“Patung logam pahlawan dalam pose gagah berani memegang pedang patah. Ini adalah lokasi upacara pemujaan tahunan terbesar di provinsi tersebut untuk memperingati kemenangan bersejarah.”
Monumen Phraya Phichai Dap Hak (Phraya Phichai Dap Hak Monument) adalah situs paling suci dan simbol nomor satu Provinsi Uttaradit. Sejarah monumen ini lahir dari keyakinan mendalam masyarakat Uttaradit pada Phraya Phichai. Dia adalah seorang prajurit top yang sangat setia kepada Raja Taksin Agung. Monumen ini dibangun untuk mengenang keberaniannya dalam memperjuangkan kemerdekaan dan melindungi tanah dari invasi. Monumen ini secara resmi dibuka pada 20 Februari 1969, berdiri dengan bangga di depan Balai Provinsi. Patung logam itu menunjukkan kekuatannya dalam pakaian prajurit kuno, dengan tangan kanannya memegang pedang baja Nam Phi yang patah. Situs ini berfungsi sebagai catatan sejarah yang kuat dan pengingat akan pengorbanan yang dilakukan oleh nenek moyang Thailand.
Legenda Pedang Patah adalah kisah nyata keberanian yang terjadi selama pertempuran melawan tentara Burma di Phichai pada tahun 1773. Pada saat itu, Phraya Phichai memimpin tentaranya ke dalam pertempuran sengit untuk melindungi tanah airnya. Dia menggunakan dua pedang untuk melawan musuh tanpa rasa takut, menyerang dengan kecepatan dan tekad. Karena pertempuran yang panjang dan berat, salah satu pedang di tangannya patah menjadi dua bagian. Bahkan meskipun dia hanya memiliki setengah pedang yang tersisa, dia menolak untuk berhenti berjuang dan terus memimpin serangan sampai musuh dikalahkan. Tindakan heroik ini membuatnya mendapatkan nama "Phraya Phichai Dap Hak" (Phraya Phichai dari Pedang Patah), sebuah nama yang mencerminkan semangat seorang pejuang yang tidak pernah menyerah. Legenda pedang patah telah menjadi simbol orang sejati yang sabar dan siap untuk bertarung sampai detik terakhir.
Setiap tahun, ada upacara tradisional dan pameran Palang Merah adalah acara terpenting yang diselenggarakan oleh Provinsi Uttaradit untuk menghormati bapak kota. Pada tanggal 7 Januari setiap tahun, upacara besar diadakan di monumen ini untuk memuja arwah Phraya Phichai Dap Hak. Upacara ini memperingati hari dia memenangkan pertempuran untuk melindungi Phichai dan membawa kebanggaan bagi masyarakat setempat. Acara ini mencakup ritual Brahman dan tarian tradisional yang dilakukan oleh ribuan wanita setempat dalam kostum tradisional yang indah. Suasananya meriah dengan pertunjukan cahaya dan suara yang menceritakan kisah hidupnya dengan cara yang spektakuler. Orang-orang dari setiap distrik melakukan perjalanan ke monumen ini untuk berdoa dan menunjukkan rasa terima kasih kepada-Nya. Upacara ini adalah tradisi sakral yang menghubungkan seluruh provinsi melalui keyakinan pada pahlawan mereka.
Alasan monumen ini adalah Hati Masyarakat Uttaradit adalah karena dia adalah pusat cinta dan kebanggaan. Masyarakat Uttaradit memanggilnya "Ayah" dan percaya bahwa roh sucinya masih melindungi keturunannya dan menjaga mereka tetap aman. Dia mewakili kesetiaan pada tanah dan kejujuran, yang merupakan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Uttaradit. Dalam kehidupan sehari-hari, orang membawa bunga dan karangan bunga kepadanya untuk meminta kekuatan mental untuk menghadapi kehidupan dan pekerjaan. Menghormati Phraya Phichai Dap Hak membantu penduduk setempat merasa percaya diri dan memberi mereka tempat spiritual untuk bersandar. Monumen ini bukan hanya objek wisata; itu adalah "hati" Uttaradit yang tidak akan pernah pudar.
Cara Menuju ke Sana
-
Mobil Pribadi: Terletak di pusat kota Uttaradit, di depan Balai Provinsi di Jalan Pracha Nimit. Sangat mudah ditemukan.
-
Transportasi Umum: Anda dapat naik taksi lokal atau ojek dari Stasiun Kereta Api Uttaradit dengan harga murah.
Perjalanan
-
Pemujaan: Orang biasanya menawarkan karangan bunga atau model pedang kayu untuk mengenang keberaniannya.
-
Waktu: Kami merekomendasikan untuk berkunjung selama 7–16 Januari setiap tahun untuk mengikuti festival tahunan yang megah.
Biaya Masuk:
- Gratis (Untuk warga Thailand dan Asing)
Jam Buka:
- Buka 24 jam setiap hari untuk kunjungan dan pemujaan.