“Saksikan stupa kuno tenggelam yang ajaib muncul ke permukaan selama musim kemarau. Jelajahi replika di tepi sungai, patung Naga yang megah, dan pemandangan Sungai Mekong yang ikonik di landmark spiritual ini.”
Phra That Nong Khai, yang dikenal luas sebagai Phra That La Nong atau Stupa Tenggelam, memiliki sejarah yang mendalam dan sakral yang didokumentasikan dalam Urangkhathat (Legenda Phra That Phanom). Menurut catatan kuno, stupa ini menyimpan sembilan relik suci tulang kaki kanan Buddha. Secara arsitektur, struktur aslinya mengikuti gaya Lan Xang, sangat mirip dengan Phra That Phanom yang terkenal tetapi dalam skala yang lebih kecil. Selama berabad-abad, stupa ini berdiri di tepi Sungai Mekong, berfungsi sebagai jantung spiritual masyarakat Lan Xang di kedua sisi sungai.
Aliran Sungai Mekong yang tak henti-hentinya akhirnya menyebabkan titik balik bersejarah. Pada tahun 1847 (pada masa pemerintahan Raja Rama III), tepi sungai mengalami erosi yang signifikan, menyebabkan stupa besar tersebut runtuh dan tenggelam ke kedalaman Sungai Mekong. Saat ini, reruntuhan tersebut terletak sekitar 180 meter dari pantai Thailand. Dasar stupa kuno hanya terlihat selama musim kemarau (biasanya dari bulan Februari hingga Mei) ketika permukaan air surut. Struktur yang terendam tetap miring melawan arus, ditutupi lumut sungai, namun batu bata kunonya tetap utuh setelah lebih dari 170 tahun di bawah air.
Untuk melestarikan warisan spiritual ini, Departemen Seni Rupa dan Provinsi Nong Khai membangun replika seukuran aslinya di tepi sungai. Stupa baru ini, berukuran lebar 10 meter di bagian dasar dan tinggi 15 meter, dimodelkan setelah struktur asli yang tenggelam dan menyimpan relik Buddha yang diberikan oleh Patriark Agung. Area sekitarnya telah dikembangkan menjadi plaza budaya yang menampilkan patung Naga yang megah dan sudut pandang yang indah. Selain signifikansi historisnya, Phra That Nong Khai tetap menjadi pusat yang dinamis untuk tradisi lokal, termasuk Festival Roket dan upacara tahunan yang unik yaitu membungkus stupa yang tenggelam dengan kain suci.
Cara Menuju ke Sana
- Sebaiknya berkunjung pada pagi atau sore hari sebelum matahari terbenam untuk menikmati pemandangan indah di sepanjang Sungai Mekong tanpa kepanasan. Bagi mereka yang mencari berkah, menyewa perahu untuk melakukan prosesi lilin di atas air di sekitar pagoda di tengah Sungai Mekong direkomendasikan untuk keberuntungan.
Perjalanan
-
Periksa ketinggian air Mekong sebelumnya jika Anda ingin melihat ujung stupa yang tenggelam.
-
Kunjungi pada pagi hari atau sore hari untuk menghindari panas dan menikmati pemandangan matahari terbenam.
-
Sewa perahu ekor panjang untuk melakukan tiga kali putaran di sekitar stupa untuk keberuntungan.
-
Bawa topi, payung, atau tabir surya karena plaza di tepi sungai cukup terpapar sinar matahari langsung.
-
Berpakaian sopan dan sederhana untuk menunjukkan rasa hormat terhadap situs keagamaan dan sejarah yang sangat dihormati ini.
-
Fotografer sebaiknya membawa lensa zoom untuk menangkap detail stupa yang tenggelam dari tepi pantai.
-
Kunjungi replika di tepi sungai terlebih dahulu untuk mempelajari sejarah dan struktur sebelum berangkat dengan perahu.
-
Rencanakan kunjungan Anda selama festival besar seperti Visakha Bucha untuk menyaksikan upacara pembungkusan kain yang unik.
Biaya Masuk:
- Masuk gratis
Jam Buka:
- Area tepi sungai dan replika stupa dapat diakses 24/7. Layanan perahu ekor panjang ke stupa yang tenggelam tersedia setiap hari dari pukul 06:00 - 18:00.