“Saksikan produksi Din So Phong dari marl putih alami, memanfaatkan kearifan lokal di satu-satunya situs di Thailand yang melestarikan kemurnian alami yang luar biasa.”
Desa Din So Phong (Din So Phong Village) adalah pusat produksi tanah liat bubuk terbesar dan terpenting di Thailand. Desa ini terletak di daerah dengan karakteristik geologis yang unik, di mana terdapat deposit besar tanah marl, yang secara lokal dikenal sebagai “din si phong,” di bawah tanah. Jenis tanah ini sangat halus, berwarna putih alami, dan sangat cocok untuk menghasilkan tanah liat bubuk berkualitas tinggi yang telah lama didistribusikan ke seluruh negeri.
Proses produksi di komunitas ini telah melestarikan metode tradisionalnya dalam setiap detail. Dimulai dengan mengekstraksi tanah marl dari tanah dan melarutkannya dalam air, diikuti oleh beberapa tahap filtrasi untuk menghilangkan kotoran hingga diperoleh larutan tanah liat yang sangat murni. Tanah liat cair kemudian diteteskan ke halaman pengeringan dalam proses yang dikenal sebagai “meneteskan tanah liat,” membentuk pelet bulat kecil seukuran ibu jari, yang dibiarkan mengering secara alami di bawah sinar matahari.
Pada hari-hari cerah, seluruh desa ditutupi dengan ladang tanah liat pengeringan putih terang yang tertata rapi, menciptakan lanskap yang mencolok dan langka yang jarang terlihat di zaman modern. Pemandangan ini tidak hanya mencerminkan teknik produksi tradisional tetapi juga menceritakan kisah tentang cara hidup yang sangat terhubung dengan alam.
Mengunjungi desa tanah liat bubuk bukan hanya tentang mengamati proses pembuatan, tetapi tentang mengalami inti dari kearifan lokal Thailand, di mana sumber daya alam diubah menjadi mata pencaharian yang berkelanjutan. Tanah liat bubuk digunakan dalam banyak aspek kehidupan sehari-hari, termasuk bubuk festival Songkran, pengobatan tradisional, perawatan kulit, serta industri konstruksi dan perikanan, yang mencerminkan generasi pengetahuan dan pengalaman yang terakumulasi.
Selain itu, daerah ini berfungsi sebagai studio alami bagi para fotografer yang ingin mengabadikan gaya hidup pedesaan sederhana yang diturunkan dari generasi ke generasi. Gambar pelet tanah liat putih yang disusun di bawah sinar matahari yang kuat menyampaikan rasa kebersihan, kemurnian, dan ketenangan, mengungkapkan keindahan tenang dari cara hidup yang sederhana namun bermakna.
Desa Tanah Liat Bubuk Ban Hin Song Kon mengundang pengunjung untuk belajar tentang proses menciptakan warisan budaya dari bumi itu sendiri, mendukung produk lokal unik Lopburi, dan mengambil bagian dalam melestarikan kearifan tradisional yang tak ternilai ini untuk generasi mendatang.
Cara Menuju ke Sana
Mobil Pribadi:
- Menyeberangi jembatan Sungai Lopburi menuju Thale Chup Sorn; desa ini terletak di sepanjang kanal irigasi dekat Jalan Raya 3196.
Transportasi Umum:
- Naik songthaew (bus truk pickup) Lopburi-Ban Berk dari pusat kota ke Ban Hin Song Kon.
Ojek:
- Dapat disewa dari stasiun kereta api atau terminal bus Lopburi ke lokasi produksi Ban Hin Song Kon.
Perjalanan
Musim Kunjungan Terbaik:
- Kunjungi selama Musim Panas (Februari - Mei), karena produksi berada pada puncaknya dan matahari yang cerah membuat ladang putih terlihat paling indah.
Pakaian:
- Bawalah topi, kacamata hitam, dan tabir surya, karena area terbuka dan matahari memantul dengan kuat dari tanah putih.
Fotografi:
- Periode sekitar 09:00 - 10:30 adalah saat penduduk desa biasanya meneteskan tanah ke ladang, memberikan suasana yang hidup untuk pengambilan gambar.
Suvenir:
- Jangan lupa untuk membeli Din So Phong asli langsung dari sumbernya; itu murni dan jauh lebih murah daripada di pasar umum.
Perencanaan:
- Desa ini dekat dengan Phra Thinang Yen (Paviliun Thale Chup Sorn); Anda dapat dengan mudah mengunjungi situs bersejarah dari era Raja Narai ini sesudahnya.
Biaya Masuk
-
Pengunjung Thailand: Masuk Gratis
-
Pengunjung Asing: Masuk Gratis
Jam Buka
-
Melihat Produksi: 08:00 – 17:00
-
Catatan: Produksi berhenti pada hari hujan karena bubuk marl tidak dapat dikeringkan dan akan larut.