“Kagumi lukisan mural kehidupan Buddha yang halus dan adegan "Phra Chula Mani" di vihara era Ayutthaya, dan mohon berkat dari mantan kepala biara yang sangat dihormati, Luang Pho Im.”
Kuil Suthawat (Suthawat Temple) , yang dikenal secara umum oleh penduduk setempat sebagai “Wat Mai” (Kuil Baru), adalah sebuah kuil komunitas kuno yang terletak di Distrik In Buri, Provinsi Sing Buri. Kuil ini memiliki nilai historis, arkeologis, dan artistik yang signifikan. Catatan sejarah menunjukkan bahwa kuil ini dibangun di atas sisa-sisa kuil kuno yang terbengkalai pada masa pemerintahan Raja Rama IV. Bukti penting termasuk penemuan arca Buddha batu besar dan reruntuhan chedi tua di atas gundukan tanah dekat saluran air, yang menunjukkan bahwa daerah ini dulunya berfungsi sebagai pusat keagamaan utama.
Sorotan paling berharga dari kuil ini adalah viharn (aula pertemuan) tuanya, contoh luar biasa dari arsitektur periode Ayutthaya yang terpelihara dengan baik. Di dalamnya, pengunjung dapat mengagumi lukisan mural kuno yang berharga yang menggambarkan adegan-adegan dari kehidupan Buddha, terutama Parinirwana Buddha dan pembagian relik suci. Mural-mural ini menampilkan keahlian para seniman ahli yang halus melalui garis-garis yang lembut, pigmen alami tradisional, dan komposisi yang dipenuhi dengan pengabdian spiritual.
Selain signifikansi artistiknya, Kuil Suthawat juga merupakan tempat perlindungan spiritual bagi masyarakat setempat melalui warisan Luang Pho Im yang dihormati, seorang mantan kepala biara yang terkenal karena belas kasih dan kebajikannya. Amulet sucinya—khususnya koin Luang Pho Im—sangat dicari oleh para kolektor, menjadikan kuil ini sebagai tujuan berkelanjutan bagi para penyembah yang mencari berkat dan kenyamanan spiritual.
Suasana di dalam kompleks kuil tenang, sederhana, dan sangat spiritual. Pengunjung yang tertarik pada seni dan arkeologi akan menghargai detail rumit dari bubungan viharn yang dihiasi dengan mangkuk keramik glasir kuno, serta arca Buddha batu pasir merah yang mencerminkan periode transisi dalam seni Buddha di sepanjang cekungan Sungai Chao Phraya.
Kunjungan ke Kuil Suthawat bukan hanya perjalanan sejarah tetapi juga kesempatan untuk mengalami kesinambungan hidup dari iman dan warisan budaya. Pengunjung diundang dengan hangat untuk membenamkan diri dalam keindahan yang tenang dan seni mural abadi yang dengan lembut memurnikan pikiran di Kuil Suthawat (Kuil Mai).
Cara Menuju ke Sana
Mobil Pribadi:
- Dari pusat kota Sing Buri, ambil Jalan Raya 311 (Sing Buri-In Buri) ke utara menuju KM 11-12. Kuil ini dekat dengan Wat Kradang Nga Buppharam, dengan belokan menuju Ban Suan Mamuang.
Transportasi Umum:
- Naik bus apa pun yang menuju ke In Buri dan turun di persimpangan Thap Ya, lalu gunakan taksi lokal atau ojek untuk mencapai kuil.
Perjalanan
Waktu Terbaik untuk Mengunjungi:
- Dapat diakses sepanjang tahun, tetapi mengunjungi antara 09:00 - 15:00 memastikan cukup cahaya alami untuk melihat detail mural di dalam aula.
Fotografi:
- Interior aula redup dan seninya rapuh; mohon jangan menggunakan lampu kilat untuk mencegah kerusakan pigmen kuno.
Aktivitas yang Direkomendasikan:
- Setelah mengunjungi aula pertemuan, berikan penghormatan kepada Luang Pho Im dan nikmati pemandangan tepi sungai yang indah di sekitar kompleks kuil.
Perencanaan Perjalanan:
- Kuil ini terletak dekat dengan Wat Kradang Nga Buppharam, sehingga mudah untuk memasukkan keduanya dalam tur kuil In Buri.
Biaya Masuk
-
Pengunjung Lokal: Dewasa Gratis, Anak-anak Gratis
-
Pengunjung Asing: Dewasa Gratis, Anak-anak Gratis
Jam Buka
-
Buka setiap hari dari pukul 08:00 – 16:30.