“Berikan penghormatan kepada Buddha Berbaring kuno (Luang Pho Sang Si Sanphet) di dalam gua dan saksikan Jejak Kaki Buddha Batu Hijau yang unik dengan pemandangan panorama 360 derajat U Thong.”
Kuil Khao Phra Si Sanphetcharam (Khao Phra Si Sanphetcharam Temple) , yang umumnya dikenal sebagai Wat Khao Phra, adalah kuil kuno yang memiliki nilai sejarah dan arkeologi yang besar. Diyakini telah didirikan selama periode Dvaravati, sekitar abad ke-6–11, berdasarkan banyak penemuan arkeologis di daerah tersebut. Ini termasuk pahatan batu Chak Narai (Vishnu), tablet nazar Dvaravati yang dikenal sebagai Phra Tham Suea, dan gambar Buddha batu pasir. Kuil ini terletak di sebuah bukit berhutan kecil, dikelilingi oleh tanaman hijau yang rimbun, menciptakan suasana yang damai, sejuk, dan mempesona secara spiritual.
Salah satu daya tarik pertama bagi pengunjung adalah berjalan kaki singkat menaiki tangga Naga, menuju ke gua yang menampung Buddha berbaring yang dikenal sebagai Luang Pho Sang Si Sanphet. Arca Buddha berbaring kuno ini diukir langsung dari batu dan diyakini berasal dari periode Dvaravati, dengan restorasi selanjutnya selama era Ayutthaya. Interior gua sejuk dan tenang, menjadikannya tempat yang ideal untuk beribadah, bermeditasi, dan refleksi yang tenang.
Melanjutkan pendakian ke puncak bukit, pengunjung akan menemukan paviliun empat sisi yang indah (Mondop) yang mengabadikan replika jejak kaki Buddha, yang diukir dari batu hijau alami atau batu pasir hijau. Jejak kaki suci ini terkenal karena motif keberuntungannya yang diukir halus, yang langka dan sulit ditemukan di tempat lain di Thailand. Di dekatnya berdiri sisa-sisa stupa periode Ayutthaya kuno (Stupa No. 9), dengan hanya alas perseginya yang tersisa, yang menawarkan bukti nyata dari kemakmuran dan kepentingan agama situs tersebut di masa lalu.
Selain nilai agama dan arkeologisnya, area puncak bukit juga berfungsi sebagai salah satu titik pandang terbaik di Distrik U Thong. Dari sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan panorama kota sekitarnya, sawah yang luas, dan lanskap pedesaan yang tenang, memberikan rasa damai dan harmoni bersama dengan kepuasan spiritual.
Khao Phra Si Sanphetcharam Temple juga dikaitkan dengan legenda setempat, termasuk kisah kota bawah tanah tersembunyi di bawah gua dan kepercayaan kuat yang terkait dengan ular Naga. Akibatnya, banyak umat beragama yang secara teratur mengunjungi kuil Chao Pho Chak Narai dan sumur kuno berusia ribuan tahun. Oleh karena itu, kunjungan ke kuil ini bukan hanya pengalaman jalan-jalan, tetapi perjalanan yang bermakna ke salah satu akar peradaban kuno yang tertua dan paling berharga di Thailand.
Cara Menuju ke Sana
Mobil Pribadi:
- Dari Menara Jam Banharn-Jamsai di U Thong, ambil Jalan Malaiman dan belok ke jalur yang ditentukan sejauh sekitar 2 kilometer. Jalan beraspal mengarah langsung ke kaki bukit.
Mendaki Bukit:
- Dari area parkir, terdapat tangga beton yang mengarah ke gua dan Mondop di puncak, yang merupakan jalan kaki yang mudah dikelola.
Perjalanan
Musim Terbaik untuk Berkunjung:
- Pagi hari atau sore hari disarankan untuk menghindari terik matahari siang dan untuk menikmati pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan dari puncak.
Festival Tahunan:
- Kuil ini mengadakan festival besar dua kali setahun: selama bulan purnama bulan lunar ke-12 (Loy Krathong) dan selama hari ke-14-15 bulan lunar ke-5 (Songkran).
Tempat Terdekat:
- Kuil ini hanya beberapa kilometer dari Museum Nasional U Thong dan Buddha Batu Besar (Phra Phuttha Pusaya Khiri), sehingga mudah untuk digabungkan menjadi perjalanan satu hari.
Biaya Masuk
-
Gratis masuk untuk semua pengunjung.
Jam Buka
-
Setiap Hari: 08:00 – 17:00