Benteng Wichai Prasit (Wichai Prasit Fort) adalah salah satu landmark paling signifikan secara historis di sepanjang Sungai Chao Phraya. Awalnya dikenal sebagai “Benteng Wichaiyen” atau “Benteng Bangkok,” benteng ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Narai dari Ayutthaya. Pembangunan diawasi oleh Constantine Phaulkon (Chao Phraya Wichayen), mengikuti prinsip-prinsip teknik militer Barat—khususnya Prancis. Peran utamanya adalah untuk mempertahankan jalur sungai yang menuju ke ibu kota Ayutthaya.
Selama periode Thonburi, Raja Taksin mendirikan Thonburi sebagai ibu kota baru dan memilih lokasi tepi sungai yang strategis ini untuk istana kerajaannya. Dia menamai situs itu “Benteng Wichai Prasit” untuk keberuntungan, mengintegrasikannya ke dalam apa yang sekarang dikenal sebagai Istana Thonburi. Benteng ini menjadi kubu pertahanan penting yang melindungi ibu kota selama masa pemerintahannya.
Secara arsitektur, benteng ini dibangun dari batu bata dan mortir, menampilkan dinding pertahanan berlapis ganda. Dinding luar membentuk struktur segi delapan yang memanjang ke arah sungai, dilengkapi dengan embrasure meriam dan menara pengawas — mencerminkan desain militer canggih pada masanya.
Saat ini, benteng tersebut tetap berada di bawah pengawasan Angkatan Laut Kerajaan Thailand dan terus berfungsi sebagai fungsi seremonial, termasuk penghormatan senjata kerajaan selama acara-acara kenegaraan penting. Ia juga menampung tiang bendera angkatan laut di samping bendera Panglima Angkatan Laut Kerajaan Thailand.
Suasana di sekitar benteng itu tenang dan bermartabat. Dinding putihnya sangat kontras dengan warna biru tua Sungai Chao Phraya dan langit terbuka. Pengunjung dan penggemar sejarah sering mengagumi dan memotret benteng dari pelayaran sungai atau sebagai bagian dari kunjungan ke Istana Thonburi, mendapatkan wawasan tentang warisan militer Thailand yang kaya dan keberanian nenek moyangnya.