“Memetik stroberi segar, mengagumi mekarnya bunga Nang Phaya Sua Khrong, merasakan cara hidup suku Hmong, dan mencicipi kopi lokal.”
Kebun Stroberi Ban Hmong (Ban Hmong Strawberry Farm) menjadi tujuan Golden Hour utama ketika angin musim dingin menyapu Chiang Mai dari Januari hingga Februari. Selama musim puncak ini, seluruh desa dilukis dengan warna merah muda lembut oleh mekarnya bunga Sakura Himalaya Liar, juga dikenal sebagai Sakura Thailand, yang memamerkan keindahannya di udara pegunungan yang dingin. Hal yang wajib dikunjungi adalah Kebun Stroberi milik penduduk desa Hmong, yang bertingkat-tingkat di sepanjang lereng gunung. Di sini, Anda dapat merasakan berjalan melalui ladang yang dipenuhi dengan stroberi Phra Ratchathan 80 berwarna merah cerah, yang terkenal karena rasanya yang manis, berair, dan beraroma unik. Melihat cara hidup suku gunung di tengah kabut putih dan lanskap bunga merah muda adalah dorongan energi instan bagi setiap pelancong.
Kebun Stroberi Khun Chang Kian dan desa di sekitarnya menawarkan lebih dari sekadar bunga dan buah; ada banyak kegiatan untuk ditekuni. Anda dapat mulai dengan menyewa pakaian tradisional Hmong berwarna-warni untuk sesi foto bertema yang dijamin akan memeriahkan umpan media sosial Anda. Setelah itu, beristirahatlah dengan secangkir Kopi Khun Chang Kian, biji Arabika asli yang ditanam dan dipanggang tepat di atas gunung, memberikan aroma yang kaya yang sangat cocok untuk melawan cuaca dingin. Desa ini juga menampilkan tempat makan lokal dan warung yang menjual barang-barang hutan seperti buah plum segar, kesemek, dan kerajinan tangan. Berjalan-jalan ke jantung desa memungkinkan Anda untuk menyaksikan gaya hidup tradisional, melihat pertanian terasering, dan bertukar senyum dengan anak-anak Hmong yang ramah, memberikan area tersebut jiwa yang lebih dari sekadar menjadi objek wisata.
Kebun Stroberi Khun Chang Kian menyediakan peluang foto premium untuk pembuat konten, mulai dari terowongan bunga merah muda yang melengkung di atas jalan hingga pemandangan panorama ladang stroberi dengan latar belakang pegunungan yang kompleks. Bagi mereka yang mencari ketenangan, tiba saat fajar untuk menyaksikan matahari terbit melalui lautan kabut yang mengalir di antara punggung bukit sangat dianjurkan. Mencicipi stroberi besar yang dipetik langsung dari tanaman dalam suhu satu digit adalah pengalaman yang membahagiakan yang tidak akan Anda temukan di tempat lain. Khun Chang Kian benar-benar titik pertemuan yang sempurna antara alam dan kebahagiaan selama musim dingin.
Cara Menuju ke Sana
- Berkendara di sepanjang Jalan Sri Wichai, melewati Wat Phra That Doi Suthep dan Desa Hmong Doi Pui, lalu berkendara lagi sekitar 4–6 kilometer.
- Mobil Merah (Songthaew): Disarankan untuk memarkir mobil Anda di tempat parkir Wat Phra That Doi Suthep dan kemudian menyewa atau menegosiasikan tumpangan dengan songthaew merah hingga Khun Chang Khian.
Perjalanan
-
Musim Stroberi: Desember – Februari
-
Musim Mekar Nang Phaya Sua Khrong: Akhir Desember – Pertengahan Januari
-
Mengemudi: Jika bepergian selama musim puncak dengan lalu lintas padat, disarankan untuk menggunakan layanan taksi demi keamanan.
-
Pakaian: Siapkan pakaian hangat karena cuacanya sejuk sepanjang tahun, terutama di pagi dan sore hari.
-
Biaya Masuk: Siapkan uang tunai untuk biaya kebun stroberi.
Biaya Masuk/Biaya Layanan:
-
Area Desa dan Stasiun Penelitian: Gratis.
-
Kebun Stroberi: Bagi mereka yang ingin masuk untuk fotografi atau memetik stroberi, beberapa kebun pribadi mungkin mengenakan biaya masuk sekitar 20 - 40 THB per orang.
Jam Buka:
-
Jam Kunjungan Umum: Buka setiap hari mulai pukul 08:30 – 16:30.
-
Baan Hmong Khun Chang Kian (Area Desa): Pengunjung dapat berjalan-jalan melalui desa dan mengamati cara hidup setempat sepanjang hari hingga sore hari.