“Saksikan kemegahan patung perunggu yang dicetak di Prancis, berdiri dengan bangga di depan Balai Singgasana Ananta Samakhom di tengah arsitektur Neo-Klasik paling memukau di Asia.”
Patung Kuda Raja Chulalongkorn (The Equestrian Statue of King Chulalongkorn) , yang dikenal luas sebagai "Phra Borommarup Song Ma," adalah monumen bersejarah tak ternilai yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Rama V. Monumen ini memiliki keistimewaan sebagai monumen kerajaan pertama di Thailand yang dibuat saat raja masih hidup. Patung itu sendiri dicetak dari perunggu di Paris, Prancis, dan berdiri dengan anggun di Dusit Palace Plaza, sebuah situs bersejarah yang berfungsi sebagai ujung yang megah untuk Ratchadamnoen Avenue yang lebar bergaya Eropa.
Ciri khas dari situs ini adalah patung berstandar internasional yang dengan mulus memadukan pengaruh seni Barat dengan kemegahan Thailand. Diposisikan secara strategis dengan Balai Singgasana Ananta Samakhom sebagai latar belakangnya, bangunan bergaya Renaisans Italia dari marmer putih ini menciptakan suasana kemewahan yang mengingatkan pada ibu kota Eropa. Selain keindahan arsitekturnya, tempat ini adalah ruang sakral tempat warga Thailand sering datang untuk memberikan penghormatan dan mencari berkah untuk kesuksesan dalam karier dan kehidupan mereka.
Area sekitarnya menawarkan lingkungan yang tenang dan luas, sempurna untuk berjalan-jalan mengagumi perencanaan dan arsitektur perkotaan modern saat matahari sore mulai memudar. Angin sejuk di seluruh plaza terbuka membuat menjelajahi halaman Istana Dusit menjadi pengalaman yang menyenangkan. Setiap tahun pada tanggal 23 Oktober, atau Hari Chulalongkorn, plaza berubah menjadi lautan mawar merah muda yang dibawa oleh ribuan umat, menciptakan gambaran yang kuat dan indah tentang iman dan rasa syukur nasional.
Bagi penggemar fotografi, lokasi ini adalah salah satu tempat foto arsitektur utama di Bangkok, menawarkan simetri sempurna antara patung, balai singgasana, dan jalan-jalan boulevard di sekitarnya. Seniman dan pembuat sketsa sering terlihat mengabadikan detail rumit dari struktur, sementara wisatawan budaya dapat belajar tentang modernisasi negara melalui lensa desain perkotaan yang mencerminkan era "Reformasi Agung" Siam.
Mengunjungi landmark ini lebih dari sekadar perhentian wisata; ini adalah pertemuan dengan fondasi Thailand modern dan penghargaan atas penguasaan seni abadi. Ini adalah tempat yang memberikan inspirasi dan energi positif kepada semua pengunjung, baik mereka datang untuk membuat pahala spiritual atau sekadar bersantai di tengah suasana klasik dan bersejarah di jantung kerajaan ibu kota.
Cara Menuju ke Sana
Bus Umum:
- Rute 70, 72, 503, atau bus apa pun yang melewati bekas Kebun Binatang Dusit dan Markas Besar Wilayah Angkatan Darat ke-1.
Mobil Pribadi:
- Parkir tersedia di tempat-tempat yang ditentukan di sekitar pinggiran halaman kerajaan (harap perhatikan rambu lalu lintas setempat).
Perahu Ekspres Chao Phraya:
- Turun di Dermaga Thewet, lalu naik Tuk-Tuk atau Taksi ke Royal Plaza.
Perjalanan
Musim Berkunjung Terbaik:
- Waktu kunjungan yang disarankan adalah pagi hari (06:00 – 08:30) atau sore hari (16:30 dan seterusnya) untuk menghindari panas dan mengabadikan pencahayaan jam emas terbaik.
Kode Berpakaian:
- Karena ini adalah bagian dari Distrik Kerajaan Luar, pengunjung harus berpakaian sopan; hindari celana pendek dan baju tanpa lengan.
Fotografi:
- Pengambilan gambar sudut lebar terbaik dapat diambil dari pulau tengah Ratchadamnoen Nok Avenue yang menghadap ke patung.
Persembahan:
- Merupakan tradisi lokal untuk menawarkan mawar merah muda (merah muda menjadi warna hari Selasa, hari ulang tahun Raja) dan dupa.
Perencanaan Perjalanan:
- Situs ini berlokasi strategis dekat Wat Benchamabophit (Kuil Marmer) dan Perpustakaan Nasional, sehingga mudah untuk digabungkan menjadi tur budaya satu hari.
Biaya Masuk
-
Pengunjung lokal: Gratis
-
Pengunjung asing: Gratis
Jam Buka
-
Buka 24 jam untuk melihat dan memberikan penghormatan di area plaza.
-
Catatan: Akses mungkin dibatasi selama upacara kerajaan atau acara resmi pemerintah.