“Berikan penghormatan kepada stupa emas yang berkilauan, kagumi kapel utama dan mural kontemporer, serta nikmati pemandangan panorama dari puncak bukit.”
Wat Phra That Doi Saket adalah Kuil Kerajaan kelas tiga jenis umum dan kuil penting yang telah lama dihormati oleh masyarakat Distrik Doi Saket. Kuil ini terletak di puncak bukit, salah satu titik tertinggi di distrik, menawarkan pemandangan luas komunitas sekitar, sawah, dan pegunungan. Dengan demikian, kuil ini berfungsi sebagai tempat upacara keagamaan sekaligus titik pandang terkenal di Provinsi Chiang Mai.
Menurut legenda lokal Lanna, pada masa Buddha, Sang Buddha mengunjungi daerah ini dan menganugerahkan relik rambut-Nya di sini. Kemudian, seekor ular Naga menjaga relik rambut tersebut, yang menjadi tempat suci. Kemudian, sekitar 1955 BE (Era Buddhis), sebuah stupa dibangun untuk menyimpan relik tersebut dan telah dipugar melalui beberapa era, menjadi stupa utama Distrik Doi Saket saat ini.
Fitur paling menonjol dari kuil ini adalah stupa Phra That Doi Saket emas yang berkilauan, dibangun dengan gaya arsitektur Lanna dan dihiasi dengan pola rumit nan indah, terlihat dari kejauhan. Di dalamnya, stupa ini menyimpan relik Sang Buddha, menjadi pusat keyakinan bagi umat Buddha, baik penduduk lokal Chiang Mai maupun turis dari seluruh negeri. Terutama selama festival Buddhis penting, banyak orang bepergian untuk memberikan penghormatan dan berpartisipasi dalam upacara perayaan.
Sorotan lain dari kuil ini adalah Vihara Agung dan Ubosot (kapel utama), dibangun dengan arsitektur Lanna terapan yang elegan. Di dalamnya, tersimpan Phra Phuttha Maha Chakraphat Ubon Bandan Prathan Phon, sebuah arca Buddha utama dengan fitur-fitur yang sangat indah. Dikelilingi oleh mural kontemporer yang dibuat oleh seniman Thailand, menggambarkan kisah kehidupan Buddha, Tiga Dunia (Traiphum), dan prinsip-prinsip Buddhis. Mural-mural ini menggunakan teknik warna, cahaya, dan elemen artistik yang memadukan seni Lanna dengan konsep kontemporer secara sempurna, sehingga diakui sebagai salah satu mural terindah di Chiang Mai.
Area di sekitar kuil memiliki halaman yang luas untuk menikmati pemandangan dan bersantai, terutama titik pandang puncak bukit, yang menawarkan pemandangan 360 derajat Distrik Doi Saket, sawah, kebun, dan pegunungan sekitarnya. Di pagi hari, Anda mungkin mengalami lautan kabut tipis, sementara di malam hari, Anda dapat menyaksikan matahari terbenam yang indah di atas ladang. Cocok untuk fotografi dan relaksasi yang damai.
Di dalam kuil, terdapat banyak titik menarik lainnya, termasuk lonceng kuno, arca Buddha penting, aula meditasi, area untuk upacara keagamaan, serta tempat untuk beramal, menggantungkan kain di stupa, dan berjalan mengelilingi stupa pada hari-hari penting. Ini menjadikan Wat Phra That Doi Saket sebagai pusat agama Buddha, sumber belajar seni dan budaya Lanna, serta tujuan wisata religi populer di Provinsi Chiang Mai.
Mengingat lokasinya tidak jauh dari kota Chiang Mai, hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit perjalanan, wisatawan dapat dengan nyaman merencanakan kunjungan mereka bersamaan dengan Pemandian Air Panas Doi Saket (Pa Miang), Bendungan Mae Kuang Udom Thara, Taman Botani Tweechol, Pasar Doi Saket, atau atraksi lain di sepanjang rute Chiang Mai–Chiang Rai.
Cara Menuju ke Sana
- Dari kota Chiang Mai, ambil Jalan Raya 118 (Chiang Mai–Chiang Rai) menuju Distrik Doi Saket, sekitar 18 kilometer. Sesampainya di distrik, Anda akan melihat stupa yang terletak menonjol di atas bukit. Belok ke jalan menuju kuil dan ikuti jalan beraspal langsung ke tempat parkir di puncak. Kondisi jalan bagus, dan mobil pribadi, van, serta bus dapat bepergian dengan nyaman.
Perjalanan
- Disarankan berkunjung antara pukul 06:30 dan 08:30 untuk cuaca sejuk dan cahaya pagi yang cocok untuk fotografi.
- Di malam hari, sekitar pukul 16:30 hingga 18:00, pemandangan matahari terbenam dari dek observasi adalah yang paling indah.
- Berpakaian sopan; tidak mengenakan atasan tanpa lengan atau celana pendek. Lepaskan sepatu sebelum memasuki Ubosot atau Vihara.
- Luangkan waktu untuk mengamati mural-mural di dalam Ubosot dengan seksama, karena mereka menampilkan detail artistik yang luar biasa.
- Jika kunjungan Anda bertepatan dengan hari suci Buddhis atau festival penting, seperti Visakha Bucha, Magha Bucha, dan Asalha Bucha, akan ada upacara perayaan dan kegiatan keagamaan yang semarak.
Biaya Masuk:
- Gratis (Tidak ada biaya masuk. Anda dapat memberikan donasi untuk utilitas, pemugaran kuil, atau berpartisipasi dalam upacara penyelimutan stupa sesuai keyakinan Anda).
Jam Buka:
- Buka setiap hari dari pukul 06:00 pagi – 06:00 sore (Jam dapat berubah selama upacara atau kegiatan khusus kuil).