“Temukan jejak kaki ornithopod Cretaceous langka yang berusia lebih dari 100 juta tahun. Menampilkan jejak yang terawat sangat baik di atas batu pasir merah, situs ini menawarkan wawasan paleontologi kelas dunia di tepi Sungai Mekong.”
Taman Jejak Kaki Dinosaurus Tha Uthen (Dinosaur Footprints Park Tha Uthen), Nakhon Phanom, berdiri sebagai salah satu situs paleontologi terpenting di Thailand dan Asia Tenggara. Situs ini menampilkan koleksi jejak prasejarah yang luas yang terawetkan di lapisan tebal batu pasir merah di dalam Formasi Phu Kradung, yang berasal dari periode Kapur Awal—sekitar 100 hingga 140 juta tahun yang lalu. Jejak-jejak ini ditemukan secara tidak sengaja selama kegiatan penggalian batu di sepanjang Sungai Mekong, mengungkapkan pergerakan makhluk yang menghuni wilayah ini jauh sebelum pergeseran geografis besar membentuk kembali benua tersebut.
Kepentingan akademis situs ini terletak pada keberadaan jejak kaki dinosaurus "Ornithopod"—herbivora bipedal yang dicirikan oleh kaki tiga jari, relatif tumpul, dan lebar. Variasi ukuran jejak ini menunjukkan adanya struktur sosial, seperti kawanan atau kelompok keluarga yang bergerak bersama. Selain itu, penemuan ini mencakup jejak kaki kecil dan langka yang menyerupai jejak kaki merak, yang diklasifikasikan oleh ahli geologi di bawah kelompok "Ignotornis", yang sangat langka dalam skala global. Ichofosil (fosil jejak) ini melakukan lebih dari sekadar mengidentifikasi spesies; mereka bertindak sebagai catatan perilaku, memberikan wawasan tentang arah perjalanan hewan, kecepatan berjalan, dan paleoenvironment, yang kemungkinan merupakan dataran banjir di dekat sistem sungai kuno.
Saat ini, Departemen Sumber Daya Mineral, bekerja sama dengan pemerintah daerah, telah mengembangkan situs ini menjadi pusat pembelajaran yang komprehensif. Struktur arsitektur semi-terbuka telah dibangun untuk melindungi lubang penggalian, melindungi batu pasir yang rapuh dari radiasi matahari, erosi air hujan, dan fluktuasi suhu yang dapat menyebabkan batu tersebut retak. Di dalamnya, jalan setapak yang ditinggikan memungkinkan pengunjung untuk mengamati jejak kaki dengan jelas tanpa mengganggu artefak. Pusat ini dilengkapi dengan tampilan pendidikan terperinci yang menjelaskan proses fosilisasi dan hubungan antara ekosistem kuno di cekungan Khorat dan Sakon Nakhon, menjadikannya ruang kelas alami yang tak ternilai harganya bagi siswa dan wisatawan yang mencari hubungan mendalam dengan masa lalu Bumi yang jauh.
Cara Menuju ke Sana
- Dari kota Nakhon Phanom, ambil Jalan Raya 212 (Jalan Chayangkoon) menuju distrik Tha Uthen. Lewati distrik menuju provinsi Bueng Kan. Pada sekitar kilometer 180-181, akan ada rambu yang jelas yang menunjukkan untuk belok kiri ke Ban Phanom.
Perjalanan
-
Kenakan sepatu berjalan yang nyaman untuk jalan setapak yang ditinggikan di dalam pusat.
-
Bawa kipas portabel atau kipas tangan karena bisa sangat lembap di dalam gedung.
-
Menggunakan senter pada sudut miring membantu menyoroti kedalaman jejak kaki.
-
Hindari secara ketat menginjak atau menyentuh permukaan batu pasir untuk mencegah erosi.
-
Tiba sebelum pukul 10:00 pagi untuk pencahayaan alami terbaik untuk fotografi.
-
Bawa air minum Anda sendiri karena toko-toko terdekat mungkin memiliki persediaan terbatas.
-
Hubungi pusat terlebih dahulu jika berkunjung sebagai rombongan untuk meminta tur berpemandu.
-
Periksa perkiraan cuaca setempat karena hujan lebat dapat memengaruhi jalan akses.
Biaya Masuk:
- Masuk Gratis (Tidak ada biaya masuk untuk pengunjung Thailand dan asing)
Jam Buka:
-
Buka setiap hari dari pukul 08:00 – 17:00 (Termasuk hari libur nasional)