“Kagumi keindahan arsitektur periode Ayutthaya Akhir, saksikan gaya hidup tepi sungai klasik, dan nikmati hidangan lokal yang terhubung dengan atraksi air terkenal.”
Kuil Samphanthawong Saram Worawihan (Samphanthawong Saram Worawihan Temple) , yang umumnya dikenal sebagai Kuil Koh, adalah kuil kuno yang berasal dari periode Ayutthaya. Awalnya, kuil ini dikelilingi oleh kanal alami yang terhubung ke Sungai Chao Phraya, menciptakan tampilan sebuah pulau di air, yang menyebabkan nama populernya. Kemudian, pada masa pemerintahan Raja Rama I, kuil ini dipugar secara ekstensif dan ditetapkan sebagai kuil kerajaan, menandai awal yang signifikan bagi fondasi seni Buddhis di distrik Phra Nakhon.
Fitur yang menonjol dari kuil ini adalah aula penahbisan tiga lantai, dibangun kembali untuk menggantikan struktur asli yang memburuk. Lantai atas menyimpan gambar Buddha utama yang bernama Phra Phuttha Mongkhon Sakdit, Buddha tanah liat berdaun emas yang megah yang memancarkan iman dan kekuatan spiritual. Selain itu, ada kapel yang didedikasikan untuk Mae Boonruean Tongboonterm, seorang praktisi Buddhis awam terkenal yang warisan spiritualnya terus menarik banyak pengunjung yang mencari berkah dan kedamaian.
Kuil ini berfungsi sebagai galeri evolusi artistik, menampilkan pola stucco yang rumit dan dekorasi interior yang menekankan suasana terang dan lapang sambil mempertahankan rasa kesucian yang mendalam. Lingkungan internal menawarkan keheningan meditatif yang mengejutkan, meskipun terletak hanya beberapa langkah dari energi kacau Sampheng dan Chinatown, menjadikannya tempat perlindungan spiritual yang sempurna bagi mereka yang ingin melarikan diri dari kebisingan kota untuk refleksi atau apresiasi arsitektur.
Bagi fotografer dan seniman, Kuil Koh menawarkan banyak inspirasi visual, dari permainan cahaya dan bayangan pada struktur modern hingga batu bata lapuk yang berbicara tentang berabad-abad yang lalu. Kontras yang mencolok antara kehidupan jalanan yang dinamis dari komunitas sekitarnya dan ketenangan di dalam area kuil memberikan narasi yang menarik tentang koeksistensi masa lalu dan masa kini Bangkok, menjadikannya tempat yang ideal untuk fotografi jalanan dan sketsa perkotaan.
Kami mengundang semua orang untuk merasakan pesona unik Kuil Koh, untuk membenamkan diri dalam kekayaan budayanya, dan untuk menerima rasa keberuntungan saat menjelajahi salah satu lingkungan bersejarah dan hidup di Bangkok.
Cara Menuju ke Sana
Mobil Pribadi:
- Ambil Jalan Borommaratchachonnani dan belok ke Jalan Chimphli mengikuti rambu untuk Pasar Terapung Taling Chan. Parkir tersedia di sekitar kuil.
Perahu:
- Gunakan layanan perahu ekor panjang wisata dari dermaga utama di Bangkok untuk diturunkan di dermaga Wat Koh atau dermaga pasar terapung.
Transportasi Umum:
- Naik Bus No. 79 (Phutthamonthon Sai 2 - Ratchaprasong) dan turun di halte Kantor Distrik Taling Chan, lalu berjalan kaki jarak pendek.
Perjalanan
Musim Berkunjung Terbaik:
- Direkomendasikan pada pagi hingga menjelang siang (08:00 – 11:00) untuk menghindari panas dan menangkap cahaya indah yang mengenai jendela kuil tua.
Alas Kaki & Pakaian:
- Kenakan pakaian sopan dan bernapas, serta sepatu berjalan yang nyaman, karena medannya mencakup jalan setapak beton dan jalan tepi sungai.
Fotografi:
- Sudut terbaik berada di dermaga dan di depan Ubosot tua; mohon meminta izin sebelum mengambil potret warga setempat.
Budaya Lokal:
- Jangan lewatkan untuk mencoba makanan penutup Thailand dan makanan ringan "gaya kebun" yang dijual di sekitar kuil, terutama selama akhir pekan.
Biaya Masuk
- Pengunjung Lokal: Dewasa Gratis, Anak-anak Gratis
-
Pengunjung Asing: Dewasa Gratis, Anak-anak Gratis
Jam Buka
- Buka Setiap Hari: 07:00 – 17:00