“Situs suci tempat iring-iringan pemakaman Tokugawa Ieyasu berhenti selama empat hari, sekarang menjadi rumah bagi Properti Budaya Penting yang dibuka untuk umum hanya pada hari-hari tertentu.”
Semba Tōshō-gū didirikan pada tahun 1633 untuk mengabadikan Tokugawa Ieyasu, pendiri Keshogunan Tokugawa. Setelah kematiannya pada tahun 1616, jenazahnya ditempatkan sementara di sini selama empat hari selama prosesi agung ke Nikkō Tōshō-gū. Peristiwa ini menyucikan situs tersebut dan menyebabkan pembangunan kuil, yang terkait erat dengan Kuil Kita-in di Kawagoe — sering disebut “Edo Kecil.”
Tempat-Tempat Menarik Utama
1) 50 Anak Tangga Batu & Gerbang Lambang Tokugawa
Pengunjung menaiki 50 anak tangga batu yang khusyuk menuju tempat suci utama. Di sepanjang jalan berdiri gerbang logam yang megah dihiasi dengan Lambang Hollyhock Tiga Rangkap (Aoi-mon) klan Tokugawa, melambangkan otoritas dan prestise suci keshogunan.
Tangga ini adalah salah satu sudut pandang paling kuat dan fotogenik di kuil.
2) Ukiran Kayu yang Rumit & Arsitektur Berwarna-warni
Honden (Aula Utama) dan Haiden (Aula Pemujaan) menampilkan ukiran kayu halus yang dicat dengan warna merah, emas, dan hijau yang hidup — karakteristik seni periode Edo awal dan dipengaruhi oleh Nikkō.
Perhatikan baik-baik untuk:
-
12 Ukiran Elang - Taka-bori
-
Potret yang dilukis dari “Tiga Puluh Enam Penyair Abadi” (Sanjūrokkasen)
Ini diakui sebagai Properti Budaya Penting Jepang.
3) 26 Lentera Batu
Di depan tempat suci berdiri 26 lentera batu yang disusun secara simetris. Ini disumbangkan oleh para penguasa Kawagoe berturut-turut sebagai persembahan untuk menghormati shogun. Mereka menyoroti peran sejarah Kawagoe sebagai kota satelit utama yang mendukung Edo (Tokyo).
4) Struktur Properti Budaya Penting
Beberapa elemen arsitektur ditetapkan secara nasional sebagai Properti Budaya Penting, termasuk:
-
Gerbang Karamon
Hebatnya, struktur ini selamat dari perang dan gempa bumi, melestarikan keahlian periode Edo asli mereka.
5) Asal Usul Lagu Anak-Anak “Antagata Dokosa”
Tradisi setempat mengatakan bahwa daerah ini terkait dengan asal usul lagu anak-anak rakyat Jepang yang terkenal “Antagata Dokosa.” Diyakini anak-anak menyanyikannya ketika berbicara dengan tentara dari Kumamoto yang ditempatkan di sini. Rambu informasi menjelaskan hubungan budaya ini.
Catatan Kunjungan Penting
Tidak seperti kebanyakan kuil Jepang, akses interior terbatas:
-
Halaman interior hanya dibuka pada hari Minggu dan hari libur nasional Jepang
-
Jam Buka: 10:00 – 16:00 (Layanan pemandu sukarelawan dapat berakhir sekitar pukul 15:00)
Pada hari kerja, gerbang depan biasanya terkunci. Pengunjung hanya dapat melihat bagian luar dan tanaman hijau di sekitarnya dari luar.
Cara Menuju ke Sana
-
Dari Tokyo, naik Jalur Tobu Tojo atau Jalur Seibu Shinjuku ke Stasiun Kawagoe.
-
Dari Stasiun Kawagoe, naik bus (kira-kira 10–15 menit) dan turun di dekat Kuil Kita-in.
-
Dari Kuil Kita-in, hanya berjalan kaki singkat ke kuil.
-
Dapat dengan mudah dikombinasikan dengan kunjungan ke Jalan Kurazukuri dan situs bersejarah lainnya di Kawagoe.
Perjalanan
-
Kunjungi pada hari Minggu atau hari libur nasional Jepang jika Anda ingin memasuki halaman kuil bagian dalam.
-
Selalu periksa jadwal pembukaan terlebih dahulu, karena pembukaan khusus dapat bervariasi.
-
Musim semi (musim bunga sakura) dan musim gugur (dedaunan musim gugur) menawarkan suasana paling indah.
-
Sisihkan 30–45 menit untuk kunjungan eksterior, atau sekitar 60 menit jika akses interior tersedia.
Biaya Masuk:
-
Halaman luar: Gratis
-
Akses interior (bila dibuka khusus): Sekitar 500 yen (untuk dukungan pelestarian)
Jam Buka: (Penting – Harap Verifikasi Sebelum Berkunjung)
-
Akses interior: Hanya hari Minggu dan hari libur nasional Jepang,
-
Jam Buka: 10:00 – 16:00 (Layanan pemandu sukarelawan dapat berakhir sekitar pukul 15:00)
Pada hari kerja, gerbang depan biasanya terkunci, dan akses jarak dekat ke bangunan utama tidak diizinkan.
\n