Kuil Phanthai Norasing (Phanthai Norasing Shrine) adalah monumen bersejarah dan simbol nasional kesetiaan dan integritas, yang dikenal luas di seluruh Thailand. Terletak di Subdistrik Phanthai Norasing, Provinsi Samut Sakhon, kuil ini didirikan untuk memperingati Phanthai Norasing, juru mudi kerajaan dari Tongkang Kerajaan Ekachai pada masa pemerintahan Raja Sanphet VIII, juga dikenal sebagai Raja Suea, pada periode Ayutthaya. Kisahnya telah lama dianggap sebagai pelajaran moral yang kuat tentang kesetiaan, tanggung jawab, dan kepatuhan yang tak tergoyahkan terhadap hukum dan tradisi kerajaan.
Menurut catatan sejarah, ketika raja bepergian melalui air, tongkang kerajaan menabrak cabang pohon besar, menyebabkan haluan pecah. Di bawah Hukum Istana, juru mudi harus menghadapi eksekusi. Meskipun Raja Suea memberinya pengampunan kerajaan, Phanthai Norasing bersikeras menerima hukuman untuk menjaga kesucian hukum dan tradisi kerajaan. Pengorbanannya akhirnya menjadi simbol abadi kejujuran, keberanian, dan pengabdian pada tugas.
Di dalam kompleks kuil terdapat beberapa fitur penting. Yang paling menonjol adalah patung Phanthai Norasing, yang diukir dari kayu cendana wangi dan dibuat seukuran manusia, yang menggambarkan dia memegang kemudi perahu. Pengunjung biasanya memberikan penghormatan dan berdoa untuk kesuksesan dalam karier, usaha bisnis, dan integritas pribadi mereka. Di belakang kuil berdiri tiang eksekusi asli dan bekas kuil, tempat tiang kayu yang diyakini sebagai lokasi eksekusi yang sebenarnya dilestarikan dalam wadah kaca, bersama dengan model seukuran manusia yang menggambarkan peristiwa bersejarah tersebut.
Daya tarik penting lainnya adalah perahu kayu Takian kuno, sebuah kapal kayu tunggal besar sepanjang lebih dari 19 meter, yang digali dari daerah terdekat dan diyakini berusia lebih dari 300 tahun. Artefak ini mencerminkan keahlian pembuatan perahu canggih di masa lalu. Di sekeliling kuil terdapat jalur alam bakau, yang terdiri dari jalan setapak kayu di sepanjang Sungai Tha Chin, menawarkan lingkungan yang damai dan teduh yang ideal untuk jalan-jalan santai dan pembelajaran ekologi.
Dalam hal kepercayaan dan persembahan lokal, Kuil Phanthai Norasing dianggap sangat sakral. Pengunjung yang keinginannya terpenuhi sering kembali untuk memberikan persembahan seperti patung ayam jantan, sarung tinju, atau dayung kayu, karena catatan sejarah menunjukkan bahwa Phanthai Norasing menikmati sabung ayam dan tinju. Akibatnya, ribuan patung ayam jantan dapat dilihat dipajang di seluruh kompleks kuil, membentuk pemandangan yang unik dan mengesankan.
Kuil Phanthai Norasing bukan hanya tempat ibadah tetapi juga situs sejarah dan budaya penting yang mengingatkan pengunjung akan nilai-nilai abadi kesetiaan, tanggung jawab, dan integritas moral yang terus menginspirasi masyarakat Thailand saat ini.