“Jelajahi arsitektur tiga candi batu yang sejajar dari utara ke selatan. Situs ini terkenal dengan ambang batu pasirnya, khususnya 'Narayana Trivikrama' (Dewa Vishnu mengambil tiga langkah raksasa), yang diukir dengan kejernihan luar biasa dan detail yang indah. Meskipun struktur utama dibangun dari batu bata, penggunaan strategis batu pasir untuk elemen dekoratif utama menciptakan harmoni yang sempurna, yang secara luar biasa mencerminkan keahlian unggul pengrajin Khmer kuno dari abad ke-12.”
Candi Ku Suan Taeng (Ku Suan Taeng Sanctuary) adalah monumen Khmer penting yang terletak di bagian utara Provinsi Buriram. Terdiri dari tiga menara bata (prang) yang sejajar utara-ke-selatan di atas fondasi laterit yang menyatu. Menghadap ke timur sesuai dengan kepercayaan kosmologis kuno, prang pusat adalah yang terbesar, diapit oleh dua menara bawahan yang sedikit lebih kecil. Apa yang membedakan Ku Suan Taeng di mata para sejarawan adalah kualitas luar biasa dari ambang batu pasirnya, yang tetap terpelihara dengan sangat baik dan mencerminkan gaya Angkor Wat abad ke-12 yang rumit.
Bagian yang paling berharga adalah lintel Narayana Trivikrama , yang menggambarkan Dewa Vishnu mengambil tiga langkah raksasa untuk menaklukkan iblis Bali. Ikonografi khusus ini jarang terjadi dan menunjukkan keahlian yang luar biasa. Lintel lainnya menggambarkan Krishna menaklukkan ular Kaliya dan berbagai dewa yang terletak di dalam kusen pintu yang berornamen. Terletak di dalam kompleks Wat Ku Suan Taeng, candi ini menawarkan suasana damai dan khidmat, memadukan warisan sejarah dengan jantung spiritual komunitas yang hidup. Kunjungan ke sini seperti melangkah kembali ke masa kejayaan kekaisaran, di mana batu bata dan ukiran kuno menceritakan kisah sebuah kerajaan yang pernah berjaya di sepanjang cekungan Sungai Mat.
Selain arsitektur yang luar biasa, area sekitarnya menampilkan berbagai artefak yang ditemukan selama penggalian, memberikan wawasan yang lebih jelas tentang gaya hidup dan ritual masyarakat kuno yang pernah tinggal di sini. Pesona damai candi ini, yang terletak di dalam komunitas Ban Ku, terus menarik para penggemar sejarah yang ingin menyaksikan keindahannya secara langsung. Mengunjungi situs ini bukan hanya tentang menjelajahi reruntuhan; ini adalah pertemuan dengan kebanggaan lokal karena komunitas bekerja sama untuk melestarikan warisan berharga ini untuk generasi mendatang. Dikelilingi oleh suasana yang tenang, setiap pengunjung pasti akan pulang dengan kesan abadi tentang permata sejarah ini.
Cara Menuju ke Sana
-
Dengan Mobil Pribadi: Dari pusat kota Buriram, ambil Jalan Raya 2074 menuju Distrik Putthaisong, kemudian lanjutkan di Jalan Raya 202 menuju Distrik Ban Mai Chaiyaphot. Candi ini terletak di dalam kompleks Kuil Ku Suan Taeng, sekitar 15 kilometer dari pusat distrik.
-
Dengan Transportasi Umum: Anda dapat naik bus umum yang melewati Distrik Ban Mai Chaiyaphot, kemudian menyewa transportasi lokal atau ojek ke Subdistrik Ku Suan Taeng.
Perjalanan
-
Hal Penting yang Harus Dilihat: Amati detail rumit pada ambang di atas setiap pintu masuk. Ini adalah titik fokus di mana karya seni candi yang paling menakjubkan dilestarikan.
-
Kode Etik: Karena candi ini terletak di dalam kompleks kuil, harap tetap menghormati dan tenang. Jangan memanjat struktur bata untuk mencegah kerusakan pada monumen kuno.
-
Tip Fotografi: Matahari sore memberikan cahaya lembut dan hangat di bagian depan candi, membuat detail ukiran batu pasir jauh lebih jelas dan lebih indah untuk fotografi
Biaya Masuk:
- Gratis masuk
Jam Buka:
- Buka setiap hari: 08:00 – 17:00