“Berikan penghormatan kepada kuti kayu (tempat tinggal biksu) dan relik Luang Pu Mun Bhuridatto, guru yang dihormati dari tradisi monastik hutan, di salah satu biara yang paling signifikan secara historis. Suasana hutan yang tenang dan damai kondusif untuk praktik spiritual.”

Wat Pa Phurithatthirawat, atau lebih umum dikenal sebagai Wat Pa Nong Phue, adalah tempat perlindungan luar biasa yang terletak di sub-distrik Na Nai yang damai. Jauh dari sekadar tempat ibadah, kuil ini berdiri sebagai pusat dan tempat lahir spiritual dari Tradisi Hutan Thailand. Signifikansi historisnya sangat penting, karena itu adalah tempat tinggal terakhir dari Guru Agung Ajahn Mun Bhuridatta, yang menghabiskan lima masa retret hujan berturut-turut terakhirnya (1945–1949) di sini setelah diundang oleh Ajahn Louis Chandasaro. Terlepas dari usianya yang lanjut, Ajahn Mun memanfaatkan tahun-tahun terakhir ini untuk memperkuat fondasi Tentara Dhamma Hutan, membimbing murid-murid terkemuka seperti Luang Pu Tet, Luang Pu Fan, dan Luang Ta Maha Bua, banyak di antaranya kemudian menjadi guru legendaris dalam hak mereka sendiri.

Tata letak dan struktur kuil sengaja dirancang untuk selaras sempurna dengan hutan belantara di sekitarnya, dengan mengikuti secara ketat tradisi pertapa dan kesederhanaan. Titik fokus bagi para peziarah adalah Museum Ajahn Mun Bhuridatta, sebuah paviliun bergaya Thailand yang memancarkan rasa ketenangan yang mendalam. Di dalamnya, ia menyimpan relik suci (Sarira) dari Ajahn Mun—relik yang secara ajaib telah berubah menjadi bentuk seperti kristal—bersama dengan rambut dan sisa-sisa giginya. Sebuah patung perunggu seukuran aslinya dari sang guru dalam postur meditasi berfungsi sebagai titik fokus untuk refleksi, mengingatkan pengunjung akan kebijaksanaan mendalam yang ia berikan. Situs penting lainnya adalah Kuti kayu asli (gubuk biksu), sebuah struktur sederhana yang ditinggikan dengan atap bergelombang tempat Ajahn Mun tinggal. Gubuk ini telah dilestarikan dengan sangat hati-hati, menampilkan kebutuhan pribadinya dan barang-barang sederhana, yang merupakan bukti kehidupannya yang penuh kepuasan dan ketidakpedulian.

Di luar situs monumental, seluruh perimeter Wat Pa Nong Phue tetap menjadi kawasan hutan yang dilestarikan secara ketat. Jalur yang menghubungkan berbagai gubuk berfungsi sebagai jalur meditasi berjalan, ditutupi pasir halus dan dijaga kebersihannya oleh para biksu yang tinggal sebagai bentuk "Bucha," atau praktik kebaktian. Kanopi pepohonan kuno yang luas dan suara-suara alam di sekitarnya menyediakan lingkungan "Sappaya"—lingkungan yang sangat kondusif untuk meditasi mendalam dan kebangkitan spiritual. Kunjungan ke kuil ini mirip dengan melakukan perjalanan kembali ke masa lalu ke era Dhamma yang paling berkembang di Thailand. Ia menawarkan kesempatan langka untuk mengisi ulang semangat seseorang dengan menyentuh warisan "Bapak Tradisi Hutan Thailand," yang kehidupannya yang penuh ketekunan yang tak tergoyahkan terus menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia.


Cara Menuju ke Sana
  • Dari kota Sakon Nakhon, ambil Jalan Raya 22 menuju Distrik Phanna Nikhom (sekitar 60 km, 1 jam). Terus ikuti rambu ke Ban Nong Phue hingga mencapai biara.

Perjalanan
  • Berpakaianlah dengan sopan dan hormat; pakaian putih direkomendasikan untuk latihan meditasi.

  • Jaga keheningan dan kesadaran di dalam area biara.

  • Kunjungi chedi dan kuti untuk signifikansi historis dan spiritual.


Biaya Masuk:

  • Gratis

Jam Buka:

  • Buka Setiap Hari mulai pukul 7:00 hingga 17:00.

Wat Pa Phurithatthirawat

Bagikan

T.Na Nai, A.Phanna Nikhom, Sakon Nakhon 47130 Map

Daftar 0 ulasan |

Buka sekarang : 7.00 - 17.00

Mon7.00 - 17.00
Tue7.00 - 17.00
Wed7.00 - 17.00
Thu7.00 - 17.00
Fri7.00 - 17.00
Sat7.00 - 17.00
Sun7.00 - 17.00

19

Kelola perjalanan Anda

Delete

Semua ulasan

(Daftar 0 ulasan)