“Berikan penghormatan kepada tiga pilar kota suci yang ditempatkan di dalam satu kuil dan kagumi arsitektur Thai-kontemporer yang elegan di jantung Lampang—tempat bertemunya kemakmuran dan sejarah”
Kuil Pilar Kota Lampang (Lampang City Pillar Shrine) adalah landmark suci yang sangat penting dan jantung spiritual kota. Terletak di depan Balai Provinsi Lampang lama, ia memiliki fitur unik yang membedakannya dari provinsi lain yaitu menampung tiga pilar kota di dalam satu paviliun. Pilar pertama didirikan sekitar tahun 1774 pada masa pemerintahan Chao Fa Chai Kaeo, diikuti oleh pilar kedua pada tahun 1791, dan pilar ketiga pada masa Chao Boonyawat Wongmanit, penguasa terakhir Lampang. Memiliki banyak pilar mencerminkan perluasan kota dan suksesi kekuasaan di berbagai era. Pada tahun 1897, ketiga pilar tersebut disatukan ke lokasi mereka saat ini untuk berfungsi sebagai pusat keyakinan terpadu bagi semua penduduk Lampang.
Arsitektur saat ini adalah paviliun empat sisi yang elegan yang secara harmonis memadukan gaya artistik Thailand Tengah dan Lanna. Interiornya didekorasi dengan indah dengan pola Thai emas yang kontras dengan dinding bersih dan cerah. Setiap pilar kota dibuat dari kayu Chaiyaphruek (Cassia Jawa) yang menguntungkan dan telah menjalani ritual Brahmin sesuai dengan tradisi kerajaan kuno. Selain kepentingan religiusnya, daerah sekitarnya terhubung ke situs bersejarah lainnya seperti Museum Lampang dan Wat Boonyawat Wihan, menjadikan lokasi ini jantung sejati kota tua yang dengan jelas menceritakan kisah dari masa lalu hingga saat ini.
Selain kemegahan arsitekturnya, kuil ini terletak di dekat Menara Jam, simbol ikonik Lampang, sehingga sangat mudah diakses. Daerah sekitarnya luas dan bersih, menampilkan taman dan tempat parkir yang teratur untuk menyambut wisatawan. Penduduk setempat sering berkunjung untuk berdoa demi kesuksesan karier, kemakmuran bisnis, dan perlindungan dari bahaya. Di dalam kuil, anggota staf tersedia untuk memandu pendatang baru melalui langkah-langkah ibadah yang benar, memastikan pengalaman yang bebas dari rasa khawatir. Selain itu, perayaan besar diadakan selama festival besar, menampilkan pertunjukan budaya tradisional gratis untuk umum. Ini adalah titik awal yang sempurna untuk setiap perjalanan, menawarkan ketenangan pikiran dan senyum kepada setiap pengunjung.
Mengunjungi Kuil Pilar Kota Lampang bukan hanya tentang mencari berkah dan keberuntungan untuk kehidupan yang lancar tetapi juga kesempatan untuk menghargai arsitektur yang mencerminkan kejayaan masa lalu Kerajaan Lampang. Pada malam hari, pemerintah kota menerangi kuil dengan lampu-lampu indah, mengubahnya menjadi tempat fotografi yang tenang dan mistis di tengah distrik bisnis. Ini adalah landmark kota yang wajib dikunjungi yang tidak boleh dilewatkan oleh setiap wisatawan.
Cara Menuju ke Sana
-
Mobil Pribadi: Terletak di pusat kota di Jalan Boonwat, di seberang Museum Lampang. Parkir tersedia di sepanjang jalan-jalan di sekitar kuil.
-
Transportasi Umum: Mudah diakses melalui truk kuning setempat atau kereta kuda ikonis Lampang.
Perjalanan
-
Ibadah: Dupa, lilin, dan bunga tersedia melalui sumbangan sukarela. Merupakan tradisi untuk memberikan penghormatan kepada gambar Phra Phuttha Nirantarai terlebih dahulu sebelum menghormati tiga pilar kota.
-
Etika: Karena ini adalah situs yang sangat suci, mohon berpakaian sopan (tidak ada rok pendek, celana pendek, atau atasan tanpa lengan).
-
Tempat Terdekat: Setelah berkunjung, Anda dapat berjalan kaki ke Museum Lampang atau melanjutkan ke Jalan Pejalan Kaki Kad Kong Ta (tersedia pada hari Sabtu dan Minggu).
Biaya Masuk:
-
Masuk Gratis
Jam Buka:
-
Buka Setiap Hari: 06:00 – 20:00.