“Kagumi Mahathat Chedi Mongkol Sitthacharn yang berwarna keemasan dan berikan penghormatan kepada jasad suci Luang Por Ruay di dalam peti kaca untuk berdoa memohon keberuntungan, kemakmuran, dan berkah.”
Kuil Tako (Tako Temple) adalah kuil Buddha yang besar dan signifikan yang berfungsi sebagai pusat utama keyakinan di Distrik Pachi, Provinsi Phra Nakhon Si Ayutthaya. Kuil ini secara luas dihormati sebagai bekas kediaman dan tempat penyebaran Dhamma Luang Por Ruay Pasathiko, mantan kepala biara yang terkenal karena belas kasihnya yang tak terbatas, cara hidup yang rendah hati, dan kebajikan spiritual yang mendalam. Reputasi dan pengaruh moralnya telah menarik umat dari semua lapisan masyarakat, menjadikan Kuil Tako sebagai tempat perlindungan spiritual yang penting bagi orang-orang dari seluruh negeri.
Sejarah Kuil Tako terkait erat dengan masyarakat setempat dan terus berkembang dari waktu ke waktu, terutama pada era Luang Por Ruay. Di bawah bimbingannya, kuil diperluas dan dikembangkan dengan hati-hati untuk mengakomodasi semakin banyaknya umat. Halaman kuil luas, teratur, dan terpelihara dengan indah, mencerminkan niat untuk menciptakan tempat yang didedikasikan untuk penyebaran ajaran Buddha dan untuk memberikan kedamaian batin dan dukungan spiritual bagi semua pengunjung.
Landmark paling menonjol dari Kuil Tako adalah Phra Maha That Chedi Mongkol Sithacharn, sebuah stupa megah bergaya Thailand yang menjulang megah di atas halaman kuil. Chedi ini didekorasi dengan indah dalam nuansa emas dan putih dan dibangun untuk menghormati kebajikan dan pahala spiritual Luang Por Ruay. Di dalam tingkat bawah chedi terletak jasad Luang Por Ruay yang diawetkan di dalam peti kaca, memungkinkan umat untuk memberikan penghormatan mereka dan mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas belas kasih dan bimbingan moralnya.
Pengunjung yang datang untuk memuja Luang Por Ruay sering membuat harapan yang tulus untuk kesuksesan dan kemakmuran dalam hidup, terutama dalam hal kekayaan, stabilitas karier, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Aspirasi ini selaras dengan ajaran Luang Por Ruay, yang menekankan menjadi "kaya" tidak hanya dalam kekayaan materi tetapi juga dalam kemurahan hati, kebaikan, dan integritas moral, mendorong para pengikut untuk menjalani kehidupan yang saleh dan penuh kasih.
Suasana sekitar Kuil Tako ditingkatkan oleh taman-taman yang tertata indah, area istirahat terbuka lebar, dan plaza aktivitas, yang dipadukan secara harmonis dengan arsitektur Thailand kontemporer yang elegan. Jalan setapak, area pembuatan pahala, dan zona untuk menyewa jimat suci diatur dengan jelas, memungkinkan pengunjung untuk bergerak dengan nyaman di seluruh kuil sambil sepenuhnya mengalami rasa pengabdian dan keberuntungan di setiap sudut.
Kuil Tako juga merupakan tujuan populer bagi wisatawan spiritual, orang-orang yang percaya pada ritual keberuntungan, dan penggemar fotografi. Chedi megah memantulkan sinar matahari dengan cemerlang, menciptakan pemandangan visual yang mencolok, sementara kuil juga menampilkan patung-patung religius yang dibuat dengan halus dan elemen seni Buddha. Bagi mereka yang tertarik pada benda dan jimat suci, kuil ini dikenal sebagai tempat kelahiran "gelang Luang Por Ruay" yang terkenal, yang sangat dicari oleh umat dan kolektor jimat baik di Thailand maupun internasional.
Oleh karena itu, Kuil Tako lebih dari sekadar objek wisata religi; itu adalah tempat iman yang mendalam, pembelajaran Dhamma, dan pembaruan spiritual. Pengunjung diundang dengan hangat untuk memberikan penghormatan mereka, mengagumi keindahan seni religi Thailand, dan mengalami suasana keberuntungan di Kuil Tako, mendapatkan energi positif dan mendorong kemakmuran dalam hidup melalui praktik kebaikan dan kebajikan.
Cara Menuju ke Sana
Mobil Pribadi:
- Dari kota Ayutthaya, menuju Distrik Uthai dan lanjutkan ke Distrik Pachi; ikuti rambu-rambu yang jelas mengarah ke Wat Tako di sepanjang jalan utama.
Transportasi Umum:
- Naik kereta api dari Bangkok ke Stasiun Percabangan Pachi, lalu naik taksi lokal atau songthaew untuk mencapai kuil.
Perjalanan
Waktu Terbaik untuk Berkunjung:
- Disarankan untuk tiba lebih awal (antara pukul 08:00 dan 09:30) untuk menghindari kerumunan besar dan panas siang yang menyengat.
Kode Berpakaian:
- Kenakan pakaian sopan (lengan dan celana/rok panjang di bawah lutut) sebagai bentuk penghormatan terhadap tempat suci dan peraturan kuil yang ketat.
Fotografi:
- Bagian depan pagoda besar adalah tempat yang paling populer; pada hari yang cerah, warna emas sangat kontras dengan langit biru.
Parkir:
- Kuil menyediakan area parkir yang luas, tetapi ada baiknya mencatat tempat parkir Anda karena bisa sangat ramai selama hari libur.
Biaya Masuk
-
Pengunjung Lokal: Gratis
-
Pengunjung Asing: Gratis
Jam Buka
-
Buka setiap hari dari pukul 08:00 – 17:00