“Arsitektur tradisional Cina Selatan yang memukau, menampilkan pekerjaan stucco yang rumit dan ukiran kayu yang halus. Kuil ini mengabadikan berbagai dewa suci yang sangat dihormati oleh pedagang lokal dan masyarakat Uthai Thani.”
Hok Sae Tng (Hok Sae Tung) , atau kuil vegetarian Asosiasi Hokkien Uthai Thani, adalah situs budaya dan agama penting yang mencerminkan sejarah panjang dan kemakmuran komunitas Tionghoa di sepanjang Sungai Sakae Krang. Lebih dari sekadar tempat ibadah, kuil ini berfungsi sebagai pusat spiritual dan simbol identitas budaya yang telah diturunkan dari generasi ke generasi penduduk Tionghoa di Uthai Thani.
Bangunan ini mengikuti gaya tradisional arsitektur Cina selatan, menekankan keanggunan, keseimbangan, dan simbolisme keberuntungan. Merah dan emas mendominasi struktur, mewakili kemakmuran, keberuntungan, dan kekuatan spiritual. Relief stucco dekoratif naga dan burung phoenix menghiasi garis atap dan pilar, melambangkan kelimpahan, kekuatan, dan berkah menurut kepercayaan tradisional Tiongkok. Elemen artistik ini telah dilestarikan dengan hati-hati, memungkinkan kuil untuk mempertahankan keindahan dan nilai budayanya hingga saat ini.
Di dalam Hok Sae Tng, beberapa dewa yang dihormati diabadikan, termasuk Guanyin Bodhisattva dan dewa-dewa lain yang disembah oleh komunitas Hokkien. Suasana interiornya tenang dan damai, dipenuhi dengan aroma dupa yang lembut yang meningkatkan rasa kesucian. Penduduk setempat sering mengunjungi kuil untuk berdoa memohon kesuksesan dalam bisnis, keharmonisan keluarga, dan kesejahteraan pribadi. Pada saat yang sama, Hok Sae Tng memainkan peran penting sebagai pusat untuk melestarikan dan mewariskan tradisi dan praktik budaya Tiongkok di Uthai Thani.
Waktu paling meriah di Hok Sae Tng adalah selama Festival Vegetarian, yang biasanya diadakan pada bulan Oktober setiap tahun. Selama periode ini, seluruh kuil didekorasi dengan lentera merah, ritual seremonial dilakukan untuk mengundang para dewa, dan berbagai macam hidangan vegetarian disiapkan untuk para pemuja. Suasana selama festival dipenuhi dengan iman yang kuat, pengabdian, dan rasa persatuan di antara masyarakat setempat.
Bagi pengunjung yang tertarik dengan seni dan fotografi budaya Tiongkok, Hok Sae Tng menawarkan latar yang kaya secara visual. Ukiran jendela kayu yang rumit, cahaya lilin yang memantul pada dinding plester tua, dan detail arsitektur yang bersahaja menciptakan pengalaman visual yang mendalam dan menggugah. Keindahan Hok Sae Tng terletak tidak hanya pada penampilannya, tetapi juga pada perannya sebagai situs warisan spiritual yang dengan anggun menghubungkan masa lalu dan masa kini komunitas Sakae Krang.
Cara Menuju ke Sana
Mobil Pribadi:
- Terletak di pusat kota di Jalan Sri Uthai, dekat pasar segar dan Sungai Sakae Krang. Parkir tersedia di sepanjang jalan atau di tempat parkir pasar terdekat.
Transportasi Lokal:
- Menggunakan becak tradisional ke kuil adalah cara yang menawan untuk menjelajahi suasana kota tua.
Perjalanan
Waktu Terbaik Berkunjung:
- Pagi hari ideal untuk menangkap cahaya alami yang menyaring ke dalam kuil.
Acara Utama:
- Kunjungi selama Festival Vegetarian atau Tahun Baru Imlek untuk merasakan kuil yang paling meriah.
Etika:
- Harap berpakaian sopan dan tetap tenang saat umat melakukan ritual.
Spot Fotografi:
- Gerbang masuk yang berornamen dan halaman tengah terbuka (area skylight).
Biaya Masuk
-
Gratis (Donasi untuk pemeliharaan diterima)
Jam Buka
-
Buka Setiap Hari: 07:00 – 17:00 (Jam buka diperpanjang selama festival)