“Menyimpan relik suci Buddha, menampilkan Tujuh Stasiun Agung kuno yang langka dan kolam mistis Mucalinda Naga, situs suci yang digunakan untuk upacara air kerajaan Thailand.”
Wat Phra That Bang Phuan adalah salah satu landmark religius paling signifikan di lembah Sungai Mekong. Menurut Urangkhathat (legenda relik tulang dada Buddha), situs ini didirikan untuk menyimpan relik suci Buddha, khususnya "Phra Bangkhon Nak" (tulang panggul), yang dibawa dari India oleh lima Arahant. Stupa asli dibangun menggunakan batu bata yang dijemur matahari dalam tradisi gaya lokal. Stupa ini menjalani restorasi besar selama masa pemerintahan Raja Setthathirath dari Kerajaan Lan Xang, dan sejak itu telah dilestarikan dan secara resmi terdaftar sebagai monumen kuno nasional oleh Departemen Seni Rupa Thailand.
Fitur paling luar biasa dari kuil ini, yang membuatnya unik dalam skala global, adalah keberadaan "Sattamahasthana." Ini mengacu pada rekreasi tujuh lokasi tempat Buddha menghabiskan tujuh minggu bermeditasi setelah mencapai pencerahan. Secara historis, situs-situs ini dibangun sebagai monumen untuk merayakan pencerahan Buddha; namun, Wat Phra That Bang Phuan adalah salah satu dari sedikit tempat di dunia (dan diyakini satu-satunya dengan koleksi lengkap) di mana ketujuh struktur Sattamahasthana asli masih utuh di satu area. Ini termasuk Bodhipallanka, Animmissa Cetiya, Ratanacankama Cetiya, Ratanaghara Cetiya, Ajapala Nigrodha Cetiya, Mucalinda Cetiya, dan Rajayatana Cetiya.
Landmark penting lainnya di dalam kompleks kuil adalah "Kolam Mucalinda" atau Kolam Naga, yang menampilkan patung Naga berkepala tujuh yang megah muncul dari tengah kolam kuno. Legenda setempat mengatakan bahwa kolam ini adalah tempat tinggal Naga yang menjaga relik Buddha. Air dari kolam ini dianggap sangat suci dan memegang kepentingan nasional, karena merupakan salah satu sumber yang digunakan untuk upacara pengumpulan "Air Suci" selama upacara Penobatan Kerajaan dan upacara kenegaraan penting lainnya di Thailand. Suasana kuil merupakan perpaduan mendalam antara iman kuno dan arsitektur religius, yang mengintegrasikan pengaruh artistik Lan Xang dan lokal secara mulus.
Cara Menuju ke Sana
- Dari kota Nong Khai, ambil Jalan Raya 2 (Jalan Mittraphap, Nong Khai-Udon Thani) selama sekitar 11 kilometer, lalu belok kanan ke Jalan Raya 211 (menuju Distrik Tha Bo). Berkendara lurus selama 10 kilometer lagi, dan Anda akan melihat kuil di sisi kanan.
Perjalanan
-
Mohon berpakaian sopan dan hormat saat mengunjungi situs religius suci ini.
-
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari atau sore hari untuk menghindari panas tengah hari.
-
Pastikan untuk mengunjungi semua Tujuh Stasiun Agung (Sattamahasthana) untuk melihat tata letak sejarah yang langka.
-
Bawalah payung atau topi karena sebagian besar reruntuhan kuno terletak di area terbuka.
-
Dilarang keras mengambil artefak apa pun dari situs sesuai peraturan Departemen Seni Rupa.
-
Kolam Mucalinda adalah salah satu tempat paling fotogenik dan mistis di dalam kuil.
-
Sumbangan untuk restorasi kuil dapat diberikan di Vihara Luang Pho Phra Chao Yai Ong Dam.
-
Periksa kalender lokal untuk festival Phra That tahunan, biasanya diadakan pada bulan Februari.
-
Siapkan sebotol air saat menjelajahi area luas situs arkeologi.
Biaya Masuk:
- Masuk Gratis
Jam Buka:
- Buka setiap hari dari pukul 08:00 – 18:00.