya berfokus pada skala monumental, ukiran tersebut dirancang untuk mengekspresikan keyakinan yang selaras dengan lingkungan alam. Teknologi laser digunakan untuk menentukan garis luar dengan presisi, sebelum emas asli diletakkan di sepanjang garis ukiran. Setiap tahapan proses mewakili keseimbangan yang bijaksana antara pengetahuan modern dan spiritualitas tradisional Thailand. Akibatnya, gambar Buddha ini tidak hanya berdiri sebagai karya seni religius, tetapi juga sebagai catatan sejarah kontemporer yang mewujudkan pengabdian, keahlian, dan rasa hormat terhadap alam.