“Kuil yang buka 24 jam dengan Buden Hall yang penuh lampion, dewa yang kuat Susanoo-no-Mikoto, dan Gerbang Nishi-ro-mon merah ikonik—salah satu landmark Kyoto yang paling banyak difoto.”
Yasaka Shrine, yang dikenal oleh penduduk setempat sebagai “Gion-san,” adalah salah satu kuil Shinto tertua dan terpenting di Kyoto, dengan sejarah yang membentang lebih dari 1.350 tahun. Terletak di ujung timur Jalan Shijo, kuil ini berfungsi sebagai gerbang simbolis antara pusat kota Kyoto modern dan dunia tradisional distrik Gion.
Di jantung kuil berdiri Buden Hall, sebuah paviliun upacara kayu yang diposisikan di halaman tengah. Struktur ini terkenal dihiasi dengan ratusan lampion yang menerangi halaman kuil setelah matahari terbenam. Pada malam hari, lampion yang bersinar lembut menciptakan suasana yang mistis dan romantis, menjadikan Yasaka Shrine salah satu tempat terindah di Kyoto untuk jalan-jalan sore dan fotografi malam. Pembukaan 24 jam kuil semakin meningkatkan daya tariknya sebagai tempat peristirahatan yang damai setelah gelap.
Dewa utama yang diabadikan di sini adalah Susanoo-no-Mikoto, dewa Shinto yang kuat yang dipercaya dapat menangkal kemalangan, penyakit, dan energi negatif. Keyakinan ini membentuk fondasi spiritual dari Gion Matsuri, yang berasal sebagai ritual untuk mengusir epidemi dan sejak itu berkembang menjadi salah satu festival Jepang yang paling terkenal dan megah, yang diadakan setiap tahun pada bulan Juli.
Di dalam halaman kuil, pengunjung tidak boleh melewatkan Utsukushi Gozen-sha, sebuah kuil kecil yang didedikasikan untuk kecantikan dan pesona. Air suci yang ditemukan di sini secara tradisional digunakan untuk menyentuh wajah atau kulit dengan lembut, melambangkan keinginan untuk kecantikan luar dan kemurnian batin. Yasaka Shrine juga secara luas diyakini memberikan berkat yang berkaitan dengan cinta dan hubungan romantis, menjadikannya sangat populer di kalangan pasangan dan pengunjung muda.
Di belakang kuil, jalan setapak mengarah langsung ke Taman Maruyama, tempat melihat bunga sakura paling terkenal di Kyoto. Di musim semi, pohon sakura menangis (Shidarezakura) yang ikonik di taman menjadi salah satu sorotan musiman yang paling banyak difoto di kota ini.
Cara Menuju ke Sana
-
Bus Kota Kyoto: Rute 100 atau 206
Turun di Halte Bus Gion, lalu berjalan kaki sekitar 5 menit -
Kereta Api Keihan: Turun di Stasiun Gion-Shijo
Berjalan kaki sekitar 5–10 menit -
Kereta Api Hankyu: Turun di Stasiun Kyoto Kawaramachi
Berjalan kaki sekitar 10–15 menit
Perjalanan
-
Tempat foto terbaik: Gerbang Nishi-ro-mon merah cerah di sisi barat, menghadap Jalan Shijo—landmark Gion yang ikonik
-
Waktu terbaik untuk berkunjung: Senja hingga sore hari (Magic Hour) untuk foto lampion yang paling atmosferik
-
Musim festival: Jika berkunjung pada bulan Juli selama Gion Matsuri, pesan akomodasi jauh-jauh hari, karena kota menjadi sangat ramai
Biaya masuk:
- Masuk gratis
Jam buka:
- Buka 24 jam setiap hari