“Lihat pagoda utama berbentuk lonceng yang menampilkan 39 patung gajah utuh yang mengelilingi dasarnya. Setiap patung sangat detail, berfungsi sebagai tempat fotografi yang luar biasa yang mencerminkan kemegahan Kerajaan Sukhothai kuno.”
Kuil Chang Lom (Chang Lom Temple) adalah kuil utama dan signifikan yang menunjukkan kemakmuran agama Buddha selama Kerajaan Sukhothai. Sejarah kuil ini sangat menarik. Sebagian besar sejarawan percaya bahwa itu terkait dengan Prasasti Batu No. 1 Raja Ramkhamhaeng Agung, yang menyebutkan penggalian Relik Suci dan pembangunan pagoda di pusat kota Si Satchanalai. Namun demikian, Kuil Chang Lom ini di dalam kota tua Sukhothai adalah salah satu warisan arsitektur paling populer dari era yang sama.
Struktur inti kuil adalah pagoda utama berbentuk lonceng (juga dikenal sebagai gaya Ceylon). Fitur uniknya adalah dasar pagoda, yang dirancang dengan relung untuk mengabadikan patung-patung gajah yang mengelilinginya. Ada kepercayaan lama bahwa gajah adalah hewan keberuntungan yang mendukung dan melindungi agama Buddha. Di kuil ini, ada total 39 gajah. Gajah di keempat sudut lebih besar dari yang lain dan dihiasi dengan pola yang indah di leher dan kaki mereka, yang merupakan karakteristik khas seni Sukhothai yang dipengaruhi oleh gaya Ceylon.
Di zaman kuno, Kuil Chang Lom berfungsi sebagai pusat upacara keagamaan penting. Halaman kuil terdiri dari aula pertemuan besar (Vihara) yang terletak di depan pagoda utama, dikelilingi oleh tembok batas. Pembangunan kuil ini membutuhkan sejumlah besar tenaga kerja dan pengrajin yang sangat terampil. Selain itu, tata letak yang tepat memastikan bahwa pagoda berdiri megah di antara struktur lainnya. Ini mencerminkan bahwa selama era itu, Sukhothai tidak hanya kaya tetapi juga sangat maju dalam seni rupa dan teknik konstruksi.
Selain keindahan arsitekturnya, Kuil Chang Lom juga menyampaikan "Kosmologi" menurut kepercayaan kuno. Pagoda melambangkan Gunung Meru, pusat alam semesta, dengan gajah-gajah bertindak sebagai makhluk kuat yang mendukung stupa suci yang menampung Relik Suci di dalamnya. Mengunjungi Kuil Chang Lom hari ini lebih dari sekadar melihat reruntuhan; itu adalah eksplorasi ke dalam filosofi dan keyakinan nenek moyang yang ingin menciptakan monumen abadi sebagai persembahan kepada Sang Buddha.
Saat ini, Kuil Chang Lom terpelihara dengan sangat baik di dalam taman bersejarah. Meskipun beberapa patung gajah telah rusak seiring waktu, struktur yang tersisa cukup bagi wisatawan dan sejarawan untuk melihat dengan jelas kemegahan Kerajaan Sukhothai. Situs ini adalah tujuan yang wajib dikunjungi bagi mereka yang ingin mempelajari sejarah Thailand dan mengagumi kehalusan seni kuno, yang telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.
Cara Menuju ke Sana
-
Mobil Pribadi: Dari kota Sukhothai, masuk ke Taman Sejarah Sukhothai. Kuil Chang Lom terletak di timur (dekat Kuil Trapang Thong dan jalan menuju Kuil Si Chum). Parkir yang nyaman tersedia.
-
Transportasi Umum: Anda dapat menggunakan layanan trem listrik taman atau menyewa sepeda dari pintu masuk taman untuk dengan mudah mencapai area kuil.
Perjalanan
-
Waktu yang Disarankan: Kunjungi di pagi hari ketika sinar matahari menyinari bagian depan pagoda, membuat patung-patung gajah terlihat indah, atau di sore hari sebelum matahari terbenam untuk suasana yang damai dan rindang.
-
Pakaian: Karena ini adalah situs bersejarah keagamaan, mohon berpakaian sopan untuk menghormati lokasi.
-
Konservasi: Mohon jangan memanjat patung gajah atau pagoda untuk membantu menjaga integritas artefak kuno.
Biaya Masuk:
-
Termasuk dalam biaya masuk Taman Sejarah Sukhothai: Warga Negara Thailand 20 THB / Warga Negara Asing 100 THB.
Jam Buka:
-
Buka Setiap Hari: 06:30 – 19:30.