“Rumah bagi Buddha Berbaring bergaya Sukhothai setinggi 22,58 meter dan "Vihara Khian," bekas kediaman kerajaan Raja Thai Sa selama pemindahan patung bersejarah tersebut.”

Candi Pa Mok Worawihan (Pa Mok Worawihan Temple) adalah biara kerajaan kelas dua dari kategori Worawihan, yang terletak di tepi barat Sungai Chao Phraya di Distrik Pa Mok, Provinsi Ang Thong. Kuil kuno ini berasal dari periode Ayutthaya dan awalnya dikenal sebagai "Wat Tai" atau "Wat Talat." Kemudian digabungkan dengan Wat Chi Pa Khao dan diberi nama "Wat Pa Mok," yang berasal dari banyaknya pohon mok yang dulunya tumbuh lebat di daerah tersebut. Selama berabad-abad, kuil ini telah berfungsi sebagai pusat keagamaan dan komunitas bagi masyarakat Pa Mok.

Candi Pa Mok Worawihan memegang makna sejarah yang besar, sebagaimana tercatat dalam catatan kerajaan. Raja Naresuan Agung dikatakan telah mengumpulkan pasukannya di kuil ini dan memberi penghormatan kepada patung Buddha di sini sebelum memimpin pasukannya ke duel gajah yang terkenal melawan Putra Mahkota Burma. Peristiwa bersejarah ini telah mengangkat status kuil sebagai situs suci yang terkait erat dengan bab penting dalam sejarah Thailand, yang melambangkan keberanian, tekad, dan pengabdian kerajaan.

Sorotan paling menonjol dari kuil ini, yang dianggap sebagai harta terbesarnya, adalah Buddha Berbaring, sebuah patung Buddha yang megah berbaring di sisi kanannya dalam posisi Siha Saiya. Dibangun dari batu bata dan mortar dan disepuh dengan emas, patung itu berukuran panjang 22,58 meter. Buddha Berbaring dikaitkan dengan legenda terkenal "Pemindahan Buddha Berbaring" selama pemerintahan Raja Thai Sa pada tahun 1727. Karena erosi sungai mengancam tepi sungai kuil, raja memerintahkan Phraya Ratchasongkhram untuk memimpin sejumlah besar tenaga kerja menggunakan katrol dan kekuatan manusia untuk memindahkan patung Buddha yang besar itu dari sungai. Pemindahan yang berhasil dianggap sebagai pencapaian teknik yang luar biasa pada masanya.

Suasana di dalam kompleks kuil terasa tenang dan dipenuhi dengan rasa sejarah yang kuat. Pengunjung dapat menjelajahi Phra Wihan Khian, yang dulunya berfungsi sebagai tempat tinggal sementara Raja Thai Sa saat ia mengawasi pemindahan Buddha Berbaring. Di dalam aula terdapat lukisan mural yang terpelihara dengan indah yang menggambarkan kisah-kisah Jataka, yang dibuat oleh seniman ahli dari periode awal Rattanakosin. Kuil ini juga menampilkan sebuah mondop yang menampung Empat Jejak Kaki Buddha yang diukir dari batu tulis hitam, serta sebuah bangunan sampah Cina yang dibangun dari batu bata yang mengabadikan sebuah stupa—sebuah fitur arsitektur yang langka dan mencerminkan kemakmuran masyarakat sungai di masa lalu.

Aspek menarik lain dari kuil ini adalah legenda "Buddha Berbaring Berbicara." Menurut tradisi setempat, selama pemerintahan Raja Rama V, wabah kolera menyebar di seluruh wilayah tersebut. Penduduk desa berdoa kepada Buddha Berbaring untuk perlindungan, dan beberapa dilaporkan menerima bimbingan melalui mimpi atau penglihatan tentang pengobatan herbal, yang menyebabkan pemulihan dari penyakit tersebut. Keyakinan ini memperkuat peran kuil sebagai tempat perlindungan spiritual, di mana orang terus mencari berkah untuk kesehatan yang baik, perlindungan dari penyakit, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Candi Pa Mok Worawihan oleh karena itu jauh lebih dari sekadar kuil tepi sungai kuno. Ini adalah gudang hidup dari pengabdian agama, warisan sejarah, dan iman abadi yang terjalin melalui berabad-abad sejarah Thailand. Pengunjung diundang dengan hangat untuk menjelajahi biara kerajaan yang luar biasa ini dan mengalami warisan budaya dan suasana spiritual yang telah bertahan dalam ujian waktu.


Cara Menuju ke Sana

Dengan Mobil Pribadi:

  • Dari pusat kota Ang Thong, ambil Jalan Raya 309 (Ang Thong-Ayutthaya) sekitar 18 km menuju Pa Mok. Dari Ayutthaya, sekitar 20 menit berkendara mengikuti rute Pa Mok.

Dengan Transportasi Umum:

  • Naik van atau bus di rute Bangkok-Ang Thong, lalu gunakan taksi lokal atau Tuk-Tuk untuk mencapai daerah kotamadya Pa Mok tempat kuil itu berada.

Perjalanan

Waktu Terbaik untuk Berkunjung:

  • Dapat diakses sepanjang tahun. Kunjungan pagi hari direkomendasikan untuk cuaca yang lebih sejuk dan untuk melihat Buddha Berbaring emas yang diterangi oleh cahaya alami.

Kode Berpakaian:

  • Sebagai kuil kerajaan yang penting, harap berpakaian sopan (tidak memakai celana pendek, atasan tanpa lengan, atau rok pendek).

Fotografi:

  • Fotografi diperbolehkan di dalam Vihara, tetapi harap hormati dan hindari menggunakan lampu kilat untuk membantu melestarikan mural kuno.

Aktivitas:

  • Setelah memberi penghormatan kepada Buddha, berjalan-jalanlah di tepi Sungai Chao Phraya di depan kuil untuk menikmati gaya hidup tepi sungai setempat.

Perencanaan:

  • Kuil ini dekat dengan Desa Pembuatan Drum dan Pusat Boneka Pengadilan Ban Bang Sadet, sehingga memudahkan untuk menggabungkan ketiganya menjadi perjalanan satu hari yang nyaman.

Biaya Masuk

  • Pengunjung Lokal: Dewasa Gratis, Anak-Anak Gratis

  • Pengunjung Asing: Dewasa Gratis, Anak-Anak Gratis

Jam Buka

  • Buka setiap hari dari pukul 08:00 – 17:00.

Semua ulasan

(Daftar 0 ulasan)

Tempat Terdekat

Desa Pembuatan Drum Ekkarat Desa Pembuatan Drum Ekkarat

(Daftar 0 ulasan)

Jarak 1.34 Kilometer

Pusat Boneka Pengadilan Ban Bang Sadet Pusat Boneka Pengadilan Ban Bang Sadet

(Daftar 0 ulasan)

Jarak 3.75 Kilometer

Kuil Tha Sutthawat Kuil Tha Sutthawat

(Daftar 0 ulasan)

Jarak 3.77 Kilometer

Kunjungan terakhir

Kuil Chaiyo Worawihan Kuil Chaiyo Worawihan (Daftar 0 ulasan)