“Pak Nam Prasae terkenal dengan Hutan Mangrove Emas, Monumen HTMS Prasae, pasar tua tepi sungai, dan titik pandang Jembatan Prasae yang menghadap ke muara sungai.”
Pak Nam Prasae (Pak Nam Prasae) adalah komunitas tepi sungai bersejarah yang terletak di muara Sungai Prasae, mengalir ke Teluk Thailand. Area ini telah lama menjadi pemukiman perdagangan maritim dan penangkapan ikan yang penting sejak era Ayutthaya. Dulunya berfungsi sebagai rute perdagangan pesisir utama di sepanjang pantai timur Thailand, membentuk komunitas tepi sungai yang unik yang dicirikan oleh rumah-rumah kayu tradisional, toko-toko lokal, dan hubungan yang mendalam dengan ekosistem sungai.
Saat ini, Pak Nam Prasae telah berkembang menjadi destinasi pariwisata ekobudaya sambil tetap melestarikan cara hidup tradisionalnya. Pengunjung dapat menjelajahi Pasar Tua Prasae, di mana kisah-kisah lokal tercermin melalui seni jalanan dan kehidupan pesisir sehari-hari. Komunitas ini juga melestarikan kearifan lokal seperti pengolahan makanan laut, produksi ikan asin, terasi udang, dan masakan pesisir tradisional yang tetap menjadi mata pencarian penting bagi penduduk setempat.
Sorotan utama adalah Hutan Mangrove Emas, sebuah pusat pembelajaran mangrove besar dengan jalan setapak kayu yang ditinggikan melintasi pohon-pohon Sonneratia (mangrove apple) yang lebat. Saat matahari terbit atau terbenam, sinar matahari memantul dari dedaunan, mengubah seluruh hutan menjadi lanskap keemasan yang menakjubkan. Ekosistem mangrove ini juga memainkan peran penting dalam perlindungan pesisir, berfungsi sebagai tempat pembibitan bagi kehidupan laut dan habitat bagi burung serta spesies akuatik.
Landmark penting lainnya adalah Monumen HTMS Prasae, sebuah kapal angkatan laut yang dinonaktifkan yang dipajang sebagai museum terbuka. Pengunjung dapat naik ke kapal untuk belajar tentang sejarah angkatan laut Thailand dan signifikansi historis kapal tersebut, menjadikannya salah satu atraksi edukasi paling ikonik di daerah tersebut.
Komunitas ini juga merupakan rumah bagi titik pandang Jembatan Prasae, menawarkan pemandangan panorama muara sungai, perahu nelayan, dan pemandangan matahari terbenam. Di malam hari, cahaya keemasan yang memantul di air menciptakan suasana damai, sementara perjalanan perahu menyusuri kanal mangrove mungkin akan mengungkapkan kunang-kunang di habitat alami sekitarnya.
Aktivitas di Pak Nam Prasae meliputi bersepeda di tepi sungai, tur komunitas dengan taksi roda tiga, tur perahu melalui hutan mangrove, dan pengalaman mendalam dengan nelayan lokal. Ini menjadikannya destinasi yang sempurna untuk perjalanan santai dan pariwisata ekobudaya.
Cara Menuju ke Sana
-
Dari kota Rayong, ambil Sukhumvit Road menuju Klaeng (arah Chanthaburi). Belok kanan di Persimpangan Prasae ke Rute 3162 dan lanjutkan sekitar 10 km hingga mencapai komunitas Pak Nam Prasae.
Perjalanan
- Menginap di homestay tepi sungai untuk pengalaman lokal yang otentik
- Ikut serta dalam ritual sedekah pagi di tepi sungai
- Kunjungi Hutan Mangrove Emas di pagi hari atau sore hari untuk pencahayaan terbaik
- Kenakan sepatu berjalan yang nyaman untuk jalan setapak kayu dan jalur panjang
- Ikuti tur perahu malam hari untuk pemandangan matahari terbenam dan kemungkinan melihat kunang-kunang
Biaya Masuk:
- Gratis (sebagian besar atraksi di komunitas tidak memiliki biaya masuk; biaya parkir mungkin berlaku di beberapa area)
Jam Buka:
- Buka 24 jam (Hutan Mangrove Emas dan Monumen HTMS Prasae: 08.00–18.00)