“Rasakan keanggunan pagoda kembar suci yang menyimpan Relik Suci dan tanah dari empat situs suci Buddha, menampilkan gaya arsitektur terapan Thailand yang unik yang menjalin sejarah bangsa dengan semangat demokrasi.”
Kuil Phra Sri Mahathat Woramahawihan (Phra Sri Mahathat Woramahawihan Temple) adalah biara kerajaan kelas satu yang didirikan pada tahun 1940 selama era pemerintahan Partai Rakyat. Kuil ini dibangun sebagai monumen peringatan transisi Thailand menuju demokrasi konstitusional dan sebagai pusat spiritual bagi rakyat Thailand.
Phra Maha Chedi Sri Mahathat – Simbol Keyakinan
Landmark paling ikonik dari kuil ini adalah Phra Maha Chedi Sri Mahathat, sebuah stupa berbentuk lonceng putih yang megah. Stupa ini menyimpan relik suci Buddha yang dibawa dari India, serta cabang pohon Sri Maha Bodhi yang dihormati.
Chedi agung ini tidak hanya berdiri sebagai titik fokus keagamaan tetapi juga sebagai monumen simbolis yang mencerminkan periode transformatif dalam sejarah Thailand. Para umat mengunjungi untuk mencari berkah untuk kemakmuran, kedamaian, dan kesejahteraan spiritual.
Arsitektur Thailand Kontemporer
Kompleks kuil ini menampilkan desain arsitektur Thailand kontemporer, yang ditandai dengan kesederhanaan, garis-garis bersih, dan keanggunan yang bermartabat. Aula penahbisan menyimpan replika gambar Phra Buddha Sihing yang dihormati.
Di luar peran religiusnya, kuil ini juga berfungsi sebagai tempat peristirahatan abu anggota terkemuka Partai Rakyat dan kontributor nasional, menambahkan makna historis dan politik yang mendalam ke situs tersebut. Kuil ini menawarkan kesempatan unik untuk menjelajahi akar politik modern Thailand melalui seni dan arsitektur Buddha.
Suaka Urban yang Tenang
Meskipun terletak di distrik Bang Khen yang sibuk, kuil ini menyediakan lingkungan yang damai dan teduh. Jalan setapak yang dipenuhi pepohonan mengelilingi chedi utama, menciptakan suasana yang menyegarkan yang ideal untuk meditasi dan refleksi yang tenang.
Pada hari-hari suci Buddha yang penting seperti Visakha Bucha dan Makha Bucha, prosesi cahaya lilin di sekitar chedi besar menciptakan pemandangan yang menakjubkan dan membangkitkan semangat secara spiritual.
Surga Fotografi Arsitektur
Dengan chedi putih bersihnya yang kontras dengan langit biru, kuil ini menjadi tujuan favorit bagi fotografer arsitektur. Interaksi cahaya dan bayangan di sepanjang biara pada sore hari meningkatkan daya tarik visualnya.
Tata letak yang luas dan jalan setapak yang mudah diakses juga menjadikannya tempat yang nyaman bagi keluarga dan pengunjung lanjut usia yang mencari pembuatan pahala dan relaksasi.
Kami dengan hangat mengundang Anda untuk mengalami ketenangan dan merenungkan warisan sejarah Thailand yang kaya di kuil perkotaan yang luar biasa ini—di mana keyakinan, seni, dan sejarah berpadu secara harmonis.
Cara Menuju ke Sana
BTS Skytrain:
- Naik Green Line (Sukhumvit Line) ke Stasiun Wat Phra Sri Mahathat. Gunakan Pintu Keluar 1 atau 2; pintu masuk kuil hanya beberapa langkah saja.
Bus:
- Rute 26, 34, 39, 59, 114, 503, 522, dan bus lainnya yang melewati Jalan Phahonyothin.
Mobil Pribadi:
- Tempat parkir yang luas tersedia di dalam kuil, meskipun bisa ramai selama akhir pekan atau upacara keagamaan.
Perjalanan p>Musim Terbaik untuk Mengunjungi:
- Dapat dikunjungi sepanjang tahun, tetapi November hingga Januari menawarkan cuaca yang lebih sejuk, ideal untuk berjalan-jalan di sekitar area pagoda luar ruangan.
Alas Kaki dan Kode Pakaian:
- Harap berpakaian sopan (hindari celana pendek, kemeja tanpa lengan, atau rok pendek) untuk menunjukkan rasa hormat kepada situs suci.
Fotografi:
- Fotografi umumnya diizinkan di sekitar area kuil, tetapi harap tetap menghormati dan tidak mengganggu mereka yang melakukan ritual keagamaan.
Makanan dan Budaya Lokal:
- Area di depan kuil dan lingkungan Bang Khen menampilkan makanan jalanan terkenal dan pasar lokal dengan berbagai makanan ringan tradisional.
Perencanaan Perjalanan:
- Untuk menghindari kemacetan, menggunakan BTS sangat disarankan karena terhubung langsung dan merupakan pilihan tercepat.
Biaya Masuk
-
Pengunjung lokal: Gratis
-
Pengunjung asing: Gratis
Jam Buka:
-
Jam buka harian umum: 08:00 – 18:00
-
Aula Penahbisan mungkin memiliki akses terbatas selama jam nyanyian biarawan