“Berikan penghormatan kepada "Phra Phutthachai" (Bayangan Buddha) di sisi tebing dan naiki tangga Naga untuk menyaksikan "Jejak Kaki Kanan Buddha" di puncak, yang menawarkan pemandangan panorama yang menakjubkan dari taman nasional sekitarnya.”
Kuil Phra Phutthachai (Phra Phutthachai Temple) adalah biara kerajaan kelas dua yang sangat penting baik dalam agama Buddha maupun sejarah Thailand. Terletak di tengah pegunungan dan hutan alam yang rimbun, menciptakan suasana yang damai dan sakral. Menurut legenda, kuil ini ditemukan selama periode Ayutthaya pada masa pemerintahan Raja Songtham, ketika orang-orang menemukan fenomena ajaib di tebing batu alam. Gambar itu menyerupai Buddha yang berdiri dan diyakini sebagai bayangan Buddha yang Dia tinggalkan di tebing. Keyakinan suci ini menjadi asal muasal nama “Wat Phra Phutthachai,” dan situs ini telah dihormati dan disembah selama berabad-abad.
Fitur paling khas dari kuil ini adalah Phra Phutthachai, atau bayangan Buddha, yang terletak di kaki gunung. Permukaan batu alam ini yang memuat gambar suci dilindungi oleh mondop, memungkinkan para umat untuk masuk, memberikan penghormatan, membuat harapan, dan mengaplikasikan daun emas untuk keberuntungan. Secara luas diyakini bahwa beribadah di situs ini membawa kedamaian pikiran, kekuatan spiritual, dan berkah yang baik bagi mereka yang berkunjung.
Situs lain yang sangat dihormati di dalam kuil adalah Jejak Kaki Kanan Buddha, yang diabadikan di puncak Bukit Pathawi. Para peziarah dan pengunjung dapat memilih untuk berjalan menaiki tangga Naga yang dirancang dengan indah atau berkendara di sepanjang jalan gunung yang berkelok-kelok untuk mencapai puncak. Sebuah mondop telah dibangun untuk menampung jejak kaki Buddha, yang ditemukan di kemudian hari. Situs suci ini mencerminkan keyakinan dan pengabdian yang mendalam dari umat Buddha terhadap ajaran-ajaran Buddha.
Di dekatnya, pengunjung juga dapat menjelajahi Gua Pertapa, tempat dengan signifikansi sejarah dan arkeologis. Di dalam gua terdapat lukisan dinding kuno dan jejak yang menunjukkan bahwa dulunya berfungsi sebagai tempat tinggal dan meditasi bagi para biarawan pengembara di masa lalu. Gua ini mewakili cara hidup pertapa dan pencarian spiritual untuk kedamaian batin dan pencerahan yang dipraktikkan oleh para biarawan di masa lalu.
Selain itu, setelah mencapai puncak gunung, pengunjung akan menemukan tempat pandang yang indah yang menawarkan pemandangan luas hutan yang rimbun, pegunungan sekitarnya, dan Waduk Khao Ruak yang membentang hingga kejauhan. Pemandangan yang tenang dan indah dengan sempurna melengkapi pengalaman spiritual kuil. Namun, Kuil Phra Phutthachai juga terkenal dengan banyaknya monyet yang hidup secara alami di daerah tersebut, menambah pesona unik pada kunjungan tersebut. Wisatawan disarankan untuk menjaga barang-barang pribadi mereka saat menjelajahi kuil untuk memastikan pengalaman yang aman dan menyenangkan.
Cara Menuju ke Sana
Mobil Pribadi:
- Dari kota Saraburi, menuju ke Bangkok melalui Jalan Raya 1 (Phahonyothin Rd) sejauh sekitar 5 km, lalu belok kiri ke Jalan Raya 3042. Ikuti rambu-rambu menuju Wat Phra Phutthachai.
Lokasi:
- Terletak di area pintu masuk yang sama dengan Taman Nasional Namtok Sam Lan.
Perjalanan
Waspadalah terhadap Monyet:
- Monyet-monyet itu cukup berani. Simpan kacamata, topi, dan ponsel di tas Anda, dan hindari membawa makanan di tangan Anda.
Kode Berpakaian:
- Karena ini adalah situs suci dengan beberapa pendakian yang terlibat, mohon berpakaian sopan dan kenakan sepatu berjalan yang nyaman.
Gabungkan Perjalanan Anda:
- Setelah kunjungan Anda, Anda dapat dengan mudah menuju ke Waduk Khao Ruak atau Memorial Perang Dunia II Jepang, keduanya terletak hanya beberapa kilometer jauhnya.
Biaya Masuk
-
Gratis (Area Kuil)
Jam Buka
-
Buka setiap hari: 07:00 – 17:00