“Rasakan tempat kelahiran legenda Buddha Zamrud, ditemukan setelah petir menyambar pagoda kuno. Beri penghormatan kepada 'Buddha Giok Chiang Rai' di dalam paviliun kayu jati emas dan kagumi seni Lanna yang indah dalam suasana yang tenang dan damai”
Kuil Phra Kaew (Phra Kaew Temple) adalah rumah bagi keajaiban legendaris yang terjadi pada tahun 1434 (B.E. 1977). Pada saat itu, kuil ini dikenal dengan nama aslinya, Wat Pa Yia (Kuil Hutan Bambu). Selama malam hujan lebat, sambaran petir ajaib menghantam pagoda kuno di dalam kuil, menyebabkannya runtuh. Kekuatan hantaman tersebut menyebabkan patung Buddha berlapis plester yang disucikan di dalam pagoda jatuh, dan benturan tersebut mengikis plester di hidung patung. Ini mengungkapkan batu hijau cemerlang yang tersembunyi di bawahnya. Kepala biara pada saat itu kemudian dengan hati-hati mengupas semua plester dan menemukan gambar Buddha yang diukir seluruhnya dari giok hijau zamrud tembus cahaya ini adalah Buddha Zamrud, yang merupakan ikon agama yang paling dihormati di Thailand saat ini.
Meskipun Buddha Zamrud asli kemudian dipindahkan ke berbagai kota sebelum tempat persemayamannya terakhir di Bangkok, Wat Phra Kaew Chiang Rai tetap menjadi situs bersejarah yang paling signifikan sebagai Titik Asalnya. Saat ini, kuil telah menugaskan Phra Yok Chiang Rai (Buddha Giok Chiang Rai), juga dikenal sebagai Phra Phuttha Rattana Kon Nawutthi Wassanusorn Mongkhon, untuk berfungsi sebagai perwakilan. Itu diukir dari giok berkualitas tinggi yang diimpor dari Kanada, dengan warna yang sangat mirip dengan aslinya, memungkinkan para penyembah untuk memberikan penghormatan mereka dan memperingati legenda di situs yang sebenarnya.
Kecemerlangan arsitektur kuil ini melampaui legendanya. Haw Phra Yok (Paviliun Buddha Giok) adalah mahakarya kayu jati emas bergaya Lanna kuno. Di dalamnya, dinding-dindingnya dihiasi dengan mural Lai Kham (stensil daun emas) yang menceritakan kisah perjalanan Buddha Zamrud dari Chiang Rai melintasi tanah Thailand. Selain itu, Phra Chao Lan Thong, salah satu gambar Buddha perunggu terindah dalam gaya Lanna, disucikan di kapel kayu (Ubosot), yang dihiasi dengan ukiran kayu yang rumit di setiap detail.
Landmark signifikan lainnya adalah Houng Luang Saeng Kaew, sebuah bangunan museum bergaya Lanna yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan artefak dan seni berharga Chiang Rai. Museum ini secara sistematis menampilkan sejarah kuil dan Buddha Zamrud. Halaman kuil di sekitarnya dipenuhi dengan pohon-pohon besar yang rindang dan taman hutan yang tertata indah, memberikan pengunjung rasa ketenangan spiritual yang mendalam.
Kunjungan ke Wat Phra Kaew Chiang Rai lebih dari sekadar perjalanan wisata; ini adalah perjalanan ke jantung iman dan keajaiban yang dimulai dengan sambaran petir malam itu. Setiap bata di pagoda dan setiap ukiran di pedimen kayu mencerminkan kemuliaan abadi budaya Lanna, menjadikan kuil ini perpaduan sempurna antara sejarah dan jiwa Chiang Rai di satu tempat.
Cara Menuju ke Sana
Dengan Mobil Pribadi:
-
Dari Menara Jam Chiang Rai: Menuju ke barat di Jalan Banpa Prakan, lewati persimpangan Pratu Chiang Mai, lalu belok kanan ke Jalan Trairat di persimpangan Balai Provinsi Lama. Berkendara lurus selama sekitar 200 meter; kuil akan berada di sebelah kanan Anda. Parkir tersedia di dalam area kuil.
-
Dari Monumen Raja Mengrai: Ambil Jalan Phahonyothin lama ke pusat kota. Belok kanan ke Jalan Singha Klai (melewati Sekolah Kejuruan Chiang Rai), lalu belok kiri ke Jalan Trairat di bundaran Wat Klang Wiang. Berkendara jarak pendek, dan kuil akan berada di sebelah kiri Anda.
Dengan Transportasi Umum:
-
Tuk-tuk / Samlor (Becak): Cara paling populer untuk menjelajahi Kota Tua. Beri tahu pengemudi Wat Phra Kaew. Tarif mulai dari 40–60 THB tergantung pada jarak di dalam kota.
-
Songthaew (Bus Kota Putih): Ini berjalan di sekitar kota. Anda dapat turun di dekat Balai Provinsi Lama dan berjalan selama 3–5 menit.
Perjalanan
-
Waktu yang Direkomendasikan: 08:30 AM – 10:30 AM. Ini adalah waktu terbaik untuk menjelajahi Paviliun Buddha Giok dan museum saat udaranya sejuk dan sinar matahari mengenai kayu jati emas dengan paling indah.
-
Landmark Utama: Pagoda Utama di belakang kapel, yang telah dipugar di atas tempat asli di mana petir menyambar dalam legenda.
-
Tip Fotografi: Bagian depan Paviliun Buddha Giok Kayu Jati Emas menawarkan latar belakang arsitektur Lanna otentik yang sempurna.
-
Kode Pakaian: Sebagai kuil paling signifikan di provinsi ini, pengunjung harus berpakaian sopan. Wanita harus mengenakan celana atau rok yang menutupi lutut, dan kemeja dengan lengan.
Biaya Masuk:
- Gratis untuk semua pengunjung
Jam Buka:
- Buka Setiap Hari 07:00 AM – 06:00 PM.