“Suaka ketenangan di pelukan pegunungan, memadukan dengan sempurna pesona rumah kayu kuno dengan budaya kopi yang kaya dan penginapan tepi sungai.”
Desa Mae Kampong (Mae Kampong) memiliki sejarah permukiman yang panjang sejak lebih dari 100 tahun yang lalu. Desa ini didirikan oleh sekelompok penduduk desa yang bermigrasi dari distrik terdekat untuk membudidayakan Miang (daun teh liar), yang telah menjadi tanaman ekonomi utama masyarakat sejak dahulu. Nama desa ini berasal dari keindahan alam; Kampong adalah nama bunga liar berwarna kuning dan merah yang umumnya tumbuh di sepanjang sungai yang mengalir melalui desa. Dahulu, Mae Kampong hanyalah sebuah desa kecil yang tersembunyi di lembah dan hutan yang dalam di sebelah timur Chiang Mai, yang hanya diketahui oleh sedikit orang. Desa ini akhirnya menjadi model nasional untuk ekowisata dan penginapan yang dikelola masyarakat, menjadi salah satu yang pertama di Thailand.
Alasan utama Mae Kampong menjadi begitu populer atau massal selama dekade terakhir adalah kerinduan penduduk kota akan kedamaian dan alam. Hal ini semakin diperkuat oleh pengaruh media sosial, yang menampilkan keindahan rumah kayu kuno yang berjejer di sepanjang aliran sungai alami. Selain itu, tren perjalanan "Slow Life" yang berfokus pada kehidupan lambat dan menyerap suasana daripada mengunjungi atraksi besar dan buatan memainkan peran utama. Keunikan langkanya mencakup iklim sejuk sepanjang tahun dan suara aliran sungai yang mengalir melalui jantung desa, berfungsi sebagai lagu pengantar tidur alami bagi pengunjung. Hal ini menjadikan Mae Kampong sebagai tujuan yang ingin dialami langsung oleh orang-orang dari segala usia.
Suasana umum Mae Kampong adalah harmoni yang sempurna antara manusia dan hutan. Saat Anda melangkah ke desa, Anda akan menemukan jalan beton kecil yang diapit oleh rumah kayu dua lantai, yang banyak di antaranya telah direnovasi menjadi penginapan yang nyaman dan kafe yang bergaya. Aroma kelembapan di udara bercampur dengan aroma kopi lokal yang baru dipanggang memberikan relaksasi instan. Pengunjung dapat menyaksikan gaya hidup sederhana penduduk desa yang masih saling menyapa dengan hangat, dan melihat lumut hijau subur dan pakis yang menutupi atap dan dinding batu sebagai bukti ekosistem yang sehat dari hutan hulu ini.
5 Lokasi Utama yang Wajib Dikunjungi saat berada di Mae Kampong adalah:
-
Wat Mae Kampong (Kuil Kantatha Phrueksa): Lihatlah kapel kayu yang terletak di tengah aliran sungai yang dikelilingi hutan lebat, dan vihara kuno dengan atap yang ditutupi lumut hijau.
-
Air Terjun Mae Kampong: Air terjun 7 tingkat yang merupakan sumber utama aliran sungai desa, menawarkan aliran air yang kuat dan suasana yang menyegarkan sepanjang tahun.
-
Kopi Lung Pud Pa Peng: Rumah kayu kuno yang ikonis di tepi sungai, berfungsi sebagai titik pemeriksaan foto paling populer di jalan setapak.
-
Titik Pandang Mae Kampong (Rabieang View): Titik pandang di atas bukit yang memberikan pemandangan panorama sudut tinggi terbaik dari rumah kayu yang terletak di lembah.
-
Titik Pandang Kiew Fin: Titik pandang matahari terbit dan lautan kabut di ketinggian 1.517 meter, terletak di perbatasan antara provinsi Chiang Mai dan Lampang.
Mae Kampong saat ini bukan hanya tempat persinggahan; ini adalah tempat yang memberikan "energi positif" dan relaksasi sejati. Baik itu bersantap makanan lokal di tepi sungai, menyesap kopi Arabika yang ditanam oleh penduduk desa, atau menjelajahi jalur alam pendek di sekitar desa, ini adalah pengalaman yang membuat Mae Kampong tetap berada di hati para wisatawan. Tidak peduli berapa banyak waktu yang berlalu, keajaiban rumah kayu kuno dan kesejukan aliran sungai tetap menjadi magnet kuat yang menarik orang kembali ke desa ini berulang kali untuk kembali ke kesederhanaan paling menawan di Thailand.
Cara Menuju ke Sana
-
Mobil Pribadi: Ambil Jalan Raya 1317 (Jalan San Kamphaeng Baru) menuju Distrik Mae On. Jalan menjadi cukup curam dan sempit di ujungnya; harap berkendara dengan hati-hati.
-
Van Umum: Tersedia dari Pasar Warorot (Kad Luang) di kota Chiang Mai, yang beroperasi langsung ke desa Mae Kampong setiap hari.
-
Kendaraan Sewaan dengan Sopir: Pilihan paling nyaman untuk rombongan; dapat disewa dari kota Chiang Mai.
Perjalanan
-
Musim Kunjungan Terbaik: Dapat diakses sepanjang tahun. Musim dingin adalah yang paling populer, tetapi musim hujan menawarkan tanaman hijau yang paling subur dan lumut serta pakis yang paling indah untuk fotografi.
-
Persiapan: Bawalah jaket bahkan di musim panas, dan kenakan sepatu berjalan yang nyaman karena jalan-jalan desa cukup curam.
-
Fotografi: Cahaya pagi antara pukul 08:00 - 10:00 paling baik untuk area tepi sungai dan kuil kayu.
-
Makanan & Budaya: Coba "Kai Pam" (telur bakar dalam daun pisang) dan "Mae Kampong Sai Oua" (sosis Thailand utara), dan ikuti aturan perdamaian masyarakat dengan tidak membuat suara keras di malam hari.
-
Perencanaan: Parkir di desa sangat terbatas. Disarankan untuk parkir di tempat parkir luar yang ditunjuk dan menggunakan layanan antar-jemput masyarakat.
Biaya Masuk:
- Tidak ada biaya masuk untuk area desa
Jam Buka:
-
Jam buka umum harian: 08:00 – 17:00 (untuk sebagian besar toko dan kafe)