“Beribadah ke relik suci Buddha di puncak pagoda emas dan nikmati pemandangan panorama yang mencakup "Luang Pho To" dari Wat Muang, yang terlihat jelas dari lantai 8.”
Candi Tha It (Tha It Temple) adalah kuil komunitas kuno dengan sejarah panjang dan kaya, didirikan pada tahun 1761 selama periode akhir Ayutthaya. Nama kuil berasal dari sejarah lokal, yang menceritakan bahwa daerah ini dulunya merupakan tempat untuk mencetak dan membakar batu bata, serta pelabuhan sungai yang digunakan untuk mengangkut batu bata untuk pembangunan Kuil Khun Inthapramun di dekatnya. Ketika sebuah kuil kemudian didirikan di daerah ini seiring dengan berkembangnya komunitas, kuil ini dinamai “Wat Tha It,” yang mencerminkan akar sejarah lokasi dan cara hidup tradisional masyarakat setempat.
Di dalam kuil terdapat beberapa gambar Buddha suci yang sangat dihormati yang berfungsi sebagai jangkar spiritual bagi komunitas. Ini termasuk “Luang Pho Phet,” gambar Buddha utama yang diabadikan di aula penahbisan, dan “Luang Pho Khao,” gambar Buddha stucco dalam postur Maravijaya yang berasal dari periode Ayutthaya, yang bertempat di Maha-Uttam Vihara. Kedua gambar tersebut mencerminkan kemakmuran agama Buddha dan keyakinan mendalam yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Sorotan paling luar biasa dari Candi Tha It adalah “Phra That Chedi Si Pho Thong,” sebuah stupa segi delapan besar yang berdiri setinggi 73 meter dan lebar 40 meter. Warna emasnya yang bersinar dan penampilannya yang megah memadukan pengaruh arsitektur dari Sri Lanka, Ayutthaya, dan seni Rattanakosin dalam harmoni yang sempurna. Stupa itu diprakarsai oleh Luang Pho Hom (Phra Khru Sukhontha Silakhun) untuk mengabadikan relik dari leher Sang Buddha dan dibangun sebagai dedikasi pembuatan jasa kerajaan kepada Yang Mulia Raja Rama IX atas kesembuhannya dari penyakit. Stupa itu secara resmi diberi nama “Phra That Chedi Si Pho Thong.”
Suasana di dalam kompleks kuil tenang, tertib, dan kondusif untuk refleksi spiritual. Pengunjung dapat berjalan di dalam stupa, yang terdiri dari sepuluh tingkat, masing-masing mengabadikan gambar Buddha dalam berbagai postur bersama dengan motif dekoratif yang sangat detail yang kaya akan ajaran Buddha. Tingkat yang paling populer adalah lantai delapan, yang berfungsi sebagai titik pandang indah yang menawarkan pemandangan panorama sawah hijau subur yang mengelilingi Distrik Pho Thong. Dari sisi barat, pengunjung dapat dengan jelas melihat “Luang Pho To” dari Wat Muang, gambar Buddha terbesar di dunia, berdiri menonjol di tengah ladang.
Bagi mereka yang tertarik pada arsitektur dan seni Buddhis, kunjungan ke Candi Tha It memberikan pengalaman mendalam tentang keyakinan yang diekspresikan melalui konstruksi monumental dan rumit. Fotografer dapat mengabadikan gambar-gambar menakjubkan dari stupa emas yang memantulkan sinar matahari atau pemandangan lanskap pedesaan yang langka. Banyak pengunjung berbagi kesan yang sama bahwa stupa itu benar-benar megah, dapat diakses untuk didaki untuk menikmati pemandangan sekitarnya, dan merupakan tujuan yang harus dikunjungi setidaknya sekali saat bepergian ke Provinsi Ang Thong.
Mengunjungi Candi Tha It oleh karena itu merupakan perpaduan harmonis antara pariwisata sejarah dan pemujaan sakral. Kuil ini menawarkan ketenangan spiritual, wawasan sejarah, dan inspirasi visual, menjadikannya salah satu landmark agama dan budaya terpenting di Provinsi Ang Thong.
Cara Menuju ke Sana
Dengan Mobil Pribadi:
- Dari kota Ang Thong, ambil Jalan Raya 3064 (rute Ang Thong-Pho Thong) ke km 7-8. Kuil berada di Bang Phlap. Pagoda emas terlihat dari kejauhan.
Dengan Transportasi Umum:
- Naik van dari Bangkok ke Ang Thong atau Pho Thong, lalu gunakan transportasi lokal untuk mencapai Wat Tha It.
Perjalanan
-
Mendaki 10 lantai pagoda membutuhkan sedikit tenaga fisik; kenakan sepatu yang nyaman.
-
Beberapa area interior mungkin berdebu seperti yang dicatat oleh pengunjung sebelumnya; harap berhati-hati.
-
Pastikan untuk mencapai lantai 8 dan 10 untuk pemandangan terbaik dan untuk menyembah relik suci.
-
Harap berpakaian sopan untuk menghormati situs keagamaan.
Biaya Masuk
-
Pengunjung Lokal: Gratis
-
Pengunjung Asing: Gratis
Jam Buka
-
Buka setiap hari dari pukul 08:00 – 18:00.