“Sebuah monumen terkemuka dari raja pejuang legendaris yang terletak di dalam zona militer tepi laut, menawarkan salah satu suasana paling khidmat dan bermartabat di Phetchaburi.”
Monumen Raja Naresuan Agung (King Naresuan the Great Monument) terletak di dalam Divisi Pendukung Udara, Kamp Militer Phra Ram VI, di Distrik Cha-am, Provinsi Phetchaburi. Dibangun untuk menghormati dan memperingati kontribusi besar Raja Naresuan Agung, seorang raja heroik yang memulihkan kemerdekaan Thailand selama periode Ayutthaya. Ia tetap menjadi simbol kekuatan, pengorbanan, dan kepemimpinan militer yang luar biasa dalam sejarah Thailand.
Raja Naresuan Agung memainkan peran penting dalam menjaga kedaulatan kerajaan Thailand, terutama melalui deklarasi kemerdekaan di Mueang Khraeng dan duel gajah legendaris (Yutthahatthi). Peristiwa bersejarah ini mencerminkan tekad, kecerdasan strategis, dan komitmennya yang tak tergoyahkan untuk melindungi bangsa. Warisannya telah lama dijunjung tinggi sebagai contoh abadi kesetiaan kepada bangsa, agama, dan monarki.
Penempatan monumen di dalam kamp militer membawa makna simbolis yang mendalam, karena Raja Naresuan dianggap sebagai panutan utama bagi para pejuang dan pemimpin militer Thailand. Monumen ini berfungsi sebagai pusat spiritual dan moral bagi personel militer dan warga sipil, menawarkan tempat untuk memberi penghormatan, merenungkan kebajikannya, dan mencari inspirasi untuk kekuatan, keberanian, dan kebijaksanaan dalam hidup mereka.
Suasana di sekitar monumen tertib, tenang, dan terawat dengan baik, mencerminkan sifat disiplin dari lingkungan militer. Lingkungan yang tenang dan penuh hormat ini meningkatkan rasa hormat dan kesadaran sejarah yang dirasakan oleh pengunjung. Banyak yang datang untuk berdoa, memberi penghormatan, dan mengucapkan terima kasih kepada leluhur yang pengorbanannya mengamankan kebebasan dan stabilitas bangsa.
Saat ini, Monumen Raja Naresuan Agung di Kamp Phra Ram VI tidak hanya berdiri sebagai landmark bersejarah tetapi juga sebagai situs pendidikan dan budaya yang menumbuhkan patriotisme, persatuan, dan kebanggaan nasional. Pengunjung mengalami hubungan yang mendalam dengan sejarah Thailand, penghormatan spiritual, dan nilai-nilai abadi yang terus membentuk identitas bangsa Thailand.
Cara Menuju ke Sana
Mobil Pribadi:
- Ambil Jalan Phetkasem (Cha-am menuju Hua Hin), belok ke gerbang Kamp Rama VI (di seberang Sekolah Ban Huay Sai Tai). Ikuti rambu-rambu yang jelas di dalam kamp yang menuju ke monumen.
Transportasi Umum:
- Naik van Bangkok-Hua Hin, turun di depan Kamp Rama VI, dan gunakan transportasi lokal atau berjalan kaki untuk berkunjung.
Perjalanan
Musim Terbaik:
- Kunjungi di pagi hari (07:00 - 09:00) untuk kedamaian mutlak atau sore hari (setelah 16:30) untuk suhu yang lebih sejuk dan pemandangan matahari terbenam.
Pakaian:
- Karena terletak di daerah Kerajaan dan militer, pakaian sopan diperlukan (tidak memakai celana pendek atau atasan tanpa lengan) sebagai penghormatan terhadap situs tersebut.
Fotografi:
- Fotografi diperbolehkan; namun, harap tetap menghormati dan hindari menghalangi mereka yang melakukan ritual ibadah.
Makanan & Budaya:
- Toko kesejahteraan militer terdekat menjual air dan makanan ringan, dan ada kafe tepi laut yang terjangkau di dalam kamp.
Perencanaan:
- Karena ini adalah zona militer, pemeriksaan ID dapat dilakukan di gerbang masuk; harap siapkan kartu ID atau paspor Anda.
Biaya Masuk
-
Pengunjung Thailand: Gratis
-
Pengunjung Asing: Gratis
Jam Buka:
-
Buka setiap hari untuk kunjungan dan ibadah, 08:00 – 18:00