“Sebuah pasar pagi tepi sungai yang menampilkan pemberian sedekah rakit bambu, masakan Karen otentik, lingkungan alam yang indah, dan suasana komunitas yang damai.”
Pasar Oh Poy (Oh Poy Market) adalah pasar komunitas yang didirikan melalui kerja sama penduduk desa setempat, kuil, dan sekolah terdekat. Tujuannya adalah untuk menghasilkan pendapatan berkelanjutan bagi komunitas sambil melestarikan dan mewariskan tradisi dan budaya masyarakat Pga K'nyau (Karen). Nama "Oh Poy" berasal dari bahasa Karen dan berarti "untuk bersantai" atau "untuk beristirahat," yang secara sempurna mencerminkan konsep pasar untuk mengajak pengunjung melambat dan menikmati alam di sepanjang tepi Sungai Phachi yang damai.
Pasar ini terletak di bawah naungan pepohonan besar di tepi sungai, menciptakan suasana yang sejuk dan menenangkan. Sebagian besar pedagang adalah penduduk setempat yang mengenakan pakaian tradisional Karen tenun tangan yang indah. Mereka menawarkan produk pertanian segar, kerajinan tangan, dan makanan tradisional lokal yang disiapkan menggunakan bahan-bahan yang bersumber secara lokal dan resep yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Daya tarik paling ikonik dari pasar ini adalah upacara pemberian sedekah rakit bambu, di mana para biksu dari Wat Pa Tha Than melakukan perjalanan di sepanjang Sungai Phachi dengan rakit bambu untuk menerima sedekah dari pengunjung dan penduduk setempat di pagi hari. Upacara unik ini menciptakan pengalaman budaya yang damai dan tak terlupakan, memungkinkan pengunjung untuk berpartisipasi dalam perbuatan baik Buddhis sambil menghargai gaya hidup tepi sungai tradisional komunitas. Ini telah menjadi citra khas dan salah satu pengalaman pasar pagi paling khas di Thailand.
Pecinta makanan akan menemukan banyak makanan khas lokal yang langka, termasuk Khao Bor (bungkus nasi Karen), Khanom Daek Nga (manisan wijen hitam), teh Assam yang direbus dalam bambu, salad nasi herbal, dan sayuran lokal musiman. Makanan penutup tradisional segar, minuman yang diseduh secara lokal, tekstil tenun, kerajinan bambu, keranjang, dan suvenir buatan tangan yang diproduksi oleh anggota komunitas juga tersedia di seluruh pasar.
Fitur khas lain dari Pasar Oh Poy adalah konsep Pasar Ramah Lingkungan (Eco Market). Komunitas secara aktif mempromosikan konservasi lingkungan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik dan wadah busa, menggantinya dengan daun pisang, wadah bambu, bahan alami, dan keranjang anyaman. Pasar ini didekorasi dengan indah dengan hiasan gantung jaring laba-laba buatan tangan berwarna-warni yang dikenal sebagai "Khang Khao," kerajinan tradisional Karen yang dipercaya membawa perlindungan dan keberuntungan. Dekorasi ini telah menjadi salah satu spot foto paling dikenal di pasar.
Setiap akhir pekan dan hari libur nasional, pengunjung juga dapat menikmati berbagai kegiatan budaya, termasuk pertunjukan musik tradisional Karen, tarian rakyat oleh pemuda setempat, demonstrasi kearifan lokal, dan lokakarya DIY di mana para tamu dapat membuat suvenir buatan tangan mereka sendiri. Pengalaman-pengalaman ini menjadikan Pasar Oh Poy tujuan ideal untuk keluarga, fotografer, wisatawan budaya, dan siapa pun yang ingin mengalami gaya hidup otentik komunitas Karen yang selaras dengan alam.
Cara Menuju ke Sana
-
Dengan Mobil Pribadi: Dari Kota Ratchaburi, ambil Jalan Raya 3208 menuju Distrik Suan Phueng. Lanjutkan melewati pusat distrik, lalu belok ke Jalan Raya 4017 (jalan menuju Air Terjun Kao Chon dan Pemandian Air Panas Bo Klueng). Berkendara sekitar 4 kilometer, dan Anda akan menemukan pintu masuk Pasar Oh Poy di sisi kanan, tepat di seberang Wat Pa Tha Than. Area parkir komunitas tersedia untuk pengunjung.
-
Dengan Transportasi Umum: Naik van atau bus dari Bangkok ke Kota Ratchaburi atau Distrik Chom Bueng, lalu transfer ke layanan bus lokal Ratchaburi–Suan Phueng dan turun di halte bus Suan Phueng. Dari sana, disarankan untuk menyewa taksi lokal atau menyewa sepeda motor untuk menuju pasar, yang terletak hanya beberapa kilometer jauhnya dan paling baik dikunjungi pada pagi hari.
Perjalanan
- Tiba sebelum pukul 07.00 pagi untuk mengikuti upacara pemberian sedekah rakit bambu yang terkenal, yang biasanya dimulai antara pukul 07.30 pagi dan 08.00 pagi. Set sedekah yang dikemas dalam keranjang anyaman tradisional tersedia untuk dibeli dari pedagang lokal di dalam pasar.
- Jangan lewatkan hidangan lokal otentik, termasuk Khao Bor (bungkus nasi Karen), Khanom Daek Nga (manisan wijen), teh Assam yang direbus dalam tabung bambu, dan hidangan tradisional yang baru disiapkan setiap pagi menggunakan bahan-bahan lokal.
- Nikmati pertunjukan budaya dan aktivitas DIY, seperti membuat ornamen jaring laba-laba berwarna-warni, menonton pertunjukan musik dan tari rakyat Karen, dan belajar tentang kerajinan tangan tradisional dari anggota komunitas.
- Kenakan pakaian tenun tangan tradisional Karen untuk foto-foto yang tak terlupakan. Pengunjung dapat menyewa atau membeli pakaian tenun berwarna-warni dari toko-toko di dalam pasar agar menyatu indah dengan suasana lokal.
- Bawa tas belanja atau keranjang Anda sendiri yang dapat digunakan kembali untuk mendukung konsep ramah lingkungan pasar, yang mendorong pengunjung untuk mengurangi limbah plastik dan mempromosikan pariwisata berkelanjutan.
Biaya Masuk:
- Masuk gratis. Tidak ada biaya masuk untuk mengunjungi pasar. Pengunjung didorong untuk mendukung komunitas lokal dengan membeli makanan, produk pertanian, kerajinan tangan, dan suvenir langsung dari pedagang lokal atau dengan memberikan donasi selama kunjungan mereka.
Jam Buka:
Buka hanya pada Hari Sabtu, Minggu, dan Hari Libur Nasional
- 07.00 pagi – 02.00 siang
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah antara pukul 07.00 pagi dan 10.00 pagi, saat cuaca sejuk dan menyenangkan, memungkinkan pengunjung untuk berpartisipasi dalam upacara pemberian sedekah rakit bambu dan menikmati pilihan terluas makanan tradisional sebelum banyak item populer terjual habis di pagi hari.