“Saksikan 'Vihara Kacamata' atau Vihara Pelana Somdet, yang unik di Thailand. Beri penghormatan kepada patung Buddha suci, pelajari tentang cara hidup komunitas lokal Karen (Pga K'nyau), dan rasakan suasana tenang di tengah hutan pinus Ban Chan.”
Wat Chan (Kuil Wat Chan) terletak di komunitas Ban Wat Chan, Distrik Ban Chan, Distrik Kalayaniwattana, Provinsi Chiang Mai. Ini adalah kuil kuno dengan sejarah panjang, diyakini dibangun lebih dari 300 tahun yang lalu melalui keyakinan masyarakat Lua (Lawa), yang merupakan penduduk asli daerah tersebut dan penganut agama Buddha. Di masa lalu, Distrik Ban Chan dan daerah sekitarnya adalah komunitas yang makmur, dengan bukti beberapa kuil yang runtuh dan situs kuno, yang mencerminkan bahwa daerah ini telah lama menjadi pusat bagi masyarakat dan agama Buddha.
Kemudian, Phra Uttama, seorang biksu pengembara dari Myanmar, melakukan perjalanan ke Ban Chan dan menemukan daerah kuil itu damai dan tenang, cocok untuk meditasi. Dia kemudian tinggal di sana untuk Retreat Musim Hujan. Kedatangan Phra Uttama menginspirasi Phor Ouy Duloy dari Ban Khun Jaem Noi dan Phor Ouy Khammuen dari Ban Huay Tong untuk mengumpulkan penduduk desa untuk menetap di sekitar Wat Chan dan bersama-sama memulihkan pagoda kuno, dengan Phra Uttama memimpin pekerjaan itu. Saat pemulihan hampir selesai, Phra Uttama pamit kepada umat untuk kembali ke Myanmar, tetapi jatuh sakit dan meninggal dalam perjalanan. Penduduk desa kemudian melanjutkan untuk memelihara kuil.
Pada BE 2473 (1930 M), Kruba Sriwichai, santo Lanna yang dihormati, berjalan dari Distrik Pai, Provinsi Mae Hong Son, ke Wat Chan. Dia menemukan bahwa pemulihan pagoda belum selesai, jadi dia memimpin penduduk desa untuk menyelesaikannya. Dia juga memimpin upacara untuk menaikkan payung bertingkat pagoda dan mengadakan perayaan selama 7 hari 7 malam sebelum melanjutkan perjalanannya ke Distrik Samoeng, Chiang Mai. Ini menandai peristiwa penting yang kembali menjadikan Wat Chan sebagai pusat komunitas.
Selanjutnya, biksu Buddha terus-menerus tinggal dan merawat Wat Chan, seperti Phra Inthanon dan Phra Korn Chinnawanno, yang berperan dalam melestarikan agama Buddha dan mengembangkan kuil sebagai pusat spiritual bagi komunitas.
Kemudian, pada BE 2510 (1967 M), Proyek Phra Thammacharuk dari Kuil Kerajaan Wat Sri Soda, Provinsi Chiang Mai, mengirim biksu misionaris untuk melakukan tugas-tugas keagamaan di daerah tersebut. Phra Urai Mahaweero adalah biksu misionaris pertama, dan biksu misionaris terus-menerus dikirim hingga saat ini untuk menyebarkan agama Buddha, mempromosikan pendidikan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dataran tinggi.
Fitur unik yang membuat Wat Chan terkenal adalah "Vihara Kacamata" atau Vihara Pelana Somdet, gaya arsitektur Lanna yang khas dan hanya ditemukan di Thailand. Bagian depan vihara, di atas lubang ventilasi pintu masuk, memiliki dua bingkai lengkung stuko. Di masa lalu, kaca gelap dipasang untuk menyaring sinar matahari agar tidak langsung mengenai patung Buddha utama di dalam vihara, membuatnya tampak seolah-olah vihara mengenakan kacamata jika dilihat dari luar, yang mengarah pada nama uniknya.
Di dalam vihara, patung Buddha bergaya Lanna, yang dihormati oleh penduduk desa, diabadikan, dikelilingi oleh ukiran kayu dan elemen arsitektur pribumi yang mencerminkan keahlian Lanna. Area kuil tetap rimbun dengan pohon-pohon besar dan hutan pinus, menawarkan cuaca sejuk hampir sepanjang tahun, cocok untuk beribadah, beramal, meditasi, dan bersantai di tengah alam.
Selain itu, Wat Chan dekat dengan Hutan Pinus Wat Chan, Pusat Pengembangan Proyek Kerajaan Wat Chan, dan Waduk Wat Chan. Wisatawan dapat dengan mudah merencanakan tur alam dan budaya di sepanjang rute yang sama, menjadikan Wat Chan destinasi penting lainnya di Distrik Kalayaniwattana.
Cara Menuju ke Sana
Dari kota Chiang Mai, ada 2 rute:
- Rute 1: Ambil Jalan Raya 1095 (Chiang Mai–Pai), lalu belok kiri di Pos Pemeriksaan Mae Ping menuju Jalan Raya 1265, menuju Distrik Kalayaniwattana. Jaraknya sekitar 160 kilometer. Setelah mencapai distrik, lanjutkan lurus ke Distrik Ban Chan. Kuil ini terletak di jalan utama, dekat Kantor Distrik dan Pusat Pengembangan Proyek Kerajaan Wat Chan.
- Rute 2: Ambil Jalan Raya 1349, rute Samoeng–Wat Chan. Rute ini melewati pegunungan dan alam, cocok bagi mereka yang ingin menikmati pemandangan indah selama perjalanan. Disarankan berhati-hati selama musim hujan karena banyaknya tikungan dan bagian yang curam.
Perjalanan
- Anda dapat berkunjung dan beramal sepanjang tahun. Periode dari November hingga Januari menawarkan cuaca sejuk dan kesempatan untuk melihat kabut pagi.
- Harap berpakaian sopan dan berperilaku hormat, karena ini adalah kuil dan tempat suci bagi komunitas.
- Jika Anda ingin memotret 'Vihara Kacamata', disarankan untuk berkunjung di pagi atau sore hari saat cahaya indah dan cuaca tidak terlalu panas.
- Bawa pakaian hangat selama musim dingin, karena suhu di daerah tersebut dapat turun di bawah 10 derajat Celcius pada beberapa hari.
Biaya Masuk:
- Gratis masuk (Pengunjung dipersilakan untuk beramal, memberikan persembahan, atau berdonasi untuk pemeliharaan kuil sesuai keyakinan mereka).
Jam Buka:
- Buka setiap hari pukul 06:00 – 18:00