“Berikan penghormatan kepada Phra Phuttha Chinnasi dan Phra Suwannakhet, dua patung Buddha kuno yang disemayamkan bersama, dan kagumi mural karya Khrua In Khong yang memperkenalkan teknik perspektif Barat ke Thailand.”
Kuil Bowonniwet Vihara (Bowonniwet Vihara Temple) adalah biara kerajaan kelas dua dengan ikatan mendalam dengan monarki Thailand dan ordo monastik Dhammayut. Didirikan pada tahun 1829 pada masa pemerintahan Raja Rama III, kemudian menjadi lembaga pusat dalam reformasi agama Buddha Thailand.
Kuil ini memperoleh ketenaran luar biasa ketika Raja Mongkut tinggal di sini selama 27 tahun masa biksunya sebelum naik takhta. Selama periode ini, ia secara resmi mendirikan Dhammayutika Nikaya, menekankan disiplin monastik dan studi kitab suci yang lebih ketat. Kuil ini juga menyimpan relik kerajaan Raja Vajiravudh dan Raja Bhumibol Adulyadej, memperkuat signifikansi kerajaannya.
Aula Pentahbisan dan Patung Buddha Utama
Aula pentahbisan menghadirkan kesederhanaan bermartabat daripada ornamen flamboyan. Uniknya, ia menampung dua patung Buddha utama:
-
Phra Phuttha Suwannakhet (Luang Pho To)
-
Phra Phuttha Chinnasi, patung Buddha bergaya Sukhothai yang dipindahkan dari Phitsanulok
Kehadiran dua patung utama melambangkan kesinambungan antara seni Sukhothai klasik dan era Rattanakosin. Bentuk emas mereka yang bersinar sangat kontras dengan nada interior yang tenang, menciptakan suasana kontemplatif.
Mural karya Khrua In Khong menandai titik balik dalam sejarah seni Thailand. Menggabungkan perspektif Barat dan realisme tiga dimensi, karyanya memadukan filosofi Buddhis dengan alegori moral yang halus, mewakili modernisasi artistik Thailand pada abad ke-19.
Fitur Arsitektur
Arsitektur kuil secara harmonis memadukan elemen dekoratif Thailand dan Tiongkok. Sebuah chedi emas yang menonjol di belakang aula pentahbisan menyimpan abu kerajaan Rama VI dan Rama IX. Tata letaknya mencerminkan prinsip-prinsip Dhammayut—tertib, bersih, dan terkendali.
Taman yang tertata apik dan jalan setapak yang terawat dengan baik meningkatkan suasana tenang, menawarkan pengunjung tempat peristirahatan yang damai di dalam kawasan bersejarah Bangkok.
Pengaturan Budaya
Terletak di dekat Banglamphu, kuil ini menghubungkan pengunjung dengan susunan budaya Bangkok lama, dengan pasar tradisional, bangunan warisan, dan masakan lokal di dekatnya.
Pengalaman Spiritual
Bowonniwet Vihara Temple dibedakan oleh martabatnya yang tenang dan keanggunan bersahaja. Tempat ini tidak hanya menawarkan khazanah sejarah dan seni tetapi juga lingkungan spiritual yang mendalam yang ideal untuk meditasi dan refleksi tenang.
Lebih dari sekadar monumen, ia berdiri sebagai bukti hidup hubungan abadi antara agama Buddha, monarki Thailand, dan identitas nasional.
Cara Menuju ke Sana
Bus Umum:
- Nomor 12, 15, 56, 68, 511, dan 516 melewati dekat Jalan Phra Sumen dan Persimpangan Khok Wua.
Perahu Ekspres:
- Turun di Dermaga Phra Arthit (N13) dan berjalan melalui area Jalan Phra Arthit menuju Jalan Phra Sumen selama sekitar 10-15 menit.
Mobil Pribadi:
- Parkir tersedia di dalam kuil (terbatas) atau di gedung parkir BMA terdekat.
Perjalanan
Waktu Terbaik untuk Berkunjung:
- Pagi hari dari 08:30 – 10:30 untuk ketenangan maksimal, atau sore hari untuk melihat Pagoda Emas bersinar di bawah matahari.
Pakaian:
- Pakaian sopan sangat diperlukan (bahu dan lutut tertutup). Harap lepaskan topi dan kacamata hitam saat memasuki gedung.
Fotografi:
- Pengambilan gambar eksterior diperbolehkan. Di dalam kapel, harap bersikap hormat dan hindari mengganggu mereka yang sedang berdoa.
Makanan Terdekat:
- Area Bang Lamphu sekitarnya terkenal dengan hidangan legendaris seperti Khao Chae, crepes Thailand, dan kafe vintage di sepanjang Jalan Phra Sumen.
Perencanaan:
- Kuil ini dapat dicapai dengan berjalan kaki dari Khao San Road dan Monumen Demokrasi, sehingga mudah untuk digabungkan ke dalam tur jalan kaki kota.
Biaya Masuk
-
Pengunjung lokal: Gratis
-
Pengunjung asing: Gratis (Donasi diterima)
Jam Buka
-
Setiap hari: 08:30 – 17:00