“Kapel putih bersih yang dihiasi dengan cermin berkilauan dan stucco yang indah, mencerminkan kemurnian pikiran yang diperlukan untuk memasuki alam Pencerahan.”

Kuil Rong Khun (Wat Rong Khun) bukan hanya tempat untuk upacara keagamaan; itu adalah mahakarya seni Buddhis yang diciptakan oleh tekad Ajarn Chalermchai Kositpipat, seorang Seniman Nasional yang mendedikasikan hidupnya untuk menciptakan karya ini untuk pemerintahan saat ini. Inspirasinya berasal dari tiga prinsip: Bangsa, Agama, dan Monarki. Dia bersumpah untuk menawarkan hidupnya, menggunakan tahun-tahun terbaiknya untuk menciptakan "Surga di Bumi" ini untuk disentuh umat manusia, dan berniat untuk terus membangun hingga napas terakhirnya untuk memastikan bahwa orang-orang di seluruh dunia mengakui kehebatan seni Thailand.

Fitur yang paling menawan adalah Aula Penahbisan (Ubosot), yang dirancang dalam warna putih murni untuk mewakili kemurnian Buddha. Cermin putih mewakili kebijaksanaan Buddha yang bersinar di seluruh alam semesta. Setiap elemen kuil mengandung makna yang mendalam. Jembatan Siklus Kelahiran Kembali menandakan penyeberangan ke Alam Buddhis. Sebelum jembatan, setengah lingkaran kecil mewakili dunia manusia, sedangkan lingkaran besar dengan taring mewakili mulut Rahu atau iblis, melambangkan kenajisan dalam hati yang menyebabkan penderitaan dan neraka.

Mereka yang ingin memasuki hadirat Buddha harus melepaskan kenajisan mereka ke dalam mulut iblis untuk memurnikan pikiran mereka sebelum melewati antara Rahu di sebelah kiri dan Dewa Kematian di sebelah kanan. Jembatan itu berisi 16 monster yang mewakili 16 kenajisan pikiran. Di tengahnya adalah Gunung Meru, tempat tinggal makhluk surgawi. Di bawahnya adalah Samudra Sidhandara yang mengelilingi surga. Perjalanan berlanjut melalui 16 teratai yang mewakili 16 tingkat Brahma, dengan paviliun Arhat di sisi yang menghormati murid-murid mulia Buddha.

Sebelum melangkah ke aula, tiga tangga mengingatkan pengunjung tentang Anicca, Dukkha, dan Anatta (Ketidakkekalan, Penderitaan, dan Tanpa-diri). Pintu terakhir menampilkan cermin segitiga yang mewakili kekosongan dan pembebasan. Di dalamnya, aula dihiasi dengan mural bernada emas yang menggambarkan kemenangan atas kejahatan untuk mencapai Dhamma yang lebih tinggi. Desain atap mencerminkan praktik Moralitas, Konsentrasi, dan Kebijaksanaan yang mengarah pada kekosongan. Aula ini hanyalah salah satu dari sembilan bangunan yang direncanakan untuk diselesaikan selama 60-70 tahun, dengan dua generasi murid yang siap untuk melanjutkan pekerjaan setelah seniman itu meninggal.

Selain arsitektur yang megah, pengunjung dapat menjelajahi galeri lukisan Ajarn Chalermchai dan membeli suvenir berharga. Mengunjungi Wat Rong Khun lebih dari sekadar jalan-jalan; itu adalah pengalaman iman yang besar dan keindahan Dhamma yang diekspresikan melalui seni Buddhis yang dikagumi dunia.


Cara Menuju ke Sana
  • Mobil Pribadi: Berkendara ke selatan dari kota Chiang Rai di Jalan Phahonyothin (Jalan Raya 1) selama sekitar 13 km. Kuil ditandai dengan jelas di sisi kanan.

  • Transportasi Umum: Songthaew biru tersedia dari Terminal Bus Chiang Rai 1 sepanjang hari.


Perjalanan
  • Kode Berpakaian: Harap berpakaian sopan. Tidak ada celana pendek, rok pendek, atau atasan tanpa lengan karena menghormati situs.

  • Fotografi: Fotografi dilarang keras di dalam Aula Penahbisan, tetapi foto diizinkan di eksterior dan area sekitarnya.

  • Waktu Terbaik untuk Berkunjung: Pagi hari atau sore hari memberikan cahaya terbaik karena memantul indah dari kaca putih.


Biaya Masuk:

  • Warga Negara Thailand: Masuk gratis

  • Pengunjung Asing: 100 THB per orang.

Jam Buka:

  • Buka setiap hari mulai pukul 08:00 – 17:00.

Semua ulasan

(Daftar 0 ulasan)

Tempat Terdekat

Singha Park Chiang Rai Singha Park Chiang Rai

(Daftar 0 ulasan)

Jarak 4.12 Kilometer

Kunjungan terakhir

Taman Nasional Khao Yai Taman Nasional Khao Yai (Daftar 0 ulasan)
Kuil Muang Ang Thong Kuil Muang Ang Thong (Daftar 0 ulasan)