“Rasakan kekuatan spiritual gunung suci sambil menikmati pemandangan panorama Uthai Thani dan menyaksikan festival Tak Bat Devo yang terkenal secara nasional.”
Gunung Khao Sakae Krang (Khao Sakae Krang) dianggap sebagai simbol dan jantung spiritual Provinsi Uthai Thani. Terletak di sebelah barat pusat kota, bukit suci ini telah lama terhubung erat dengan cara hidup, keyakinan, dan sejarah masyarakat setempat. Di puncaknya berdiri Wat Sangkat Rattanakhiri, yang menyimpan Phra Phuttha Mongkhon Saksit, patung Buddha yang dihormati yang dianggap sebagai simbol spiritual Uthai Thani, yang dikenal karena penampilannya yang anggun dan kesucian yang mendalam. Pengunjung dapat mencapai puncak dengan menaiki tangga 449 anak tangga sebagai ujian iman dan ketekunan, atau dengan berkendara di sepanjang jalan beraspal yang menawarkan perjalanan yang nyaman dan aman.
Salah satu daya tarik utama Khao Sakae Krang adalah sudut pandang panorama yang menghadap Kota Uthai Thani, di mana pengunjung dapat menikmati pemandangan kota yang luas, Sungai Sakae Krang, dan rumah-rumah di tepi sungai di bawahnya. Di puncak, terdapat juga paviliun yang dibangun untuk memperingati Raja Chulalongkorn (Rama V), berfungsi sebagai landmark bersejarah yang penting, bersama dengan replika jejak kaki Buddha bagi umat Buddha untuk memberikan penghormatan dan mencari berkah.
Fitur luar biasa lainnya dari Khao Sakae Krang adalah Lonceng Raksasa, yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Rama V. Lonceng ini memiliki signifikansi sejarah dan budaya, dan kepercayaan lokal menyatakan bahwa siapa pun yang membunyikan lonceng akan diberkati dengan keberuntungan, ketenaran, dan kesuksesan. Akibatnya, lonceng raksasa telah menjadi tempat populer bagi pengunjung dan peziarah yang datang untuk memberikan penghormatan dan berpartisipasi dalam ritual simbolis ini.
Setiap tahun selama akhir Masa Prapaskah Buddha, Khao Sakae Krang menjadi tempat penyelenggaraan Festival Tak Bat Thewo, salah satu tradisi Buddhis paling signifikan di Thailand. Selama acara ini, sejumlah besar biksu menuruni 449 anak tangga, melambangkan turunnya Buddha dari Surga Tavatimsa. Di pagi hari, suasananya dipenuhi dengan pengabdian dan penghormatan, sementara di malam hari, pengunjung dapat mengagumi rona keemasan matahari terbenam saat menghilang di balik pegunungan berlapis-lapis.
Khao Sakae Krang adalah tujuan ideal bagi para fotografer yang mencari sudut pandang tinggi untuk mengabadikan kota saat matahari terbit dan terbenam, serta bagi keluarga dan pecinta seni yang menghargai arsitektur kuil dan lingkungan yang tenang. Rimbunnya pepohonan yang menutupi puncak meningkatkan relaksasi, memberikan inspirasi dan rasa damai kepada semua yang berkunjung.
Oleh karena itu, Khao Sakae Krang mewakili perpaduan harmonis antara keindahan alam, makna religius, dan warisan budaya. Pengunjung dengan hangat diundang untuk membenamkan diri dalam suasana unik ini dan mengumpulkan kenangan tak terlupakan dari kunjungan mereka ke puncak Khao Sakae Krang.
Cara Menuju ke Sana
Mobil Pribadi:
- Berkendara dari pusat kota Uthai Thani ke arah barat; jalan menuju bukit terletak di dekat Lingkaran Radio (Wongwian Witthayu).
Dengan Berjalan Kaki:
- Naiki 449 anak tangga mulai dari halaman Wat Sangkat Rattanakiri di dasar bukit.
Songthaew atau Tuk-Tuk:
- Kendaraan sewaan tersedia dari pasar kota untuk mengantar Anda langsung ke puncak.
Perjalanan
-
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah bulan Oktober (untuk festival Tak Bat Devo) dan bulan-bulan musim dingin (November - Januari) untuk cuaca yang menyenangkan.
-
Kenakan sepatu berjalan yang nyaman jika Anda memilih tangga dan bawa air minum kemasan.
-
Waktu fotografi yang ideal adalah 06:30 untuk matahari terbit dan 17:00 untuk pemandangan matahari terbenam.
-
Jangan lewatkan untuk mencoba Roti Custard lokal dan ikan Gurami Goreng di area kota dekat dasar bukit.
-
Puncak adalah area yang tenang; harap jaga sikap hormat dan jaga kebersihan tempat tersebut.
Biaya Masuk
-
Pengunjung Lokal: Dewasa Gratis, Anak-anak Gratis
-
Pengunjung Asing: Dewasa Gratis, Anak-anak Gratis
Jam Buka
-
Buka setiap hari mulai pukul 05:00 - 20:00
-
Sudut pandang dan kuil utama di puncak tutup pukul 18:00