“Salah satu sumber kopi Arabika premium terbaik di Thailand, menampilkan bunga Sakura Himalaya Liar yang memukau di seluruh gunung selama musim dingin.”
Doi Chang (Doi Chang) terletak di Distrik Wa Wi, adalah puncak tinggi di pegunungan Doi Wa Wi dan berfungsi sebagai hulu Sungai Mae Kon. Awalnya dihuni oleh berbagai suku bukit etnis yang melakukan perladangan berpindah, daerah itu kemudian dikembangkan menjadi stasiun penelitian pertanian dataran tinggi untuk mempromosikan tanaman beriklim sedang. Saat ini, telah berkembang menjadi pusat layanan akademis pertanian utama. Berdiri di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut, daerah ini tetap sejuk sepanjang tahun dengan suhu rata-rata hanya 18 derajat Celcius, menjadikannya tempat peristirahatan yang sempurna dan lokasi utama untuk pertanian beriklim sedang.
Ketenaran Doi Chang diakui secara global karena Kopi Arabika Premium. Pengunjung dapat menyaksikan perkebunan kopi yang luas menutupi lereng gunung, yang menjadi sangat indah selama musim panen. Selain itu, antara bulan Desember dan awal Januari, gunung ini diwarnai merah muda oleh bunga Sakura Himalaya Liar. Keindahan alam ini, dikombinasikan dengan gaya hidup sederhana dan ramah masyarakat etnis setempat, menjadikan Doi Chang sebagai tujuan yang sangat mengesankan bagi semua wisatawan.
Gunung ini menawarkan berbagai tempat menarik, dimulai dengan plot eksperimen bunga dan buah-buahan beriklim sedang seperti Chestnut, Macadamia, Aprikot Cina, Persik, dan Kesemek. Pengunjung dapat berjalan-jalan melalui plot ini untuk melihat hasil panen musim dingin. Setelah itu, seseorang tidak boleh melewatkan mencicipi kopi Arabika segar di pusat pengolahan, tempat proses pemanggangan diperagakan. Rasa kopi Doi Chang yang harum dan lembut adalah pengalaman unik yang harus dinikmati oleh para penggemar kopi setidaknya sekali.
Situs keyakinan yang signifikan adalah Taman Buddhis Doi Chang, sebuah tempat perlindungan meditasi di tengah hutan yang rimbun. Sorotan di sini adalah Sumur Suci atau Kolam Zamrud, sebuah kolam besar dengan air zamrud sebening kristal yang memantulkan kelimpahan alam. Jalur ini dikelilingi oleh pepohonan besar dan suara satwa liar yang konstan. Sebuah jalur kecil dari kolam mengarah ke area perlindungan tempat berbagai patung Buddha berada, menawarkan suasana damai yang membantu memurnikan pikiran.
Perjalanan diakhiri dengan indah di Titik Pandang Doi Chang, yang didekorasi dengan beragam bunga beriklim sedang yang berwarna-warni. Selama musim dingin, udara menjadi sangat dingin mulai dari sore hari. Turis sering bersantai di lereng berumput untuk menyaksikan cahaya terakhir hari itu. Saat matahari menghilang di balik cakrawala, memancarkan cahaya keemasan di seluruh jajaran pegunungan yang kompleks, adalah pemandangan di luar kata-kata dan kenangan berharga bagi siapa pun yang mengunjungi Doi Chang, Chiang Rai.
Cara Menuju ke Sana
-
Mobil Pribadi: Dari kota Chiang Rai, ambil rute Chiang Rai-Mae Suai (Jalan Raya 118). Di Mae Suai, belok kanan ke Jalan Raya 1093 menuju Wa Wi dan ikuti rambu-rambu ke Doi Chang. Jalannya curam dan berliku; harap mengemudi dengan hati-hati.
-
Transportasi Umum: Naik songthaew biasa di rute Chiang Rai-Mae Suai, lalu sewa kendaraan lokal untuk mencapai Doi Chang, karena tidak ada bus umum langsung ke puncak.
Perjalanan
-
Waktu Kunjungan Terbaik: Kunjungi selama bulan Desember hingga Januari untuk melihat bunga Sakura Himalaya Liar dan mengalami cuaca terdingin.
-
Kode Berpakaian: Siapkan pakaian musim dingin tahan angin, karena suhu dapat turun secara signifikan pada malam dan pagi hari.
-
Aktivitas yang Wajib Dilakukan: Menikmati kopi segar di tepi tebing sambil menghadap ke lautan kabut dan mendaki jalur alam di Taman Buddhis.
-
Keselamatan Berkendara: Pengemudi yang tidak terbiasa dengan jalan pegunungan harus menggunakan gigi rendah dan menghindari mengemudi di malam hari demi keselamatan.
Biaya Masuk:
- Masuk gratis ke area umum
Jam Buka:
- Area umum dan Taman Buddhis buka setiap hari dari pukul 08:00 – 17:00.