“Nikmati teh Oolong premium di tengah perkebunan teh bertingkat, kagumi mekarnya bunga Sakura Himalaya, dan pelajari sejarah Divisi 93 di Museum Sejarah Tentara Nasionalis Tiongkok.”

Doi Mae Salong (Doi Mae Salong) atau Desa Santikhiri, memiliki sejarah menarik yang penuh perjuangan. Dimulai sekitar tahun 1961 ketika Divisi ke-93 Tentara Nasionalis Tiongkok (Kuomintang atau KMT) bermigrasi dari Burma dan mendirikan pangkalan di gunung ini di bawah kepemimpinan Jenderal Lee Wen-huan dan Jenderal Tuan Shi-wen. Awalnya, Doi Mae Salong adalah "zona merah" yang bermasalah dengan konflik politik dan masalah narkoba. Namun, melalui rahmat kerajaan Raja Rama IX, yang memberikan kewarganegaraan Thailand dan mendukung penduduk desa dalam beralih dari budidaya opium ke tanaman beriklim dingin, daerah tersebut diubah.

Titik balik utama terjadi dengan diperkenalkannya Teh Oolong dari Taiwan. Iklim dingin dan ketinggian lebih dari 1.200 meter di atas permukaan laut membuat teh berkualitas tinggi dengan rasa yang unik, mengubah Doi Mae Salong menjadi sumber produksi teh terpenting di Thailand. Saat ini, gunung ini adalah rumah bagi Phra Borommathat Chedi Srinagarindra Satismahasantikhiri, sebuah pagoda bergaya Lanna kontemporer yang dibangun untuk menghormati Ibu Suri. Dari titik ini, Anda dapat melihat pemandangan panorama Desa Santikhiri yang membentang di sepanjang pegunungan yang kompleks sejauh mata memandang.

Suasana di Doi Mae Salong dibedakan oleh budaya Tionghoa Yunnan yang kuat, termasuk bahasa, pakaian, dan masakan otentik seperti Stewed Pork Knuckle dengan Mantou (roti Tiongkok). Selama musim dingin (Januari), seluruh gunung dicat merah muda dengan bunga Sakura Himalaya (Sakura Thailand) yang bermekaran di sepanjang pinggir jalan, menarik banyak wisatawan. Di luar keindahan alam, pengunjung harus mengunjungi Museum Sejarah Tentara Nasionalis Tiongkok untuk mempelajari tentang kesulitan masa lalu yang mengarah ke desa yang damai saat ini.

Mengunjungi Doi Mae Salong seperti melakukan perjalanan melalui waktu untuk mengalami kehidupan diaspora Tiongkok yang terintegrasi ke tanah Thailand. Anda akan menemukan perkebunan teh hijau subur sepanjang tahun, kafe teh yang nyaman, dan senyum berbagai kelompok suku bukit yang hidup bersama. Menyeruput teh panas di tengah angin dingin dan lautan kabut yang mengalir di atas puncak adalah pesona yang membuat orang jatuh cinta dengan gunung ini. Doi Mae Salong bukan hanya area penghasil teh, tetapi juga monumen ketekunan dan awal kehidupan baru di salah satu lanskap terindah di Thailand.


Cara Menuju ke Sana
  • Dengan Mobil Pribadi: Dari kota Chiang Rai, ambil Jalan Raya 1 dan belok kiri ke Jalan Raya 1089 (Mae Chan-Fang). Ikuti rambu ke Doi Mae Salong. Jalannya berliku, curam, dan sangat indah.

  • Dengan Transportasi Umum: Blue Songthaews (rute Mae Chan-Mae Salong) tersedia di stasiun bus di Distrik Mae Chan.


Perjalanan
  • Kode Pakaian: Bawalah pakaian hangat, karena udara pegunungan sejuk hingga sangat dingin sepanjang tahun.

  • Souvenir: Jangan lewatkan membeli Teh Oolong No. 12 atau No. 17, dan berbagai jenis plum kering manis sebagai hadiah.


Biaya Masuk:

  • Area Doi Mae Salong & Desa Santikhiri: Masuk Gratis.

  • Museum Sejarah Tentara Nasionalis Tiongkok: 20 THB (untuk warga Thailand dan Asing).

Jam Buka:

  • Dapat diakses sepanjang hari
  • Situs-situs penting seperti museum buka pukul 08:00 - 17:00.

Semua ulasan

(Daftar 0 ulasan)

Tempat Terdekat

Kebun Teh 101 Doi Mae Salong Kebun Teh 101 Doi Mae Salong

(Daftar 0 ulasan)

Jarak 4.75 Kilometer

Kunjungan terakhir

Pusat Pattaya Pusat Pattaya (Daftar 0 ulasan)
Pantai Hua Hin Pantai Hua Hin (Daftar 0 ulasan)
Kampung Karen Mae Ping Kampung Karen Mae Ping (Daftar 0 ulasan)
Air Terjun Plaba Air Terjun Plaba (Daftar 0 ulasan)
Kuil Dazaifu Tenmangū Kuil Dazaifu Tenmangū (Daftar 0 ulasan)