“Lihatlah fondasi megah dari bangunan tepi laut berbentuk segi delapan yang besar, yang merupakan asal mula istana kayu jati emas terbesar di dunia.”
Istana Manthat Rattanarot (Manthat Rattanaroj Throne Hall) adalah istana terpenting di dalam kompleks istana Phra Chudhadhuj Ratchathan. Dibangun atas perintah Raja Chulalongkorn (Rama V), awalnya merupakan bangunan kayu jati emas tiga lantai berbentuk segi delapan yang megah. Letaknya di tepi laut untuk mendapatkan manfaat penuh dari angin laut alami. Nama istana ini mengandung makna keberuntungan, melambangkan kemakmuran seperti batu permata berharga. Namun, saat ini pengunjung hanya melihat fondasi batu dan semen, yang tetap dalam kondisi sangat baik dan menunjukkan skala besar struktur masa lalu. Hal ini karena bangunan kayu tersebut dibongkar dan dibangun kembali sebagai "Istana Vimanmek" di Istana Dusit di Bangkok.
Fitur utama dari situs ini adalah denah lantai segi delapan, yang kompleks dan indah, mencerminkan pengaruh arsitektur Barat yang lazim pada saat itu. Di lokasi fondasi, papan informasi dan gambar rekonstruksi dipajang untuk membantu pengunjung membayangkan detail indah dari bangunan aslinya. Area sekitarnya dihiasi dengan pepohonan dan jalan setapak batu yang terhubung ke pantai, menawarkan pemandangan panorama laut Koh Sichang. Ini juga mencerminkan visi arsitektur canggih abad ke-19.
Suasana di sekitar istana ini damai dan sakral. Sebagai area terbuka di pantai, pengunjung dapat merasakan kabut laut dan mendengar ombak yang menghantam pantai. Area ini sangat cocok untuk eksplorasi mendalam untuk mempelajari sejarah dan konstruksi kuno. Pada siang hari, sinar matahari mengenai dasar batu, menciptakan bayangan yang indah, sedangkan di malam hari, suasananya menjadi ruang yang tenang yang cocok untuk mengenang masa lalu pulau yang gemilang.
Bagi sejarawan dan mereka yang tertarik dengan arsitektur, berdiri di tanah ini merupakan pengalaman yang berharga karena merupakan titik awal salah satu struktur kayu terpenting di Thailand. Selain itu, ini adalah tempat fotografi yang unik dengan garis-garis fondasi yang kontras dengan cakrawala dan laut biru. Pengunjung dapat berjalan di sekitar bangunan untuk melihat detail peletakan batu fondasi dan tata letak ruangan, yang membantu memperjelas bagaimana keluarga kerajaan tinggal di masa lalu.
Kami mengundang Anda untuk menyentuh semangat masa lalu di fondasi istana ini. Meskipun bangunan itu tidak lagi ada, keagungan dan kenangannya terukir kuat di setiap batu di sepanjang pantai Koh Sichang.
Cara Menuju ke Sana
-
Sewa Sepeda Motor: Parkir di tempat parkir pusat istana dan berjalanlah di sepanjang pantai ke arah timur.
-
Berjalan Kaki: Dari Jembatan Asdang, berjalanlah di sepanjang pantai ke kiri sejauh sekitar 200 meter untuk menemukan fondasi istana besar.
Perjalanan
-
Waktu yang Disarankan: Waktu terbaik untuk berkunjung adalah antara pukul 09:00 - 11:00 ketika cahaya jatuh sempurna pada fondasi, ideal untuk fotografi arsitektur.
-
Pakaian: Karena ini adalah area terbuka dengan sinar matahari yang kuat, bawalah topi atau payung lipat.
-
Etika Berkunjung: Harap jangan memanjat fondasi atau dinding kuno untuk membantu melestarikan struktur aslinya.
-
Info Tambahan: Disarankan untuk mengunjungi museum di Rumah Hijau terlebih dahulu untuk melihat model skala istana ini untuk visualisasi yang lebih jelas.
Biaya Masuk:
- Tidak Ada Biaya Masuk.
Jam Buka:
-
Buka Setiap Hari: 09:00 – 17:00