“Konvergensi peradaban Dvaravati dan legenda lokal Phra Rot-Meri, ditampilkan melalui stupa kuno dan parit serta benteng kota bersejarah berusia 1.200 tahun.”
Phra That Mueang Phra Rot (Phra That Mueang Phra Rot) lebih dari sekadar situs keagamaan lokal, ia adalah landmark bersejarah penting di Semenanjung Indocina. Tempat ini berfungsi sebagai pusat kota kuno selama periode Dvaravati (abad ke-6–11 M), sebuah era yang diakui sebagai zaman keemasan bagi ekspansi agama Buddha dan budaya India ke Thailand. Berdasarkan fotografi udara dan survei arkeologi, Mueang Phra Rot menampilkan rencana kota persegi panjang dengan sudut membulat, yang mencakup area seluas lebih dari 600 rai. Kota ini dibentengi dengan parit yang digali dan tembok tanah yang ditinggikan yang dirancang untuk irigasi dan pertahanan strategis, yang mencerminkan tingkat perencanaan kota yang canggih dan kenegaraan yang jelas selama era tersebut.
Permata mahkota situs ini adalah Stupa Laterit Kuno, yang berdiri megah sebagai landmark utama kuil. Struktur dasar terdiri dari balok laterit masif yang ditumpuk dengan cermat tanpa menggunakan mortar—teknik konstruksi Dvaravati tingkat tinggi yang memprioritaskan keberadaan dan stabilitas permanen. Laterit memiliki sifat berpori unik yang memfasilitasi drainase kelembaban, sehingga ideal untuk iklim muson. Stupa itu sendiri menunjukkan bentuk lonceng terbalik (stupa), sangat dipengaruhi oleh gaya artistik Amaravati dan Gupta India. Namun, itu dilokalkan melalui penambahan alas bertingkat dan bertahap, yang menciptakan kesan kedalaman visual dan kemegahan arsitektur.
Menurut cerita rakyat setempat, situs ini sangat terkait dengan legenda Phra Rot dan Meri (juga dikenal sebagai Dua Belas Saudari), dengan daerah sekitarnya diyakini sebagai latar belakang sebenarnya dari kisah abadi ini. Mengunjungi situs ini sama dengan berjalan melalui sejarah hidup, terutama dengan ditemukannya artefak seperti gambar Buddha batu pasir dan tembikar kuno di sekitar dasar stupa. Temuan ini berfungsi sebagai bukti konkret peran situs sebagai hubungan perdagangan penting antara komunitas sungai pedalaman dan peradaban maritim.
Arsitektur interior kuil menawarkan perpaduan menarik antara barang antik dan modernitas, terutama dalam pelestarian sisa-sisa laterit asli yang digunakan dalam fondasi utama stupa. Ini menunjukkan kebijaksanaan konstruksi era Dvaravati, yang berfokus pada daya tahan dan penggunaan sumber daya lokal. Menjelajahi lahan memungkinkan pengunjung untuk menyaksikan Pelapisan Kronologis waktu, yang membentang dari periode Dvaravati kuno hingga saat ini.
Phra That Mueang Phra Rot adalah tujuan yang tidak boleh dilewatkan bagi penggemar sejarah. Ini adalah tempat yang memungkinkan kita untuk benar-benar "memahami" akar dari masyarakat Phanat Nikhom dan Chonburi, menawarkan pengalaman perjalanan yang dengan sempurna memenuhi baik keingintahuan arkeologi maupun apresiasi estetika.
Cara Menuju ke Sana
- Dari Kota Chonburi, ambil Jalan Sukhaprayun menuju Phanat Nikhom. Di persimpangan utama, belok ke Jalan Mueang Phra Rot menuju Subdistrik Na Phra That. Kuil akan berada di sisi kanan Anda dengan tempat parkir yang luas.
Perjalanan
-
Tempat Foto: Area di sekitar dasar pagoda dan jalan setapak dengan dinding laterit kunonya menawarkan pencahayaan dan bayangan yang mempesona, cocok untuk foto klasik atau bernuansa sepia.
-
Makanan Lokal: Warung makan lokal sering terletak di depan kuil. Cicipi pangsit kucai Phanat Nikhom atau hidangan yang terbuat dari rebung, bahan terkenal di daerah tersebut.
-
Kepatuhan yang Hormat: Karena ini adalah situs bersejarah yang penting, menyentuh atau menulis di atas batu laterit dan artefak sangat dilarang untuk menjaga pelestariannya.
Biaya Masuk :
- Gratis
Jam Buka:
- Setiap Hari: 07.30 – 17:30